Bongkar Rahasia Sukses Real Madrid: Bukan Cuma Bintang Lapangan?
Terkenal sebagai klub tersukses di dunia, Real Madrid telah mengoleksi 15 gelar Liga Champions UEFA (UCL), 36 trofi LaLiga, dan diakui FIFA sebagai klub terbaik abad ke-20. Selama ini, banyak yang mengaitkan dominasi Los Blancos dengan kehebatan para pemain bintang seperti Zinedine Zidane atau Cristiano Ronaldo.
Namun, sebuah buku baru berjudul “Real Madrid Revolution” mencoba membedah rahasia kesuksesan klub raksasa Spanyol itu dari sudut pandang yang berbeda: bisnis. Buku ini menganalisis bagaimana industri sepak bola berubah, siapa pemilik dan pengelola klub, serta bagaimana cara penggemar menikmati pertandingan telah berevolusi.
Klub Paling Berharga di Dunia
Real Madrid, dalam analisis buku tersebut, kerap disebut sebagai model kesuksesan paling menonjol. Per 2024, nilai estimasinya mencapai 9,03 triliun won (sekitar Rp 106 triliun), menjadikannya klub sepak bola paling berharga di dunia selama tiga tahun berturut-turut menurut Forbes.
Budaya Sentris Penggemar dan Model Kepemilikan Unik
Penulis buku ini berpendapat bahwa kesuksesan Real Madrid tidak berasal dari tren manajemen klub berbasis data yang baru-baru ini populer. Sebaliknya, kuncinya terletak pada budaya yang berpusat pada penggemar atau “fan-centric”.
Di saat banyak klub Eropa beralih kepemilikan ke modal Timur Tengah atau dana ekuitas swasta yang seringkali mengejar keuntungan jangka pendek, Real Madrid tetap setia pada model “klub milik anggota”. Dalam struktur ini, bahkan penambahan modal pun tidak dimungkinkan.
Model kepemilikan unik ini, menurut penulis, telah memungkinkan manajemen independen yang bebas dari tekanan modal eksternal, dan menjadi faktor krusial di balik kesuksesan abadi klub.
Adaptasi Media di Era Digital
Real Madrid juga berada di garis depan dalam beradaptasi dengan lanskap media yang terus berubah. Menjauh dari kebiasaan tradisional menonton pertandingan penuh selama 90 menit, klub meluncurkan platform streaming Over-The-Top (OTT) sendiri, RM Play, untuk menarik perhatian audiens yang lebih muda yang terbiasa dengan konten berdurasi pendek.
Klub ini juga berinvestasi besar-besaran di saluran Social Networking Service (SNS), mengumpulkan total 600 juta pengikut di seluruh dunia melalui platform seperti X (sebelumnya Twitter), Instagram, TikTok, dan Facebook.
Sosok di Balik Analisis Mendalam
Penulis Steven G. Mandis adalah seorang profesor keuangan dan ekonomi di Columbia Business School. Sebelum berkecimpung di dunia akademisi, ia pernah bekerja di Goldman Sachs dalam bidang perbankan investasi dan ekuitas swasta, memberikan latar belakang yang kuat untuk analisis bisnis dalam bukunya.
Buku “Real Madrid Revolution” ini memberikan perspektif baru yang menarik tentang bagaimana sebuah klub sepak bola dapat mempertahankan dominasinya, bukan hanya di lapangan hijau, tetapi juga sebagai entitas bisnis yang adaptif dan berpusat pada akarnya.
(LC/GN)
sumber : www.mk.co.kr
Leave a comment