Xabi Alonso Resmi Tinggalkan Real Madrid: Tekanan, Supercopa, dan Standar Tak Termaafkan Los Blancos
Kabar mengenai kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid mungkin tidak mengejutkan para penggemar Los Blancos. Namun, beberapa suporter yang ditemui garisfinish.com masih merasakan kekecewaan dan menganggap keputusan ini terlalu dini.
Posisi Alonso memang telah menjadi sorotan selama beberapa bulan terakhir. Serangkaian hasil negatif secara bertahap mengikis kepercayaan terhadap kepemimpinannya, ditambah lagi sorakan boo dari suporter dalam beberapa pertandingan terakhir yang jelas menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap performa tim.
Tekanan yang Tak Tertahankan
Tekanan mulai memuncak setelah kekalahan mengejutkan 2-0 di kandang dari Celta Vigo pada bulan Desember. Hasil itu membuat Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona di La Liga dan memicu diskusi internal mengenai masa depannya. Tekanan semakin intens setelah kekalahan 2-1 dari Manchester City di Liga Champions, yang bertepatan dengan periode panjang performa inkonsisten. Beberapa penggemar bahkan sudah mengharapkan Alonso dipecat setelah pertandingan itu.
Titik Balik di Supercopa
Momen krusial akhirnya tiba pada Minggu lalu, ketika Real Madrid kalah 4-3 dari Barcelona di final Supercopa. Meskipun El Real bermain tanpa Kylian Mbappe di sebagian besar pertandingan dan gagal memanfaatkan peluang emas di menit-menit akhir untuk membawa pertandingan ke babak adu penalti, kekalahan tersebut membuat Presiden Florentino Perez tidak punya pilihan lain.
Ditambah dengan fakta bahwa mereka tertinggal empat poin dari rivalnya di puncak klasemen La Liga dan berada di posisi ketujuh dalam klasemen Liga Champions, kekalahan di Supercopa tersebut pada akhirnya menyegel nasib Alonso.
Hubungan dengan Vinicius Junior
Faktor lain yang kemungkinan besar mempengaruhi keputusan ini adalah hubungan yang semakin renggang antara Alonso dan Vinicius Junior.
Sejumlah laporan menyebut hubungan mereka memburuk setelah Vinicius bereaksi marah saat diganti dalam El Clasico. Setelah kejadian itu, sang penyerang beberapa kali tidak masuk dalam starting line-up, yang semakin memperkeruh suasana. Sebagai salah satu pemain penyerang paling menentukan bagi Real Madrid, ketegangan yang melibatkan Vinicius tentu memiliki bobot tersendiri di dalam klub. Namun, Alonso kemudian sempat angkat bicara mengenai masalah ini, menyatakan bahwa semuanya telah diselesaikan dan ia menegaskan hubungan mereka baik-baik saja.
Pembelaan Jude Bellingham
Sebelum final Supercopa pekan lalu, Jude Bellingham sempat ditanya mengenai masa depan Alonso di Real Madrid. Ia dengan tegas menyatakan bahwa ruang ganti sepenuhnya mendukung sang pelatih.
“Di Madrid, ada kecenderungan untuk sedikit bereaksi berlebihan di saat-saat sulit, tapi itulah mengapa kami ada di sini. Itulah mengapa kami menyukainya. Dari sudut pandang saya, kami semua mendukungnya, tapi keputusan itu berada jauh di atas kepala saya,” kata Bellingham.
“Kami tahu apa yang terjadi di dalam ruang ganti. Banyak momen buruk yang dibuat-buat atau dilebih-lebihkan. Cerita dari luar tidak membantu karena memberikan gambaran yang menyesatkan kepada para penggemar, tapi kami mendukung pelatih. Dan kami 100% di belakang Vini. Tidak ada masalah.”
Standar Tinggi Real Madrid
Ini adalah pengingat akan standar Real Madrid yang tidak kenal kompromi. Dalam 34 pertandingan di bawah asuhan Alonso, Real Madrid berhasil memenangkan 24 di antaranya, dengan enam kekalahan dan empat hasil imbang.
Seperti yang dikatakan oleh salah satu penggemar Real Madrid, Ignacio, kepada garisfinish.com, “Madrid adalah klub yang sangat menuntut dan kami memiliki sedikit kesabaran, yang sampai batas tertentu bagus karena itu adalah bagian dari yang membuat kami hebat. Tapi saya pikir ini adalah kesalahan. Kami masih punya peluang di semua kompetisi dan para penggemar mendukung Xabi, yang merupakan legenda klub.” Kepergian Alonso sekali lagi menegaskan bahwa hanya kemenangan dan performa konsisten yang bisa menjamin kursi pelatih di klub sebesar Real Madrid.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment