Haiti & Iran Paling Terdampak Pembatasan Era Trump Jelang Piala Dunia 2026
Hitung mundur menuju Piala Dunia FIFA 2026 kini diselimuti ketegangan politik yang meningkat di Amerika Serikat. Ini terjadi setelah pemerintahan Trump mengonfirmasi akan sepenuhnya memberlakukan perintah eksekutif tahun 2025 yang membatasi masuknya warga negara dari 19 negara, termasuk dua negara yang telah memastikan tiket ke turnamen tersebut: Haiti dan Iran.
Pembatasan ini, yang mencakup daftar panjang negara, menjadi sorotan utama mengingat mayoritas pertandingan Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat.
Meskipun para pemain, pelatih, dan lingkaran kecil ofisial tim tetap dikecualikan berdasarkan ketentuan khusus, ribuan suporter, jurnalis, pemandu bakat, analis, dan delegasi tambahan menghadapi penolakan masuk ke Amerika Serikat. Situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini berpotensi menciptakan Piala Dunia paling rumit secara politik dalam sejarah modern.
Di antara semua negara yang terkena pembatasan, hanya Haiti dan Iran yang sejauh ini berhasil lolos kualifikasi, menjadikan mereka yang paling terdampak langsung.
Haiti: Kisah Dongeng Berhadapan Realitas Keras
Haiti secara mengejutkan berhasil lolos di bawah arahan pelatih Sebastien Migne, mengatasi ketidakstabilan, kekerasan geng, dan puluhan tahun absen dari panggung global. Namun kini, ribuan suporter Haiti yang sudah memegang tiket kemungkinan besar akan tetap ditolak masuk.
Iran Hadapi Kebuntuan Diplomatik
Iran, yang lolos untuk Piala Dunia keempat berturut-turut, berada dalam posisi serupa. Otoritas AS secara pribadi telah memperingatkan bahwa aplikasi visa dari warga negara Iran “sangat mungkin ditolak”, semakin mempertinggi ketegangan politik. Bagi kedua negara, ini berarti satu hal: tim nasional mereka akan bermain di Piala Dunia dengan kehadiran suporter yang minim.
Selain para suporter, federasi juga khawatir staf teknis penting mungkin tidak dapat memasuki AS, seperti staf analisis performa, tim medis, atau personel logistik.
FIFA dalam Tekanan
FIFA kini berada dalam situasi sulit di tengah ranjau politik. Tiga opsi mendesak sedang dieksplorasi:
- Memperluas kategori “personel esensial” untuk mencakup lebih banyak staf federasi, sesuatu yang memerlukan persetujuan pemerintah AS.
- Basis latihan, pusat media, atau bahkan pertandingan dapat direlokasi ke luar AS jika pembicaraan diplomatik menemui jalan buntu.
- Negosiasi keringanan sementara atau kesepakatan acara khusus serupa dengan yang digunakan untuk atlet selama Olimpiade.
Namun, tidak satu pun dari solusi ini dijamin berhasil.
Peringatan Infantino Sejak 2017
Presiden FIFA Gianni Infantino telah lama bersikeras, “Setiap tim yang lolos ke Piala Dunia, termasuk para pendukung dan ofisialnya, harus memiliki akses ke negara tuan rumah.”
FIFA memang telah mengamankan konsesi terbatas: pemegang tiket bisa mengakses sistem wawancara visa yang dipercepat, mengurangi waktu tunggu enam hingga delapan minggu. Namun, seperti yang diperjelas oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, ini tidak menjamin persetujuan visa. Tantangan besar menanti, dan masa depan partisipasi Haiti serta Iran di Piala Dunia 2026 dengan dukungan penuh masih menjadi tanda tanya besar.
(WC/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment