Aston Villa Umumkan Harga Tiket Liga Europa dengan Cepat
Aston Villa bertindak cepat untuk mengumumkan harga tiket bagi pertandingan perempat final Liga Europa. Semakin cepat informasi tiket dirilis, semakin mudah bagi pendukung untuk memutuskan apakah akan membeli, dan dalam teori, peluang terjualnya tiket di Villa Park pun meningkat. Hal ini menjadi perhatian mengingat tidak ada laga Eropa di stadion tersebut yang terjual habis musim ini.
Setelah Villa mengamankan tempat di perempat final setelah mengalahkan Lille dengan agregat 3-0, harga tiket untuk leg kedua melawan Bologna pada 16 April segera diumumkan. Hal yang perlu dicatat adalah bahwa tiket dewasa akan dikenakan biaya £10 (sekitar Rp 220 ribu) lebih mahal, tanpa memperhatikan apakah pembeli sudah memiliki tiket musiman atau belum.
Sumber yang dekat dengan situasi ini menyampaikan bahwa klub berusaha keras untuk menyampaikan harga tiket dengan cepat namun juga ingin memaksimalkan nilai yang didapat. Berbeda dengan Nottingham Forest dan Crystal Palace, yang memiliki laga kandang Eropa di perempat final Liga Europa dan Liga Konferensi, mereka tidak mengumumkan harga tiket hingga 24 jam setelah Villa. Begitu juga dengan Bologna, yang akan menjamu leg pertama pekan depan.
Harga Tiket dan Kategori Penonton
Untuk penonton dewasa tanpa tiket musiman, harga tiket untuk leg kedua di Villa Park berkisar antara £65 hingga £77. Khusus untuk pemegang tiket musiman, harga ditetapkan di £60. Harga tiket di zona satu, kategori tiket termahal, tidak berubah meski pembeli adalah dewasa, anggota militer, di atas 66 tahun, atau termasuk dalam kategori anak di bawah 14 atau 18 tahun.
Tanggapan terhadap harga tiket Villa seringkali negatif. Ini bukanlah kali pertama, mengingat Liverpool memiliki harga tiket yang lebih merata untuk semua laga Liga Champions, yaitu antara £30 hingga £61.
Kendala Penjualan Tiket
Meskipun Villa merasa kecewa dengan penjualan tiket di Liga Europa, lawan-lawannya di fase liga tidak terbilang glamor — termasuk Bologna, Maccabi Tel Aviv, Young Boys, dan Red Bull Salzburg. Villa juga merasakan atmosfer Liga Champions musim lalu dengan menjamu Bayern Munich, Juventus, dan Paris Saint-Germain.
Dengan 37.583 penonton di Villa Park, angka itu menjadi yang terendah kelima dari 22 pertandingan kandang di semua kompetisi musim ini. Banyaknya kursi kosong jelas menjadi perhatian, terlebih ada keinginan internal yang didorong oleh Unai Emery dan stafnya untuk meningkatkan atmosfer stadion.
Emery dan departemen sepak bola Villa secara terbuka dan pribadi telah menyampaikan simpati mereka kepada para penggemar terkait kenaikan harga tiket. Sayangnya, mereka tidak memiliki otoritas untuk mengubah keputusan klub.
Keberlanjutan Penjualan dan Faktor Ekonomi
Korban dari situasi ini adalah penggemar yang harus merogoh kocek lebih dalam. Villa mengubah pertandingan melawan Lille menjadi kategori dua, meski sebelumnya pada 29 Mei lalu, mereka mengumumkan semua laga knockout Liga Europa akan dikenakan kategori satu. Hal ini dianggap klub untuk membuatnya lebih terjangkau.
Namun, harga tiket yang kembali ke kategori satu untuk laga melawan Bologna memicu kritik dari pendukung yang merasa bahwa kenaikannya signifikan. Meski demikian, indikasi awal menunjukkan penjualan untuk laga tersebut berjalan baik dengan hampir 20.000 tiket terkonfirmasi oleh pemegang tiket musiman dalam empat hari pertama setelah dibuka untuk prioritas.
Club sources menyatakan bahwa harga tiket hanya dapat dinaikkan hingga batas tertentu. Ada kekhawatiran jika tiket menjadi terlalu mahal, beberapa bagian stadion dapat menunjukkan tanda-tanda kosong, sebuah pandangan yang tidak diinginkan oleh siapapun, termasuk Emery.
Faktor Sosial Ekonomi
Penting untuk dicatat bahwa Villa Park terletak di Aston, salah satu daerah yang paling terpuruk secara finansial di Birmingham. Menurut fakta yang diberikan oleh Dewan Kota Birmingham, 58,6 persen anak-anak di sana hidup dalam kemiskinan. Villa harus mempertimbangkan hal ini dalam menentukan harga tiket, terutama jika dibandingkan dengan daerah kaya lainnya seperti Chelsea atau Fulham.
Sebagian pihak berpendapat bahwa harga tiket tidak mempengaruhi atmosfer. Sebagian besar melihat bahwa kurangnya daya tarik Liga Europa berperan, ditambah dengan kick-off pada hari Kamis yang mungkin kurang menarik dibandingkan dengan pertandingan Liga Champions pada Selasa dan Rabu.
Klub berharap pentingnya laga perempat final akan meningkatkan penjualan tiket. Namun, pertanyaannya tetap: sampai kapan biaya ini dapat ditanggung oleh pendukung? Discours mengenai harga tiket untuk Bologna pasti bukan yang terakhir kalinya dibahas.
(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment