/https%3A%2F%2Fmedia.footballgroundguide.com%2Fmain%2F2026%2F03%2FFotoJet-1-5.jpg)
Klub Italia, Como, sedang menikmati kebangkitan yang luar biasa dalam beberapa musim terakhir, dengan peluang untuk mendapatkan tempat di UEFA Champions League semakin dekat.
Namun, meski jika berhasil, kualifikasi untuk kompetisi elit Eropa ini akan menjadi sejarah bagi klub asal Lombardy, tantangan logistik dan stadion juga akan muncul akibat keterbatasan tempat mereka saat ini, Stadion Giuseppe Sinigaglia yang indah.
Masalah Stadion Como Jika Terlaksananya Liga Champions
Stadion yang terletak di tepi danau ini tidak memenuhi syarat UEFA untuk menyelenggarakan pertandingan Champions League. Ini menjadi kendala terbesar bagi Como saat ini.
Jika upgrade tidak selesai tepat waktu, Como kemungkinan harus memindahkan pertandingan “kandang” mereka ke stadion lain.
Meskipun sudah ada investasi untuk meningkatkan fasilitas, stadion ini masih kekurangan beberapa fitur yang menjadi syarat UEFA, termasuk infrastruktur yang memadai dan area hospitality.
Apabila renovasi yang diperlukan tidak selesai sebelum kompetisi dimulai, Como harus mencari tempat lain untuk melaksanakan pertandingan mereka.
Stadion Giuseppe Sinigaglia bisa dibilang salah satu venue sepak bola paling menawan di Eropa, terletak di tepi Danau Como, namun kecantikannya juga menyoroti keterbatasan yang ada.
Kapasitas saat ini berkisar antara 10.000 hingga 13.000 tempat duduk, tergantung pada konfigurasi, dan karena lokasinya yang sentral serta bentuk bangunan yang bersejarah, perubahan besar untuk stadion ini sudah terbukti sulit, terutama dalam hal aliran penonton dan peningkatan infrastruktur.
Alternatif Stadion yang Dipertimbangkan
Dalam menghadapi ketidakpastian ini, Como telah menjajaki kemungkinan untuk menggunakan stadion cadangan. Dua venue di Italia utara saat ini dipertimbangkan sebagai rumah sementara, yakni Bluenergy Stadium (Udinese) dan Mapei Stadium – Citta del Tricolore (Sassuolo).
Stadion di Reggio Emilia dianggap sebagai pilihan yang lebih disukai karena lokasinya yang lebih mudah diakses bagi para pendukung.
Kondisi ini bukan hal baru, karena klub-klub Italia seperti Atalanta pernah memainkan pertandingan Eropa di stadion berbeda saat sedang melakukan renovasi.
Rencana Pengembangan Jangka Panjang
Kelompok pemilik klub yang dipimpin oleh miliarder Indonesia, Robert dan Michael Hartono, telah mengungkapkan rencana besar untuk mengembangkan stadion tersebut.
Proyek ini bertujuan untuk memodernisasi Sinigaglia dan meningkatkan kapasitasnya menjadi antara 15.000 hingga 20.000 tempat duduk, sembari mempertahankan keindahan pemandangan tepi danau.
Namun, pengembangan ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun, dengan target penyelesaian pada tahun 2028, sehingga tidak akan menyelesaikan masalah kualifikasi Champions League dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Kualifikasi Como untuk Champions League akan menjadi salah satu cerita menarik dalam sepak bola modern, namun ini juga menegaskan pentingnya infrastruktur dalam kompetisi Eropa. Meskipun Sinigaglia adalah stadion yang menawan, ukuran dan fasilitasnya yang ketinggalan zaman menunjukkan mengapa klub-klub kecil sering mengalami kesulitan ketika memasuki panggung Liga Champions.
(LC/GN)
sumber : footballgroundguide.com
Leave a comment