Statistik Pertemuan Atlético Madrid dan Barcelona Musim Ini
Atlético Madrid dan Barcelona akan bertemu untuk keenam kalinya musim ini. Pertandingan kali ini mencakup dua laga di LaLiga, dua di Copa del Rey, dan dua di UEFA Champions League. Ini menjadi jumlah pertemuan terbanyak di satu musim sejak 2013-14, dan hanya di musim 1985-86 keduanya bertemu lebih dari enam kali dalam musim yang sama, yakni delapan kali.
Kemenangan Atlético Madrid
Di laga pertama, Atlético Madrid berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona dan juga mencatat kemenangan signifikan 4-0 di Copa del Rey. Terakhir kali Atlético mengalahkan Barcelona tiga kali dalam satu musim adalah pada 1995-96.
Statistik Pertandingan
Sejak awal musim lalu, Atlético Madrid mengalami setengah dari total kekalahannya di Stadion Riyadh Air Metropolitano melawan Barcelona (3 dari 6 kekalahan). Barcelona menjadi satu-satunya tim yang berhasil meraih lebih dari satu kemenangan di stadion tersebut, dengan total tiga kemenangan. Tim lain yang mencatat kemenangan di tempat ini sejak awal musim 2024-25 adalah Real Betis, Lille, dan Bodø/Glimt, masing-masing satu kali.
Kekalahan Barcelona di Eropa
Kekalahan 2-0 Barcelona di Camp Nou dari Atlético Madrid merupakan yang ke-195 dalam sejarah UEFA Champions League, di mana sebuah tim kalah di leg pertama knockout dengan margin dua gol atau lebih. Dari 194 pertandingan sebelumnya, hanya dua tim yang berhasil melanjutkan langkah ke babak selanjutnya, yaitu Manchester United pada 2018-19 dan Ajax pada 1968-69.
Kinerja di Liga Champions
Atlético Madrid telah memenangkan lima dari enam pertandingan di kandang di UEFA Champions League musim ini, dengan satu kekalahan. Tidak ada tim lain yang mencetak lebih banyak gol di kandang daripada pasukan Diego Simeone, yang mencatat total 20 gol.
Di sisi lain, Barcelona tercatat sebagai tim yang paling banyak kebobolan di UEFA Champions League sejak musim lalu, dengan total 43 gol. Mereka juga telah kebobolan dalam 14 pertandingan terakhir, dan belum ada tim asal Spanyol yang gagal meraih clean sheet dalam 15 pertandingan berturut-turut di kompetisi ini.
Taktik dan Performa Pemain
Pada musim ini, Barcelona hanya berada dalam formasi low block sebanyak 8% dalam fase build-up lawan, persentase terendah di antara tim lainnya. Sementara itu, tim Hansi Flick berada di posisi teratas dalam persentase waktu di high block, yang mencapai 51% saat melawan build-up lawan.
Pencapaian Julián Alvarez
Julián Alvarez dari Atlético Madrid telah mencetak sembilan gol di UEFA Champions League musim ini, menjadi pencetak gol terbanyak dalam satu kampanye di sejarah klub. Radamel Falcao adalah satu-satunya pemain yang mampu mencapai dua digit dalam satu musim Eropa untuk klub, dengan total 12 gol di UEFA Europa League 2011-12.
Alvarez juga memimpin dalam hal tekanan intensitas tinggi yang diterapkan, dengan catatan 767 tekanan, dan hanya Ayoub El Kaabi yang menerapkannya lebih banyak di dalam kotak penalti (123) dibandingkan Alvarez (116).
Performa Lamine Yamal
Lamine Yamal menjadi pemain Barcelona dengan dribble sukses terbanyak (37) dan total tembakan (32) di UEFA Champions League musim ini. Hanya dia yang menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan pemain lainnya (20), sementara Fermín López terlibat dalam lebih banyak gol (9 – 5 gol, 4 assist).
Pertemuan mendatang antara Atlético Madrid dan Barcelona akan sangat berpengaruh terhadap posisi kedua tim di kompetisi ini dan akan menjadi ajang penting bagi kedua pelatih dalam mengatur strategi untuk meraih kemenangan dalam pertemuan yang krusial ini.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.co.uk
Leave a comment