Disiplin Ala Guardiola: Manchester City Tetap Ganas Meski Hadapi Jadwal Padat
Pep Guardiola dikenal dengan tuntutan tinggi terhadap para pemainnya, bahkan hingga urusan berat badan saat musim perayaan. Namun, di Manchester City saat ini, tampaknya memang tidak banyak “lemak” yang perlu dipangkas. Kemenangan krusial di kandang Nottingham Forest memastikan City tetap berada di jalur persaingan gelar Premier League, menjaga jarak dua poin dari pemuncak klasemen Arsenal.
Sebelumnya, Guardiola sempat melontarkan ancaman akan mencoret siapa saja yang terlalu banyak berpesta saat Natal. Kini, performa apik timnya menunjukkan bahwa pesan tersebut diterima dengan baik.
Momentum di Hutan Trent
Kemenangan 2-0 atas Nottingham Forest pada akhir April 2024 lalu menjadi bukti terbaru momentum City yang menakutkan. Meskipun pertandingan tersebut bukan performa klasik City yang mendominasi sepenuhnya, tiga poin itu sangat vital dalam perburuan gelar. Pada pertandingan tersebut, tim asuhan Sean Dyche memberikan perlawanan sengit, membuat Erling Haaland kesulitan menciptakan peluang. Nikola Milenkovic dan Murillo berhasil membuat lini depan City frustrasi.
Meski demikian, City berhasil mengamankan kemenangan ke-delapan berturut-turut di semua kompetisi, melanjutkan tren positif mereka yang mengancam untuk membalikkan keadaan dalam perebutan gelar.
Jadwal Padat dan Adaptasi Guardiola
Manchester City menghadapi jadwal yang padat dengan sembilan pertandingan di bulan Januari, termasuk leg pertama semi-final Carabao Cup melawan Newcastle dan laga penutup fase grup Liga Champions. Namun, setelah sempat kalah di dua dari tiga pertandingan pembuka Premier League, City kini hanya kalah dua kali dalam 15 pertandingan terakhir dan menjadi tim dengan gol terbanyak di divisi ini.
Guardiola percaya bahwa timnya telah menemukan kembali ritme permainan mereka setelah meraih kemenangan penting ini. “Lebih penting bagaimana Anda menderita, bagaimana Anda bertahan, menerima bahwa Anda tidak bermain bagus dan bisa lebih baik serta tetap dalam permainan, jika tidak, tidak ada peluang,” ujar Guardiola.
Mantan kiper City, Joe Hart, yang pernah memenangkan dua gelar Premier League bersama klub, juga merasakan pentingnya kemenangan ini. “Lihat bagaimana mereka merayakan – mereka tahu mereka menjalani sore yang sulit. Itu adalah pertarungan mutlak tetapi itu adalah penampilan pemenang kejuaraan. Ketika punggung Anda tertekan, Anda menemukan jalan,” kata Hart kepada TNT Sports.
Perubahan Sikap Pasca-Piala Dunia Antarklub
Musim sebelumnya, City finis di urutan ketiga, 13 poin di belakang Liverpool, setelah sebelumnya memenangkan empat gelar berturut-turut. Ini adalah pukulan telak bagi Guardiola, dan ia mengungkapkan bahwa pembicaraan dari hati ke hati dengan skuad selama Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat pada musim panas lalu berhasil mengembalikan fokus mereka.
“Momen kritis berubah di Amerika Serikat pada Piala Dunia Antarklub. Kami melihat diri kami dan berbicara, dan banyak hal berubah dari sana,” jelas Guardiola.
“Sekarang ini adalah sebuah proses. Ketika kami memenangkan banyak gelar di Barcelona, Bayern Munich, dan di sini, Anda memiliki banyak pertandingan jenis ini. Bahasa tubuh, koneksi bagaimana kami dengan para penggemar – mereka mencintai para penjaga gawang, para penyerang, para pemain, karena mereka merasa tim ingin melakukannya, ingin berjuang satu sama lain.”
Kekuatan Skuat dan Kembalinya Rodri
City harus tampil tanpa Jeremy Doku, John Stones, Oscar Bobb, dan Mateo Kovacic yang cedera. Oleh karena itu, kembalinya Rodri ke skuad, setelah sempat berjuang dengan cedera hamstring, menjadi dorongan besar. Gelandang bertahan ini hanya bermain satu menit sejak Oktober, dan meskipun Guardiola tidak perlu menurunkannya dari bangku cadangan, kehadirannya saja sudah menambah narasi kuat dalam perburuan gelar City.
Dengan momentum yang terus terbangun dan kedalaman skuad yang luar biasa, Manchester City menunjukkan bahwa mereka siap memburu gelar dengan determinasi tinggi.
(LC/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
- arsenal
- barcelona
- Bayern Munchen
- Bayern Munich
- Champions League
- erling-haaland
- festive season
- Gianluigi Donnarumma
- jeremy-doku
- Joe Hart
- john-stones
- Klasemen
- Liga Champions
- liverpool
- manchester-city
- Murillo
- Nikola Milenkovic
- nottingham-forest
- Omar Marmoush
- Oscar Bobb
- Pep Guardiola
- Premier League
- Rayan Cherki
- rodri
- Tijjani Reijnders
- UCL
- UEFA Champions League
Leave a comment