Bayern Munich Pertimbangkan Tutup Seluruh Südkurve Akibat Ulah Suporter
Bayern Munich sedang mempertimbangkan langkah drastis untuk menutup seluruh tribun Südkurve di Allianz Arena pada pertandingan Liga Champions berikutnya. Keputusan ini muncul setelah klub berulang kali menghadapi denda dan larangan penonton dari UEFA akibat insiden yang melibatkan suporter mereka.

Ancaman Penutupan Penuh
Sebelumnya, larangan yang dijatuhkan UEFA untuk pelanggaran suporter dalam pertandingan melawan Sporting Lisbon dan Arsenal akan diberlakukan dengan menutup empat blok di tribun tersebut. Namun, CEO Bayern, Jan-Christian Dreesen, mengungkapkan bahwa penutupan seluruh Südkurve untuk laga kontra Union Saint-Gilloise sedang dalam pembahasan serius.
“Kami harus menutup blok 111 hingga 114. Tetapi kami secara serius mempertimbangkan untuk menutup seluruh Südkurve. Kami sudah mendiskusikan itu, namun belum membuat keputusan final,” kata Dreesen.
“Kami bisa saja dengan mudah mengatakan kami menutupnya [Südkurve] sepenuhnya. Tapi itu akan berdampak pada orang-orang yang sama sekali tidak terlibat. Dalam kasus itu, kami akan menawarkan pengembalian dana kepada mereka yang tidak berada di blok 111 hingga 114.”
“Kami tidak ingin membiarkan mereka yang seharusnya terkena dampak [larangan] entah bagaimana berhasil mendapatkan tiket di tempat lain. Saya sangat kesal. Itu sama sekali tidak perlu,” tambahnya.
Dreesen juga mengingatkan bahwa Bayern sedang dalam masa percobaan karena insiden dalam pertandingan Liga Champions melawan Leverkusen musim lalu. Ia secara tegas mengimbau para suporter yang secara rutin menggunakan piroteknik untuk menyadari bahwa tindakan mereka merugikan klub dan tidak ditoleransi oleh mayoritas fans di stadion.
Dampak Potensial dan Reaksi Fans
Keputusan untuk menutup seluruh Südkurve, meskipun dilakukan dengan alasan disipliner, bisa berpotensi merenggangkan hubungan klub dengan kelompok suporter inti mereka. Südkurve dikenal sebagai jantung dukungan hardcore Bayern, tempat para penggemar paling vokal berkumpul untuk mendukung tim kesayangan mereka.
Langkah ini, jika benar-benar diambil, akan menjadi pesan kuat dari manajemen klub mengenai toleransi terhadap pelanggaran aturan, namun juga menghadapi risiko adanya potensi gejolak dari basis penggemar setia.
(LC/GN)
sumber : bulinews.com
Leave a comment