Dalam dunia sepak bola, gol dari seorang penjaga gawang seringkali menjadi momen langka yang menggabungkan keputusasaan, keberuntungan, dan drama yang tak terlupakan. Entah itu upaya terakhir untuk menyelamatkan tim atau hasil dari sebuah kekacauan yang kocak, gol-gol dari kiper selalu berhasil menarik perhatian dan mengukir sejarah.
Salah satu momen paling dramatis terjadi baru-baru ini ketika Anatoliy Trubin, kiper Benfica, berhasil mencetak gol melalui sundulan di menit kedelapan injury time dalam laga melawan Real Madrid di Champions League. Gol tersebut tak hanya memastikan kemenangan 4-2 bagi Benfica atas sang juara Eropa 15 kali, tetapi juga mengamankan tiket playoff terakhir berkat selisih gol yang krusial.
“Saya tidak menyadari apa yang kami butuhkan,” kata kiper asal Ukraina itu. “Tapi kemudian saya melihat semua orang menyuruh saya maju. Saya juga melihat manajer, jadi saya maju, masuk ke dalam kotak penalti dan saya tidak tahu. Saya tidak tahu harus berkata apa. Itu adalah momen yang gila.”
Tak heran jika pelatih Benfica, Jose Mourinho, merayakan dengan begitu gembira. Pelatih yang telah dua kali menjuarai Champions League ini telah meraih segalanya dalam karier yang penuh trofi, tetapi gol kiper di detik-detik akhir untuk memastikan kelolosan adalah pengalaman baru baginya.
Dengan keunggulan 3-2 menjelang injury time, klub Portugal itu membutuhkan satu gol lagi untuk lolos ke playoff. “Saya ingat pernah menang atau kalah di menit-menit terakhir, itu sudah terjadi pada saya berkali-kali sebelumnya, tetapi dalam situasi di mana kami menang, itu tidak cukup,” kata Mourinho. “Anda harus mengubah keadaan dan mengambil risiko.” Risiko tersebut terbukti membuahkan hasil, menambah panjang daftar kisah kiper yang menciptakan kekacauan di kotak penalti lawan.
“The Great Escape” dan Momen Ikonik Lainnya
Sementara gol Trubin tercipta di kompetisi elite Eropa, kiper veteran Jimmy Glass mendapatkan status ikonik di kalangan penggemar Carlisle berkat gol penentu di menit-menit akhir yang menyelamatkan tim divisi keempat tersebut dari degradasi dari English Football League. Insiden ini terjadi pada tahun 1999 ketika kiper pinjaman itu mencetak gol voli penentu kemenangan di injury time melawan Plymouth, sebuah momen yang dijuluki “The Great Escape.”
“Anda hanya mencoba keberuntungan,” katanya saat itu. “Mereka tidak pernah menjaga kiper, kan?”
“Saya hanya menundukkan kepala dan menendangnya. Saya pikir saya akan melambungkan bola melewati mistar, tetapi saya tidak bisa melewatkannya dari jarak sedekat itu.”
Kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel, juga pernah mencetak gol dengan sundulan melawan Rotor Volgograd di UEFA Cup pada tahun 1995. Untuk membuktikan bahwa itu bukan kebetulan, ia menjadi kiper pertama yang mencetak gol di Premier League pada tahun 2001 saat bermain untuk Aston Villa. Lebih baru, Alisson dari Liverpool menyundul bola masuk untuk kemenangan melawan West Brom di Premier League pada tahun 2021.
Kiper Produktif dari Titik Penalti
Kiper pencetak gol tidak selalu menjadi agen kekacauan yang hanya diturunkan untuk aksi penyelamatan di akhir pertandingan. Ada juga mereka yang secara rutin berkontribusi dalam mencetak gol dari titik-titik mati.
Jose Luis Chilavert, kiper internasional Paraguay, sangat produktif dan pernah mencetak hat trick untuk tim Argentina Velez Sarsfield dengan mengonversi tiga tendangan penalti. Menurut Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak Bola (IFFHS), Chilavert, yang juga sering mengambil tendangan bebas, mencetak 67 gol sepanjang kariernya. Ia adalah satu-satunya kiper yang mencetak hat trick dan menjadi kiper pencetak gol terbanyak di sepak bola internasional dengan delapan gol untuk Paraguay.
Namun, IFFHS menyebut kiper Brasil Rogerio Ceni sebagai kiper pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Menurut Guinness World Records, Ceni mencetak 129 gol dalam kariernya. Rene Higuita dari Kolombia—terkenal dengan penyelamatan “tendangan kalajengking” dan dribbling bola keluar dari area penaltinya—adalah kiper lain yang dikenal karena mencetak gol dari tendangan bebas dan penalti.
Gol Jarak Jauh yang Aneh dan Menakjubkan
Terbiasa menendang bola jauh dari tendangan gawang, kiper juga bertanggung jawab atas beberapa gol paling luar biasa dari jarak jauh—namun terkadang membutuhkan bantuan angin, atau blunder memalukan dari kiper lawan.
Stadion Stoke dikenal sebagai salah satu yang paling berangin di sepak bola Inggris, dan itu tampaknya membantu kiper Asmir Begovic pada tahun 2013 ketika ia mencetak gol hanya dalam 13 detik melawan Southampton.
Ia masuk Guinness Book of Records untuk gol terjauh sepanjang masa, dengan usahanya diukur pada 91,9 meter. Namun, gol tersebut tidak terjadi tanpa sedikit bantuan dari kiper Southampton Artur Boruc, yang salah langkah dan malu karena bola memantul melewatinya.
“Ini perasaan yang keren, tetapi itu adalah insiden keberuntungan. Saya merasa sedikit kasihan pada Boruc,” kata Begovic kepada BBC.
Paul Robinson dari Tottenham juga secara serupa mengejutkan Ben Foster dari Watford dengan tendangan jauh dari area pertahanannya sendiri pada tahun 2007. Dan untuk membuktikan bahwa ini bukan hanya fenomena modern, Pat Jennings dari Tottenham mencetak gol dari area pertahanannya sendiri melawan Manchester United pada tahun 1967.
Bobby Charlton yang ikonik, yang bermain dalam pertandingan itu, kemudian berkata: “Saya langsung berbalik melihat wasit karena saya berpikir mungkin itu ilegal karena saya belum pernah melihatnya dilakukan sebelumnya.” Momen-momen ini mengingatkan kita bahwa dalam sepak bola, kejutan bisa datang dari mana saja, bahkan dari posisi yang paling tidak terduga.
(LC/GN)
sumber : www.foxsports.com
Leave a comment