Vinicius Jr dan Kylian Mbappe Tuding Pemain Benfica Lakukan Rasisme di Liga Champions
Bintang Real Madrid, Vinicius Jr dan Kylian Mbappe, melontarkan tuduhan rasisme terhadap gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, dalam pertandingan Liga Champions UEFA. Insiden ini terjadi saat kedua tim bertemu di leg pertama babak play-off.
Mbappe menegaskan bahwa Prestianni dengan jelas memanggil Vinicius Jr "monyet" hingga lima kali. "Saya melihat itu. UEFA memiliki kamera terbaik, sekarang kami tinggal menunggu. Ini tidak bisa diterima. Dia bukan tipe manusia saya," ujar Mbappe, seperti dikutip dari Teledeporte.
Pemain asal Prancis itu melanjutkan, "Benfica adalah klub top, tidak ada yang menentang mereka, tapi Prestianni seharusnya tidak pernah bermain di Liga Champions lagi."
Insiden di Lapangan
Real Madrid bertandang ke markas Benfica untuk leg pertama babak play-off, berharap mengamankan tempat di babak 16 besar.
Vinicius Jr. berhasil membawa Real Madrid unggul sesaat setelah jeda babak pertama, melesakkan tendangan melengkung yang fantastis diikuti dengan selebrasi yang bersemangat.
Wasit Francois Letexier kemudian mengeluarkan kartu kuning untuk Vinicius. Di saat yang sama, Prestianni berlari ke arah Vinicius, menarik kausnya hingga menutupi mulut sebelum mengatakan sesuatu kepada penyerang Madrid itu.
Vinicius yang marah kemudian mendekati wasit, yang menyilangkan tangannya di depan wajahnya, memicu protokol anti-rasisme FIFA dan menghentikan pertandingan sementara.
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, sempat mencoba menenangkan sang winger, namun Vinicius menolaknya dan meninggalkan lapangan untuk beberapa saat. Seorang anggota staf pelatih Benfica menerima kartu merah selama insiden tersebut, dan Mourinho juga mendapat kartu merah untuk insiden terpisah.
Vinicius akhirnya kembali ke lapangan setelah sekitar 10 menit, meskipun itu tidak menghentikan ejekan dan lemparan benda dari tribun.
Tanggapan Vinicius Jr. dan Mourinho
Runner-up Ballon d’Or 2024 itu kemudian menyampaikan reaksinya melalui Instagram, menyebut para penggemar sebagai pengecut. Sementara itu, Jose Mourinho mengomentari bahwa Vinicius perlu lebih menghormati selebrasinya.
Selain masalah rasisme, Mourinho juga menuduh wasit memiliki catatan yang menyatakan bahwa pemain Real Madrid yang terancam skorsing di leg kedua tidak boleh diberi kartu.
Dampak dan Konteks
Serangkaian insiden ini membayangi jalannya pertandingan sepak bola yang menarik dan penuh gairah, yang sebelumnya diprediksi akan berlangsung sengit setelah pertemuan mereka di fase grup. Kasus ini diharapkan akan ditangani serius oleh UEFA, mengingat komitmen mereka dalam memberantas rasisme di sepak bola.
(LC/GN)
sumber : footballtoday.com
Leave a comment