Mesir Singkirkan Juara Bertahan Pantai Gading di Perempat Final AFCON, Mohamed Salah Cetak Gol
Timnas Mesir berhasil menyingkirkan juara bertahan Pantai Gading dari Piala Afrika (AFCON) dalam laga perempat final yang mendebarkan pada Sabtu lalu, dengan kemenangan 3-2. Mohamed Salah menjadi salah satu pencetak gol krusial yang mengantarkan Mesir ke babak semifinal.
Jalannya Pertandingan
Mesir langsung menggebrak dengan keunggulan cepat hanya 182 detik setelah kick off melalui striker Omar Marmoush. Gol pembuka tersebut bermula dari kehilangan bola Pantai Gading, kemudian Emam Ashour memberikan umpan superb yang dimanfaatkan Marmoush setelah bek Odilon Kossounou terpeleset, sukses menaklukkan kiper Yahia Fofana.
Selain Marmoush, Ramy Rabia turut mencatatkan namanya di papan skor untuk Mesir. Namun, Ahmed Aboul-Fetouh sempat melakukan gol bunuh diri sebelum babak pertama usai, membuat skor ketat.
Mohamed Salah kemudian memperlebar keunggulan Mesir tak lama setelah jeda, membawa timnya selangkah lebih dekat menuju medali juara Piala Afrika pertamanya. Guela Doue sempat memperkecil ketertinggalan untuk Pantai Gading, namun gol tersebut tidak cukup bagi sang juara bertahan untuk mempertahankan tahta mereka.
Reaksi Pemain dan Pelatih
“Saya sangat senang dengan kemenangan ini dan berhasil mencapai semifinal,” ujar Salah usai pertandingan.
“Saya bangga mengenakan seragam timnas Mesir dan semua pemain tahu tanggung jawab yang menyertainya.”
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pemain, menyebut mereka sebagai “orang Mesir sejati yang berjuang demi kebahagiaan rakyatnya.”
Hassan menambahkan, “Keberhasilan ini adalah milik para pemain, dimulai dari Salah dan Marmoush, yang memimpin press dari depan. Kami tahu akan ada ruang, dan pemain kami dapat memanfaatkannya.”
Dominasi dan Aspirasi
Kemenangan di Agadir ini menegaskan dominasi Mesir atas Pantai Gading di ajang AFCON sejak pertemuan pertama mereka 56 tahun lalu. Statistik menunjukkan The Pharaohs telah memenangkan 11 kali, sementara The Elephants hanya sekali.
Kekalahan ini juga menjadikan Pantai Gading sebagai juara bertahan kedelapan berturut-turut yang gagal mempertahankan gelar sejak Mesir terakhir kali melakukannya pada tahun 2010.
Meskipun telah membantu Liverpool meraih berbagai trofi bergengsi seperti Premier League, FA Cup, League Cup, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub (dalam format sebelumnya), medali juara AFCON yang paling diidamkan masih belum berhasil diraih Mohamed Salah. Pemain berusia 33 tahun itu sudah dua kali menjadi runner-up setelah kalah di final AFCON dari Kamerun pada 2017 dan Senegal lima tahun kemudian.
Kini, Salah hanya berjarak dua pertandingan dari mimpinya untuk membantu Mesir memenangkan AFCON untuk kedelapan kalinya, memperpanjang rekor sebagai tim tersukses di turnamen ini.
Salah tiba di Maroko di tengah ketidakpastian mengenai masa depannya di Liverpool setelah insiden pasca-pertandingan menyusul hasil imbang melawan Leeds, di mana ia sempat didemosi ke bangku cadangan. Namun, di AFCON ini, ia kembali menunjukkan performa terbaiknya sebagai predator gol, mencetak gol kemenangan melawan Zimbabwe dan Afrika Selatan di babak grup, serta gol yang memastikan kemenangan di babak 16 besar atas Benin.
Langkah Selanjutnya
Dengan kemenangan ini, Mesir yang penuh suka cita akan menghadapi Senegal pada hari Rabu dalam babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung di Tangiers. Pemenang dari pertandingan ini akan bertemu dengan tuan rumah Maroko atau Nigeria empat hari kemudian di final.
(LC/GN)
sumber : www.enca.com
Leave a comment