Real Madrid Singkirkan Manchester City Lagi di Champions League
MANCHESTER, Inggris — Real Madrid kembali melangkah ke perempat final Liga Champions setelah mengandaskan Manchester City untuk ketiga kalinya berturut-turut. Kemenangan 2-1 di Etihad Stadium pada Selasa menjadikan agregat 5-1 untuk Madrid, yang kemungkinan akan berhadapan dengan Bayern Munich setelah tim Jerman tersebut menang 6-1 atas Atalanta di leg pertama babak 16 besar.
Jalannya Pertandingan
City yang harus membalikkan kekalahan tiga gol dari Madrid, memulai pertandingan dengan baik. Namun, momen krusial terjadi di pertengahan babak pertama ketika Bernardo Silva diusir dari lapangan karena menangkap bola di garis gawang setelah pemeriksaan panjang dari VAR. Penalti diberikan, dan Vinícius Júnior berhasil mencetak gol dari titik penalti.
Meskipun Erling Haaland berhasil menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai, City tak mampu menemukan cara untuk kembali ke pertandingan dengan bermain dengan sepuluh orang. Di babak kedua, tim Pep Guardiola mencetak dua gol yang dianulir karena offside dan memiliki 22 tembakan ke gawang, tetapi Vinícius kembali mencetak gol di waktu tambahan untuk memastikan kemenangan Real Madrid.
Kegagalan Liga Champions bagi Guardiola
Manchester City merekrut Pep Guardiola satu dekade lalu dengan ambisi jelas untuk meraih gelar Liga Champions dengan pelatih yang pernah sukses bersama Barcelona dan Bayern Munich. Namun, sebuah dekade ini lebih banyak diwarnai kekecewaan di pentas Eropa dibandingkan kesuksesan.
Satu-satunya gelar Liga Champions City diraih pada 2023 saat mengalahkan Inter Milan di final, dan mereka juga mencapai final pada 2021 namun harus takluk di tangan Chelsea. Dalam sepuluh tahun di Liga Champions, mereka hanya mencapai babak semifinal tiga kali. Jelas, Guardiola belum memenuhi ekspektasi di level tertinggi ini.
Real Madrid Menjadi Tim yang Tidak Bisa Diremehkan
Sebelum leg pertama di Madrid, banyak yang meragukan kemampuan Real Madrid untuk melaju. Konferensi pers pelatih Alvaro Arbeloa didominasi oleh pertanyaan mengenai status mereka sebagai underdog. Bahkan, atmosfir di Bernabeu sebelum pertandingan tidak seintens biasanya.
Namun, pertandingan ini membuktikan bahwa kita tidak boleh meremehkan Real Madrid di kompetisi ini. Mereka berhasil melewati salah satu tim terbaik di Premier League dan kini berpeluang untuk melaju lebih jauh di perempat final.
Pemain Kunci City dan Performanya
Haaland saat ini terlihat belum sepenuhnya dalam performa terbaiknya. Meskipun mencetak gol, penyelesaiannya terasa kurang meyakinkan. Guardiola memutuskan untuk menarik Haaland keluar pada tengah babak kedua, meskipun tim membutuhkan gol, sebuah keputusan yang cukup mencolok.
Gol ke gawang Madrid menjadi gol kelima Haaland di tahun 2026, dan ia terlihat kehilangan insting tajamnya di depan gawang. Injuries yang dialami pemain sayap utama City mungkin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya.
Alexander-Arnold Mempertahankan Jerat di Piala Dunia
Trent Alexander-Arnold menghadapi tantangan besar di Real Madrid, terutama dalam pertandingan ini. Ia terlihat tersisih oleh Doku, yang tampil lebih baik dalam duel satu lawan satu. Penampilannya yang kurang meyakinkan menambah keraguan mengenai tempatnya di skuad Piala Dunia mendatang.
Kilas Balik Positif di Tim City
Meski banyak hal yang tak berjalan baik, Abdukodir Khusanov menunjukkan performa yang mengesankan. Di usianya yang masih muda, ia berhasil menunjukkan konsistensi dan menjadi salah satu bek terbaik bagi City di tengah masalah yang dihadapi tim.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Manchester City, menyoroti pentingnya ketajaman penggawa dan strategi saat menghadapi tim-tim hebat seperti Real Madrid. Kemenangan Madrid sekali lagi memperkuat posisi mereka sebagai kontender serius di Liga Champions.
(LC/GN)
sumber : www.espn.com
Leave a comment