Perjalanan Rollercoaster Gabriel Martinelli: Dari Dicap ‘Idiot’ hingga Hat-trick Gemilang
Nama Gabriel Martinelli menjadi sorotan utama dalam beberapa hari terakhir, melalui perjalanan emosional dari dicap ‘idiot’ hingga mencetak hat-trick yang brilian. Winger Arsenal ini mengalami pekan yang penuh gejolak, namun berhasil bangkit dengan performa yang membungkam kritik.
Insiden Kontroversial dan Permintaan Maaf
Sebelumnya, Martinelli mendapat kritik pedas karena insiden di penghujung pertandingan Arsenal kontra Liverpool yang berakhir imbang 0-0 pada Kamis lalu. Kala itu, ia terlihat mencoba mendorong keluar Conor Bradley yang sedang cedera dari lapangan. Aksi tersebut menuai kecaman luas, dan Martinelli kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial.
Kebangkitan Sang Winger Lewat Hat-trick
Namun, hanya berselang tiga hari, Martinelli menunjukkan respons kelas dunia. Ia mencetak hat-trick pertamanya untuk Arsenal saat timnya bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan tim Championship, Portsmouth, di Piala FA pada Minggu kemarin. Kemenangan ini mengantarkan The Gunners melaju ke putaran keempat kompetisi. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyebut performa Martinelli sebagai bukti “kepribadian” sang pemain.
Pujian Mikel Arteta untuk Karakter Martinelli
Mikel Arteta menanggapi bagaimana Martinelli menghadapi diskusi intens tentang dirinya.
“Itu adalah bagian dari sepak bola, dan kemudian bagaimana Anda menghadapinya,” ujar Arteta. “Tapi dia tahu dari dalam alasan mengapa dia melakukan apa yang dia lakukan.”
Arteta juga memuji respons bijak dari pelatih Liverpool, yang membela Martinelli atas insiden tersebut.
“Saya pikir pelatih Liverpool berbicara dengan sangat brilian setelah pertandingan – berbicara tentang lawan Anda dengan cara dia menjelaskan situasi dan fakta bahwa Gabi sama sekali tidak memiliki niat untuk melukai pemain mana pun,” tambah Arteta.
“Itulah kepribadian. Masuk dan berbicara di lapangan, itulah bagian terbaiknya.”
Musim Penuh Tantangan dan Performa Impresif di Liga Champions
Musim ini Martinelli memang mengalami pasang surut. Ia sempat kehilangan tempatnya di starting XI Premier League kepada Leandro Trossard setelah penurunan performa dan kepercayaan diri. Hingga saat ini, ia baru menjadi starter enam kali untuk The Gunners di liga, meskipun timnya memimpin klasemen dengan selisih enam poin.
Meski begitu, winger asal Brasil ini telah menjadi pemain kunci bagi Arsenal di Liga Champions musim ini, mencetak lima gol dalam lima penampilan. Dan setelah hat-tricknya melawan Portsmouth, ia kini menjadi pencetak gol terbanyak timnya.
Pentingnya Mental Kuat di Klub Besar
Arteta kembali menekankan pentingnya mentalitas untuk bermain di level tertinggi.
“Itulah mengapa untuk bermain di klub besar, Anda membutuhkan kepribadian yang besar karena bisa saja ada hal buruk… bisa saja sebuah aksi yang Anda lewatkan, bisa saja sesuatu yang membuat Anda kehilangan pertandingan,” tambah Arteta.
“Dan tiga hari kemudian, ada pertandingan. Jadi Anda perlu bangkit dan membuatnya berarti.”
Arteta juga memuji dedikasi Martinelli yang tak tergoyahkan.
“Saya menyukainya. Gabi, dalam setiap konteks di mana pun Anda menempatkannya, dia bermain, dia tidak bermain. Dia tampil bagus, tidak bagus. Hari ini, dia mencetak tiga gol,” kata Arteta.
“Besok, dia pasti akan berlatih dengan intensitas penuh. Dia tidak akan mengubah itu. Dan itulah Gabi.”
Performa Martinelli baru-baru ini tidak hanya mengangkat moralnya sendiri, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi Arsenal di tengah musim yang padat. Kemampuannya untuk bangkit dari kritik dan menunjukkan kualitasnya di lapangan membuktikan mengapa ia menjadi aset berharga bagi Mikel Arteta dan ambisi klub di berbagai kompetisi.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment