Home Sepakbola Champions League UCL Berubah: Yang Kecil Kian Sulit?
Champions League

UCL Berubah: Yang Kecil Kian Sulit?

Share
UCL Berubah: Yang Kecil Kian Sulit?
Share

UEFA dan Liga Super Diam-diam Bahas Perubahan Radikal Liga Champions

Negosiasi rahasia antara Union of European Football Associations (UEFA) dan perwakilan Liga Super (turnamen eksklusif untuk klub-klub terkuat Eropa yang diumumkan pada 2021 namun proyeknya tidak pernah diluncurkan karena tekanan UEFA) telah berlangsung selama lebih dari delapan bulan. Pembicaraan ini dilaporkan sedang membahas potensi perubahan signifikan yang bisa mulai berlaku paling cepat pada tahun 2027.

Format Baru Liga Champions?

Ide utama yang sedang digodok adalah mempertahankan sistem yang sudah ada, yaitu ‘fase grup + babak gugur’, namun dengan beberapa penyesuaian besar. Jumlah peserta direncanakan akan bertambah menjadi 36 tim, yang kemudian akan dibagi ke dalam dua grup berisi masing-masing 18 klub. Grup pertama akan diisi oleh tim-tim dengan peringkat tertinggi, sementara grup kedua akan menampung tim-tim lainnya.

Setiap tim akan memainkan delapan pertandingan (empat laga kandang dan empat laga tandang), tetapi hanya melawan lawan dari grup mereka sendiri. Delapan klub teratas dari grup pertama akan langsung lolos ke babak 16 besar. Namun, format untuk tim-tim sisanya masih belum pasti, dengan babak 32 besar menjadi salah satu opsi yang sedang didiskusikan.

Salah satu tujuan utama reformasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas pertandingan di fase grup dan mengurangi jumlah laga yang dianggap “kurang menarik” karena melibatkan tim-tim yang sangat inferior. Sebagai contoh, ini berarti pertandingan seperti Kairat (Kazakhstan) melawan Real Madrid (Spanyol), yang biasa terlihat di Liga Champions saat ini, kemungkinan besar tidak akan terjadi lagi. Perubahan ini tentu tidak akan menguntungkan klub dan penggemar dari negara-negara sepak bola yang lebih kecil, karena mereka secara esensial akan kehilangan kesempatan untuk berhadapan dengan tim-tim bintang. Di sisi lain, mereka yang lebih suka menonton pertandingan antartim yang seimbang akan merasa diuntungkan.

Baca juga:  Drama WSL: Freya Godfrey gemilang bawa London City menang derby, Liverpool & West Ham apes!

Pergeseran Siaran dan Sumber Pendapatan

Perubahan juga sedang dipertimbangkan terkait penayangan pertandingan Liga Champions. Salah satu ide adalah siaran televisi tradisional akan menjadi bagian dari masa lalu, dan platform internet terpisah akan dibuat khusus untuk menayangkan pertandingan.

Mengenai potensi perubahan pada sistem kualifikasi untuk turnamen internasional papan atas, motivasi utama UEFA saat ini adalah menurunnya minat penggemar dan pendapatan dari siaran pertandingan semacam itu. Sebaliknya, di ajang seperti Nations League, di mana tim-tim dengan level yang sebanding sebagian besar bermain satu sama lain, minat dan pendapatan justru meningkat. Oleh karena itu, sebuah formula sedang dicari yang dapat mengakomodasi semua kepentingan.

Masa Depan Kualifikasi Internasional

Ada dua opsi utama yang sedang didiskusikan untuk sistem kualifikasi Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa:

  • Peran Nations League yang Diperluas: Salah satu opsi adalah memperluas peran Nations League dalam kualifikasi Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa. Namun, ada kekhawatiran bahwa sistem promosi dan degradasi antar divisi dapat mengurangi jumlah pertandingan di mana tim-tim yang tidak dianggap raksasa sepak bola dunia bermain melawan lawan-lawan top. Pertemuan semacam itu seringkali membawa keuntungan finansial yang signifikan bagi negara-negara sepak bola yang lebih sederhana.
  • Adaptasi Sistem Swiss: Opsi lain yang dibahas adalah adaptasi sistem Swiss yang saat ini digunakan di Liga Champions. Menurut sistem ini, ke-55 tim nasional Eropa akan memainkan 6 atau 8 pertandingan melawan lawan yang berbeda yang ditentukan oleh peringkat. Hasil dari semua pertandingan akan membentuk satu tabel tunggal yang akan menentukan tim-tim yang lolos kualifikasi. Akibatnya, jumlah pertandingan antara raksasa sepak bola akan meningkat. Namun, pertandingan melawan lawan yang secara teori lebih lemah tidak akan sepenuhnya hilang, karena pertandingan semacam itu juga diperlukan untuk pengembangan olahraga di negara-negara kecil.
Baca juga:  Real Madrid 4-3 Olympiacos: Pesta Gol Penuh Drama!

Diskusi ini menunjukkan keinginan kuat untuk mereformasi lanskap sepak bola Eropa, menyeimbangkan antara daya tarik komersial dan pengembangan olahraga. Hasil dari negosiasi ini berpotensi mengubah wajah kompetisi elite Eropa secara fundamental, dengan dampak yang luas bagi klub, penggemar, dan federasi di seluruh benua.

(LC/GN)
sumber : news.inbox.lv

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Gabriel, Rice, dan Trossard Kembali Jelang Perempat Final Liga Champions

Gabriel, Rice, dan Trossard kembali berlatih menjelang perempat final Liga Champions, siap...

Kompany: Siap Hadapi Real Madrid dalam Versi Terbaiknya!

Kompany menegaskan kesiapan timnya untuk menghadapi Real Madrid, dengan optimisme tinggi dan...

Prediksi Seru: Real Madrid Hadapi Bayern Munich di Liga Champions!

Real Madrid bersiap menghadapi Bayern Munich dalam pertandingan Liga Champions yang seru....

Siapa yang Unggul di Pertarungan Real Madrid vs Bayern Munich?

Pertarungan antara Real Madrid dan Bayern Munich selalu memikat, menampilkan strategi brilian...