Heung-min Son Kembali ke Tottenham untuk Perpisahan Emosional
Heung-min Son, sang bintang yang pernah menjadi kapten Tottenham Hotspur, dijadwalkan kembali ke Tottenham Hotspur Stadium pekan depan. Kedatangannya kali ini adalah untuk mengucapkan salam perpisahan secara resmi kepada para suporter sebelum pertandingan Liga Champions melawan Slavia Prague.
Klub telah mengonfirmasi bahwa Son akan memasuki lapangan sebelum kick-off. Ia akan memiliki kesempatan untuk berbicara di hadapan ribuan penggemar, sesaat sebelum para pemain utama melangkah keluar menuju lapangan hijau.
“Ketika saya mengumumkan keputusan saya di musim panas, itu di Korea, dan saya tidak pernah mendapatkan kesempatan yang layak untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar di stadion,” ujar Son.
Son bergabung dengan Tottenham dari Bayer Leverkusen pada tahun 2015. Selama sembilan tahun kariernya yang gemilang bersama The Lilywhites, ia berhasil mencetak 173 gol di semua kompetisi, menjadikannya pencetak gol terbanyak kelima dalam sejarah klub.
Di bawah arahan Ange Postecoglou, Son sempat ditunjuk sebagai kapten tim. Meski belum berhasil mempersembahkan trofi, ia selalu menjadi tulang punggung serangan tim. Penampilan terakhirnya untuk Tottenham adalah dalam pertandingan persahabatan melawan Newcastle United di Seoul pada bulan Agustus, sebelum ia memutuskan hijrah.
Setelah pindah ke Major League Soccer (MLS) bersama Los Angeles FC (LAFC) musim panas lalu, Son langsung menunjukkan kelasnya. Ia membuat dampak instan dengan mencetak 14 gol dalam 13 penampilan, dengan klub membangun serangan mereka di sekelilingnya.
Penghormatan Abadi di Jalan Raya
Sebagai bentuk penghormatan abadi, Tottenham juga mengonfirmasi bahwa pembangunan mural jalan yang merayakan Son telah dimulai di Tottenham High Road. Karya seni ini akan menjadi tribut permanen atas kontribusi dan pengaruh besarnya di klub.
Mural tersebut sedang dipasang dekat stadion dan dirancang untuk mencerminkan statusnya sebagai salah satu pemain paling populer dan dicintai sepanjang sejarah klub.
Kepergian Son juga menandai berakhirnya salah satu kemitraan menyerang paling produktif di sepak bola Inggris modern. Kombinasi permainannya bersama Harry Kane telah menjadi bagian integral dari identitas dan gaya bermain Tottenham selama bertahun-tahun.
Kembalinya Son ke stadion diperkirakan akan menarik banyak penonton dan memberikan suasana sentimental yang mendalam. Momen ini terjadi di tengah periode yang belum stabil bagi tim di lapangan dalam ajang Eropa.
(LC/GN)
sumber : footballtoday.com
Leave a comment