Dominasi Klub Eropa yang Mengguncang Premier League
Pekan yang kurang menguntungkan bagi klub-klub Premier League di Liga Champions. Dari enam tim yang berhasil mencapai fase 16 besar, hanya dua yang melaju ke perempat final. Keempat tim lainnya menderita kekalahan telak dengan agregat skor 28-11.
Pukulan berat dialami Newcastle United yang kalah 8-3 dari Barcelona, serta Chelsea yang takluk 8-2 dari Paris Saint-Germain. Kedua tim Premier League ini sempat memberikan perlawanan signifikan di sebagian besar pertandingan.
Kualitas Tim Eropa
Kualitas dan pengalaman yang dimiliki Barcelona dan PSG menjadi salah satu penyebab skor tidak seimbang tersebut. Cara kedua tim ini memisahkan diri dari lawan menjadi sinyal peringatan bagi Premier League untuk mengevaluasi pendekatan man-marking yang kini lebih sering digunakan.
Pahami Man-Mark
Sistem man-marking pada dasarnya menetapkan pemain untuk mengawasi lawan tertentu saat bertahan, berbeda dengan sistem zonal yang mengharuskan bek mengelola area tertentu di lapangan. Keuntungannya adalah dapat memaksimalkan kualitas individu.
Man-marking bertujuan untuk membatasi pengaruh pemain terbaik lawan, sekaligus menciptakan peluang counter-attack yang cepat dari kesalahan lawan. Meskipun tak semua tim menerapkan taktik ini, man-marking lebih umum di Premier League dibandingkan Bundesliga Jerman atau Ligue 1 Prancis, di mana hanya Bayern Munich dan PSG yang bisa memaksimalkannya berkat keunggulan kualitas pemain.
Kekurangan Man-Mark
Kekurangan pendekatan ini terlihat jelas dalam gol yang dicetak Anthony Gordon saat Newcastle menghadapi Chelsea. Dalam momen tersebut, pertukaran posisi antar pemain menyebabkan kebingungan dalam pengawalan, dan akhirnya memberikan kesempatan bagi Gordon untuk mencetak gol.
Serupa, PSG menerapkan strategi untuk membongkar sistem man-marking Chelsea di leg pertama di Paris, mengandalkan pemain yang saling mendekat sebelum menyebar dan melakukan rotasi dengan mulus di lapangan.
Strategi Barcelona dan PSG
Barcelona juga menggunakan strategi serupa saat menjamu Newcastle. Di menit kelima, Pedri menarik perhatian pemain bertahan Newcastle dan menciptakan celah, yang dimanfaatkan untuk mencetak gol oleh Raphinha.
Gerakan terus-menerus dan rotasi cerdas dari Barcelona mengacaukan pengawalan yang diterapkan Newcastle. Hal ini menciptakan peluang gol yang berujung pada kekalahan telak Newcastle.
Dampak di Premier League
Chelsea dan Newcastle bukanlah satu-satunya tim Premier League yang mengalami kesulitan. PSG juga berhasil membongkar pertahanan Arsenal, tim yang dikenal memiliki kombinasi man- dan zonal marking yang efektif.
Melihat kekalahan telak ini, tim-tim Premier League harus segera mengevaluasi pendekatan mereka terhadap pertahanan, terutama menjelang laga-laga penting di kompetisi Eropa ini. Kualitas teknik yang ditunjukkan oleh klub-klub Eropa elite menjadi pengingat bahwa man-marking, meski efektif, menjadi strategi yang berisiko jika tidak dieksekusi dengan sempurna.
(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment