Perburuan Jatah Tambahan Liga Champions: Inggris di Posisi Kuat, Jerman Mengintai
Persaingan sengit dalam perebutan koefisien klub UEFA tengah memasuki fase krusial. Posisi saat ini memang terlihat cukup kokoh bagi beberapa liga, namun tabel klasemen dipastikan akan berubah drastis dalam satu bulan ke depan. Banyak hal akan bergantung pada dua putaran terakhir pertandingan di Liga Champions dan Liga Europa.
Polandia di Puncak, Namun Hanya Sementara
Polandia saat ini berada di posisi pertama dalam peringkat koefisien musim ini. Namun, perlu dicatat bahwa keempat tim mereka bermain di Liga Konferensi, dan satu di antaranya sudah tersingkir. Mengingat fase grup kompetisi tersebut telah berakhir, Polandia tidak akan meraih poin tambahan pada Januari dan diproyeksikan akan melorot jauh di tabel klasemen.
Mengingat besarnya jumlah bonus poin yang tersedia di Liga Champions, sangat tidak mungkin bagi liga di luar “lima besar” tradisional Eropa untuk mengamankan salah satu tempat tambahan di Liga Champions.
Premier League Memimpin, Bundesliga Siap Mengejar
Inggris menempati posisi kedua dan unggul 1.201 poin dari Jerman. Dalam kalkulasi nyata, selisih ini setara dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang bagi klub-klub Bundesliga. Namun, Inggris memiliki lebih banyak tim yang berkompetisi di Eropa—sembilan berbanding tujuh milik Jerman—sehingga setiap kemenangan bernilai lebih kecil untuk skor rata-rata mereka.
Oleh karena itu, Inggris perlu menjaga agar sebanyak mungkin klub tetap aktif di kompetisi Eropa, jika tidak, liga-liga lain bisa saja mengikis poin mereka. Sangat mungkin delapan klub Inggris akan terus melaju di Liga Champions dan Liga Europa, dan dengan demikian akan mengumpulkan bonus poin yang besar. Crystal Palace bahkan sudah memastikan lolos ke babak knock-out play-off Liga Konferensi.
Di sisi lain, Jerman berpotensi kehilangan Bayer Leverkusen dan Eintracht Frankfurt dari Liga Champions, sebuah skenario yang akan semakin memperkuat posisi Inggris. Cyprus, dengan hanya tiga tim yang tersisa aktif dan Pafos berpeluang tersingkir dari Liga Champions, bukan merupakan pesaing realistis.
Italia dan Spanyol Berupaya Merapatkan Jarak
Mengingat dua liga akan mendapatkan jatah tambahan di Liga Champions, Jerman dan satu negara lain perlu menyalip Premier League—dan selisih poin saat ini cukup besar.
Italia tertinggal dari Inggris dengan selisih yang setara delapan kemenangan. Sementara bagi Spanyol, selisihnya adalah sembilan kemenangan dan satu hasil imbang.
Untuk Italia, Juventus dan Napoli memang sempat kesulitan di Liga Champions, tetapi diharapkan mereka akan memastikan seluruh tim Italia lolos ke fase berikutnya. Spanyol, dengan delapan tim di Eropa, hampir pasti akan kehilangan Villarreal dari Liga Champions. Athletic Club juga bisa saja tersingkir, sementara progres Celta Vigo di Liga Europa masih belum pasti.
Pertarungan Belum Berakhir
Meskipun posisi Inggris terlihat sangat baik, kompetisi ini belum berakhir. Jika klub-klub Inggris mengalami hasil buruk di babak knock-out play-off dan babak 16 besar, hal itu bisa membuka peluang bagi liga lain. Hasil positif untuk liga-liga pesaing akan segera terakumulasi dan mengubah peta persaingan.
Situasi memang terlihat sangat menjanjikan bagi Premier League, tetapi dalam sepak bola Eropa, tidak ada yang pasti hingga peluit akhir dibunyikan.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment