Skotlandia Puncaki Grup C Kualifikasi Piala Dunia, Denmark Harus Berjuang di Babak Playoff
Denmark hanya butuh hasil imbang untuk lolos otomatis. Kini mereka harus berjuang mendapatkan tempat melalui babak playoff.
Skotlandia akhirnya berhasil mengamankan tempat di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1998. Kepastian ini didapat setelah mereka memenangkan pertandingan yang mendebarkan melawan Denmark dengan skor 4-2, di mana sebagian besar aksi dramatis terjadi di menit-menit akhir laga.
Mimpi yang Terwujud Setelah Penantian Panjang
Antusiasme begitu terasa di Glasgow sebelum kick off pada Selasa malam waktu setempat, seiring dengan harapan besar Skotlandia untuk mencapai takdirnya. Meskipun telah lolos ke dua Kejuaraan Eropa terakhir, tiket menuju Piala Dunia selalu berada di luar jangkauan bagi Skotlandia sejak partisipasi mereka di Prancis 1998.
Jalannya Pertandingan Penuh Ketegangan
Tim Skotlandia berhasil mengalahkan Denmark yang bermain dengan 10 orang dengan skor 4-2 dalam laga “winner-takes-all” di Grup C. Scott McTominay membuka keunggulan dengan tendangan bicycle kick spektakuler hanya tiga menit setelah pertandingan dimulai, membuat seisi Hampden Park bergemuruh. Namun, kegembiraan para penggemar Skotlandia sempat mereda ketika Rasmus Hojlund dari Denmark menyamakan kedudukan.
Skotlandia kembali unggul melalui Lawrence Shankland, tetapi Patrick Dorgu sekali lagi menyamakan skor untuk Denmark di menit ke-82. Keadaan semakin rumit bagi Denmark setelah Rasmus Kristensen diusir keluar lapangan pada menit ke-62, membuat mereka bermain dengan sepuluh pemain.
Sebuah hasil imbang sebenarnya sudah cukup bagi Denmark untuk memenangkan grup dan lolos otomatis. Mereka berada dalam posisi yang baik untuk meraih hasil tersebut sebelum Kieran Tierney kembali membawa Skotlandia unggul tiga menit memasuki waktu tambahan.
Kenny McLean kemudian memastikan lolosnya Skotlandia ke Piala Dunia delapan menit memasuki stoppage time, dengan menchip bola melewati kiper Denmark, Kasper Schmeichel, dari tengah lapangan. “Anda tidak akan mempercayainya,” kata seorang komentator pertandingan saat Skotlandia mencetak gol keempat mereka, yang memicu kegilaan di antara para penggemar dan memastikan pertandingan ini akan menjadi bagian dari cerita legendaris sepak bola Skotlandia.
Reaksi dan Kebahagiaan Luar Biasa
Pelatih Skotlandia, Steve Clarke, mengungkapkan perasaannya setelah pertandingan. “Kami telah melewati sebuah perjalanan panjang. Saya berbicara dengan mereka sebelum pertandingan tentang ini adalah kesempatan yang kami tunggu-tunggu,” ujarnya. “Ini adalah satu-satunya kesempatan, satu pertandingan. Ini seperti final playoff. Kami mengerahkan segalanya. Selalu ada satu langkah terakhir, dan itu selalu yang paling sulit.”
Kapten Skotlandia, Andy Robertson, juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Itu benar-benar menggambarkan skuad ini – tidak pernah menyerah. Kami terus berjuang sampai akhir dalam salah satu pertandingan paling gila,” kata Robertson. “Kami membuat negara ini deg-degan, tetapi saya yakin itu sepadan. Kami akan pergi ke Piala Dunia.”
Denmark Hadapi Babak Playoff yang Sulit
Denmark, yang harus menyaksikan Rasmus Kristensen diusir pada menit ke-62, akhirnya finis di posisi kedua Grup C, terpaut dua poin di belakang Skotlandia. Sepanjang sebagian besar pertandingan, Denmark tampak menjadi tim yang lebih unggul. Namun, setelah kampanye kualifikasi Piala Dunia yang penuh pasang surut bagi Skotlandia, termasuk kekalahan 3-2 di Yunani pada Sabtu sebelumnya, kejutan terbesar justru tersimpan di menit-menit terakhir.
Dua gol di waktu tambahan memicu pesta terheboh yang pernah disaksikan kota Glasgow selama bertahun-tahun. Bagi Denmark, yang hanya butuh menghindari kekalahan untuk memastikan penampilan ketiga berturut-turut di putaran final Piala Dunia, kekecewaan mendalam tak terhindarkan. Mereka kini akan bergabung dengan 11 tim lain yang finis kedua di grup masing-masing dalam kompetisi playoff. Hanya empat dari 12 tim ini yang akan lolos ke Piala Dunia.
(WC/GN)
sumber : www.aljazeera.com
Leave a comment