Puskas Arena: Dari Jejak Legenda Puskas hingga Tuan Rumah Final Liga Champions 2026
BUDAPEST – Undangan resmi dari Asosiasi Jurnalis Olahraga Hongaria awal November 2025 untuk menghadiri Sport Forum Hungary 2025 International Sports Industry Conference segera memunculkan satu nama di benak: Puskas Arena. Bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia, nama Ferenc Puskas selalu dihormati sebagai duta besar olahraga. Masyarakat Hongaria pun sangat bangga akan legenda ini, menyebut tanah mereka sebagai ‘tanah PUSKAS’.
Kesempatan mengunjungi Puskas Arena datang pada 18 November 2025, bersama rekan-rekan jurnalis dari Aljazair, Panama, Kolombia, Taiwan, Azerbaijan, dan Slovakia. Wakil Presiden AIPS sekaligus jurnalis olahraga senior terkemuka, Dr. Zsuzsa Csisztu, memandu kami ke tempat yang memukau ini. Kami kemudian diperkenalkan kepada Presiden Asosiasi Jurnalis Olahraga Hongaria, Mr. Gyoroy Szollosi, yang menjelaskan sejarah perjalanan sepak bola Ferenc Puskas secara mendalam.
Saya terpukau melihat bagaimana arena ini memiliki museum empat lantai yang didedikasikan untuk Puskas. Banyak trofi dan memorabilia dipamerkan di sana. Bagian paling menarik di museum adalah narasi komentari sepak bola yang mengiringi tampilan masa mudanya, memberikan sensasi seolah berada di era tersebut. Suara kerumunan penonton membuat sejarah benar-benar terasa di dinding-dinding arena.
Apa yang Membuat Arena Ini Begitu Spesial bagi Pecinta Sepak Bola?
Mr. Gyoroy Szollosi menjelaskan keistimewaan stadion ini, menyoroti keterlibatan langsung Ferenc Puskas dalam pembangunannya di awal tahun 50-an.
“Sejarah stadion ini sangat istimewa karena Ferenc Puskas sendiri terlibat dalam pembangunan stadion ini di awal tahun 50-an. Ia bermain di pertandingan pembukaan dan tak terkalahkan sebagai kapten Hongaria dalam 85 pertandingan untuk tim nasional. Tim nasional Hongaria memenangkan medali emas di Olimpiade Helsinki dan medali perak Piala Dunia di Swiss 1954.”
Ia melanjutkan dengan momen penting dalam hidup sang legenda:
Kemudian Revolusi Hongaria terjadi pada tahun 1956, dan titik balik bersejarah ini mengubah kehidupan pribadi dan profesionalnya karena ia meninggalkan Hongaria, diskors oleh FIFA selama dua tahun, dan memulai hidup baru sebagai pemain Real Madrid di Madrid pada tahun 1958. Ia sudah berusia lebih dari 30 tahun, namun ia bermain selama 9 tahun lagi untuk Real Madrid, tim terhebat sepanjang masa.”
Puskas Arena Modern: Tuan Rumah Pertandingan Kelas Dunia
Tentang Puskas Arena yang baru, Szollosi menjelaskan rekam jejaknya sebagai tuan rumah pertandingan besar:
Stadion baru ini telah menjamu Barcelona, Manchester City, Juventus, Uruguay, Jerman, Belanda, Inggris, Italia, hampir semua negara dan klub sepak bola besar. Bahkan telah menjadi tuan rumah final Liga Europa dan Piala Super UEFA.”
Ia juga menegaskan tentang agenda besar yang akan datang:
“Namun pertandingan terbesar akan menjadi final Liga Champions yang akan dimainkan pada 30 Mei 2026.”
Persiapan Hongaria Menjelang Final Liga Champions 2026
Szollosi menjabarkan persiapan yang sedang dilakukan Hongaria untuk menjadi tuan rumah final Liga Champions.
“Musim sudah dimulai dan saat ini banyak tim besar Eropa berjuang untuk mencapai final Mei mendatang. Kami akan mengadakan banyak program sampai saat itu karena ini adalah rumah bagi final Liga Champions. Pertandingan sepak bola, acara keluarga, dan banyak acara khusus lainnya akan diselenggarakan hingga Mei tahun depan sampai final tiba di Puskas Arena.”
Ia juga mengingatkan tentang capaian Puskas yang luar biasa:
“Ferenc Puskas sendiri adalah sosok yang hebat karena ia memenangkan Piala Eropa tiga kali sebagai pemain Real Madrid, ia adalah top skor Liga Champions, dan ia juga mencetak empat gol di final tahun 1960 yang merupakan rekor tak terpecahkan hingga kini.”
Para penggemar sepak bola di Indonesia dapat menandai kalender mereka. Final Liga Champions 2026 akan berlangsung pada hari Sabtu, 31 Mei 2026, pukul 02.00 WIB. Pertandingan puncak ini diperkirakan akan disiarkan langsung melalui platform streaming Vidio serta stasiun televisi SCTV, seperti tradisi siaran Liga Champions di Indonesia.
Alternatif untuk Penggemar yang Tak Bisa Hadir di Final
Bagi penggemar yang mungkin tidak bisa mendapatkan tiket final, Szollosi juga menjanjikan kegiatan menarik lainnya.
“Akan ada acara lain sehari sebelum final dengan mantan pemain sepak bola di Sports Hall di sebelah Puskas Arena. Itu akan menjadi pertunjukan sepak bola fantastis lainnya dan para penggemar dapat menikmatinya.”
Ia menutup dengan harapan dan sambutan hangat kepada para penggemar sepak bola:
“Kami ingin melihat penggemar dan pendukung sepak bola dari Indonesia juga. Kami ingin menyambut penggemar sepak bola dari Indonesia ke final Liga Champions di Puskas Arena ini.”
Puskas Arena bukan sekadar stadion modern; ia adalah kesaksian bisu bagi sejarah, gairah, dan semangat sepak bola yang tak lekang oleh waktu.
(LC/GN)
sumber : themeghalayanexpress.com
Leave a comment