Home Sepakbola FIFA world cup 2026 Dari Willie ke La’eeb: Evolusi Maskot Piala Dunia!
FIFA world cup 2026

Dari Willie ke La’eeb: Evolusi Maskot Piala Dunia!

Share
Share

Melacak Jejak Maskot Piala Dunia FIFA: Simbol Budaya dan Kegembiraan Sepak Bola

Dunia olahraga sering dihiasi maskot ikonik yang tak terlupakan, dan Piala Dunia FIFA tidak terkecuali. Tradisi ini dimulai jauh pada tahun 1966 di Inggris dengan Willie, si Singa, yang menjadi maskot Piala Dunia FIFA pertama. Dirancang oleh Reg Hoye, seorang ilustrator buku anak-anak, sejak saat itu maskot telah menjadi bagian penting dari setiap turnamen empat tahunan ini, membawa nilai khusus bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Maskot memegang peran penting dalam acara olahraga besar. Mereka mewakili budaya, flora dan fauna, bahasa, serta banyak lagi dari negara tuan rumah. Umumnya, maskot adalah karakter antropomorfik, dirancang ramah anak, dengan warna dan simbol yang merepresentasikan identitas negara penyelenggara. Dalam sejarah Piala Dunia FIFA, kita telah melihat beberapa maskot ikonik seperti Naranjito dari Spanyol (1982) atau Zakumi dari Afrika Selatan (2010) yang sangat digemari. Di ajang Olimpiade, maskot bahkan menjadi simbol pencapaian, di mana setiap peraih medali mendapatkan replikanya.

Trio Ikonik untuk Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi unik karena diselenggarakan oleh tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tentu saja, edisi ini juga akan menampilkan tiga maskot, mewakili masing-masing tuan rumah. Ketiganya adalah Maple si Rusa (Kanada), Zayu si Jaguar (Meksiko), dan Clutch si Elang Botak (Amerika Serikat).

  • Maple si Rusa adalah rusa antropomorfik dari Kanada. Ia berposisi sebagai penjaga gawang, mengenakan jersey merah khas Kanada. Namanya terinspirasi dari daun maple, simbol nasional Kanada.
  • Zayu si Jaguar berasal dari hutan di Meksiko selatan dan berposisi sebagai penyerang, mengenakan jersey hijau Meksiko. Jaguar, kucing paling kuat di Amerika, telah menjadi simbol kekuatan dan spiritualitas dalam budaya Meksiko selama lebih dari tiga ribu tahun.
  • Clutch si Elang Botak adalah Elang Botak Amerika, berposisi sebagai gelandang, dan mengenakan jersey biru Amerika Serikat. Elang Botak adalah burung nasional Amerika Serikat, melambangkan kebebasan, kekuatan, dan patriotisme.
Baca juga:  Jadwal & Jam Playoff Piala Dunia 2026 Sudah Rilis, Cek Sekarang!

Melihat Kembali Maskot Piala Dunia Terdahulu

Mari kita lihat kembali maskot-maskot Piala Dunia lainnya sepanjang sejarah:

  • 1966, Inggris – Willie: Singa, simbol nasional Britania Raya, mengenakan jersey Union Jack dengan tulisan “WORLD CUP”.
  • 1970, Meksiko – Juanito: Anak laki-laki mengenakan seragam Meksiko dengan tulisan “MEXICO 70”.
  • 1974, Jerman Barat – Tip dan Tap: Dua anak laki-laki mengenakan seragam Jerman, dengan huruf “WC 70” (Weltmeisterschaft, Piala Dunia).
  • 1978, Argentina – Gauchito: Anak laki-laki mengenakan seragam Argentina lengkap dengan atribut gaucho tradisional.
  • 1982, Spanyol – Naranjito: Buah jeruk dengan jersey Spanyol.
  • 1986, Meksiko – Pique: Cabai jalapeño dengan kumis dan memakai sombrero.
  • 1990, Italia – Ciao: Satu-satunya maskot Piala Dunia tanpa wajah. Berbentuk figur tongkat dengan warna bendera Italia yang sedang bermain bola.
  • 1994, Amerika Serikat – Striker: Seekor anjing mengenakan jersey merah, putih, biru Amerika Serikat dengan tulisan “USA 94”.
  • 1998, Prancis – Footix: Ayam jantan ikonik Prancis dengan tulisan “FRANCE 98” di dadanya.
  • 2002, Korea Selatan & Jepang – Ato, Kaz, dan Nik: Karakter futuristik hasil komputer. Mereka adalah anggota tim fiksi bernama “Atomsball”, dengan Ato sebagai pelatih dan dua lainnya sebagai pemain.
  • 2006, Jerman – Goleo VI dan Pillie: Goleo adalah singa, namanya berasal dari “Goal” dan “Leo” (bahasa Latin untuk singa), sementara Pillie adalah bola sepak dengan nama slang untuk sepak bola.
  • 2010, Afrika Selatan – Zakumi: Macan tutul Afrika Selatan. Ini mungkin maskot paling populer yang dikenal luas di seluruh dunia. Namanya berasal dari “ZA” (untuk Afrika Selatan) dan “Kumi” (berarti “Sepuluh” dalam beberapa bahasa Afrika).
  • 2014, Brasil – Fuleco: Armadillo berikat tiga dari Brasil mengenakan jersey Brasil dengan tulisan “Brasil 2014”. Armadillo berikat tiga adalah spesies yang terancam punah di negara itu, dan dipilih sebagai maskot untuk meningkatkan kesadaran publik.
  • 2018, Rusia – Zabivaka: Serigala mengenakan seragam Rusia, namanya berarti “Si Pencetak Gol”.
  • 2022, Qatar – La’eeb: Salah satu dari sedikit maskot non-hewan. Namanya berarti “Pemain Super Terampil” dan merupakan ghutrah humanoid (penutup kepala tradisional pria di Timur Tengah).
Baca juga:  Kurt Okraku Puji Mental Baja Black Stars Lolos Piala Dunia!

Dari debut Willie si Singa hingga trio ikonik untuk edisi 2026, maskot Piala Dunia FIFA selalu berhasil menambahkan warna dan identitas unik pada setiap turnamen. Mereka bukan hanya sekadar karakter, melainkan duta budaya yang menyatukan semangat sepak bola dari berbagai penjuru dunia, siap menyambut gelaran akbar berikutnya.

(WC/GN)
sumber : revsportz.in

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Infantino Tanggapi Isu Pindah Venue Piala Dunia 2026

Infantino angkat bicara soal rumor pemindahan venue Piala Dunia 2026. Ia tegaskan...

Piala Dunia 2026: Bayang-bayang Kartel Mengintai?

Piala Dunia 2026: Mungkinkah bayang-bayang kartel benar-benar mengintai? Kekhawatiran ancaman kejahatan terorganisir...

Gimana India Bisa Lolos Semifinal T20 WC 2026? Cek Skenarionya!

Peluang India lolos semifinal T20 WC 2026 masih terbuka. Namun, ada skenario...

Geger! Piala Dunia Meksiko Pindah Gara-gara Kartel? Ini Faktanya.

Geger! Rumor Piala Dunia Meksiko pindah gara-gara kartel menyebar cepat. Benarkah? Jangan...