Kemenangan Chelsea di Liga Champions 2012: Kebahagiaan The Blues, Pukulan Telak bagi Philipp Lahm
Momen kemenangan Chelsea di Liga Champions 2012 atas Bayern Munich adalah sumber kebahagiaan tak terkira bagi setiap penggemar The Blues. Namun, bagi legenda Jerman Philipp Lahm, malam itu menjadi sumber luka yang mendalam.
Selama tahun 2000-an, Chelsea memang muncul sebagai salah satu kekuatan dominan di sepak bola Inggris. Namun, kejayaan di Eropa selalu terasa jauh, hingga tiba satu malam penentu di Munich. Malam itu akan selalu terukir dalam ingatan Lahm, sayangnya karena alasan yang keliru.
Kedua tim tidak dapat dipisahkan selama 120 menit waktu normal dan perpanjangan waktu. Chelsea akhirnya keluar sebagai pemenang berkat kepahlawanan Didier Drogba dalam adu penalti, yang mengukuhkan status klub sebagai raksasa Eropa.
Lahm baru-baru ini menceritakan kembali peristiwa final tersebut, dan bagaimana satu pemain membuatnya merasa sedih seperti yang belum pernah ia rasakan selama 16 tahun kariernya sebagai pesepak bola profesional.
Reaksi Philipp Lahm atas Kemenangan Chelsea di Liga Champions
Philipp Lahm memiliki karier yang penuh prestasi. Ia berhasil meraih Piala Dunia, satu trofi Liga Champions, dan delapan gelar Bundesliga bersama Bayern Munich. Namun, malam kekalahan dari Chelsea disebutnya sebagai titik terendah dalam kariernya.
Berbicara kepada The Football Section, ia mengenang, “Final 2012 di Munich melawan Chelsea adalah salah satu malam terburuk dalam hidup saya. Kami bermain di kandang, di hadapan suporter kami, dan kami gagal.”
“Ketika Drogba mengangkat trofi, saya merasa hampa, seolah semua yang telah kami bangun tidak berarti apa-apa.”
Pemain asal Pantai Gading itu mencetak gol penyeimbang dan juga eksekutor penalti penentu kemenangan, sehingga kehadiran Drogba di malam itu menjadi pemandangan yang menyakitkan bagi Lahm. Kehilangan final sebesar itu sudah cukup menyakitkan, tetapi ditentukan oleh satu tendangan penalti adalah pil pahit yang sulit ditelan. Beruntungnya bagi Lahm, penderitaannya tidak berlangsung terlalu lama, seperti yang ia jelaskan.
“Namun setahun kemudian kami mengangkat trofi Liga Champions di Wembley, dan kontras itu mengajarkan saya pelajaran terbesar: dalam sepak bola Anda bisa mati suatu hari dan terlahir kembali keesokan harinya.”
Peluang Chelsea di Liga Champions Musim Ini
Dengan pergantian manajemen dan optimisme baru di bawah kepemimpinan Enzo Maresca, harapan kembali muncul bagi Chelsea untuk tampil kuat di kompetisi besar. Meskipun tim mungkin tidak dipenuhi dengan legenda seperti pada 2012, peluang untuk melaju jauh di Liga Champions bukanlah sesuatu yang mustahil.
Skuad Chelsea saat ini juga telah menunjukkan kemampuan untuk mencapai babak-babak penting di kompetisi Eropa, meskipun itu adalah di ajang Conference League. Liga Champions adalah puncak kompetisi antarklub, dan meraih gelar bukanlah tugas yang mudah. Namun, tidak ada yang menyangka tim asuhan Thomas Tuchel bisa menjadi juara pada 2021. Kali ini, Chelsea harus dimasukkan dalam perbincangan.
Sepuluh tahun dari sekarang, bisa jadi seorang bintang Eropa saat ini akan mengenang kekalahan menyakitkan yang diakibatkan oleh Chelsea asuhan Maresca.
(LC/GN)
sumber : www.thechelseachronicle.com
Leave a comment