Statistik Menarik Jelang Pertandingan Chelsea vs Paris SG
Chelsea belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir mereka di UEFA Champions League melawan Paris SG, dengan catatan 2 imbang dan 3 kekalahan. Ini menjadi rekor terlama mereka tanpa kemenangan melawan satu tim di kompetisi ini, menyamai catatan mereka melawan Bayern Munich dari April 2005 hingga September 2025.
Catatan Paris SG
Paris SG tidak terkalahkan dalam lima laga terakhir mereka melawan tim-tim Inggris di UEFA Champions League, dengan rincian 4 kemenangan dan 1 imbang. Jika mereka berhasil meraih hasil positif pada pertandingan kali ini, ini akan menjadi kali pertama mereka mencatat enam laga tanpa kalah melawan tim Inggris di kompetisi ini.
Peluang Lolos Paris SG
Paris SG berupaya untuk melanjutkan perjalanan mereka dari babak knockout UEFA Champions League untuk keempat kalinya berturut-turut melawan lawan asal Inggris. Sebelumnya, mereka berhasil melewati Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal di fase yang sama. Sebelum musim lalu, Paris hanya berhasil lolos dari dua dari enam pertemuan knockout mereka melawan tim Inggris.
Kembali dari Defisit
Chelsea berada dalam posisi sulit dengan defisit tiga gol di leg pertama. Dalam sejarah UEFA Champions League, hanya satu tim yang berhasil membalikkan keadaan setelah kalah di leg pertama dengan margin tiga gol: Deportivo La Coruña yang berhasil mengalahkan AC Milan di perempat final 2003-04 setelah kalah 1-4 di leg pertama dan menang 4-0 di leg kedua.
Rekor Chelsea di Fase Knockout
Chelsea mengalami kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir mereka di babak knockout UEFA Champions League dan belum pernah sebelumnya kalah empat kali berturut-turut. Di leg pertama, mereka kebobolan lima gol, hanya dua gol lebih sedikit dari rekor terbanyak yang mereka terima dalam satu rangkaian pertandingan knockout, yaitu tujuh gol melawan Bayern Munich di 2019-20.
Kinerja Luis Enrique di Fase Knockout
Di bawah kepelatihan Luis Enrique, Paris SG memenangkan 66,7% pertandingan mereka di babak knockout UEFA Champions League (12 dari 18 pertandingan). Persentase kemenangan ini menjadi yang tertinggi bersama di antara pelatih dengan lebih dari 15 pertandingan knockout, setara dengan catatan Barcelona di bawah Enrique (66,7% – 10 dari 15).
Statistik Pertandingan Pertama
Dalam leg pertama antara Paris SG dan Chelsea, tercipta tujuh gol dari 18 percobaan tembakan. Ini mencatatkan tingkat konversi tertinggi kedua dalam sejarah pertandingan knockout di UEFA Champions League sejak 2003-04, hanya kalah dari Manchester City yang mencatatkan 41,2% melawan Schalke 04 pada Maret 2019.
Para Pencetak Gol Paris SG
Paris SG mencatatkan 13 pencetak gol yang berbeda (tidak termasuk gol bunuh diri) di UEFA Champions League musim ini, menjadikannya sebagai yang terbanyak dalam satu edisi, melampaui 12 pencetak gol pada musim lalu saat mereka meraih gelar juara.
Performa Enzo Fernández dan Kvaratskhelia
Enzo Fernández menjadi pemain Chelsea dengan keterlibatan gol terbanyak musim ini di UEFA Champions League, mencatat 5 keterlibatan (3 gol, 2 assist), termasuk mencetak dan memberikan assist di leg pertama melawan Paris SG. Ia juga memimpin dalam hal umpan yang memecah lini pertahanan (12) dan peluang yang diciptakan (13).
Sementara itu, Khvicha Kvaratskhelia memiliki rata-rata satu gol (6) atau assist (4) setiap 63 menit dalam musim ini, dengan total 10 keterlibatan gol dari 10 laga, menjadi rasio terbaik oleh pemain Paris SG dengan lebih dari 5 keterlibatan gol dalam satu edisi, mengungguli Kylian Mbappé di musim 2022-23.
Informasi Pertandingan
Pertandingan leg kedua antara Chelsea dan Paris SG dijadwalkan berlangsung pada tanggal XX bulan depan. Kick-off akan dilakukan pada pukul XX:XX WIB. Pertandingan ini dapat disaksikan secara langsung melalui stasiun TV lokal seperti RCTI atau melalui platform streaming resmi.
Kedua tim akan berjuang keras untuk mendapatkan hasil positif dalam laga ini, dengan Paris SG berupaya memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka, sementara Chelsea berambisi untuk membalikkan keadaan meski dalam posisi yang sulit.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.co.uk
Leave a comment