Iran Boikot Undian Grup Piala Dunia 2026 di Washington D.C. Akibat Penolakan Visa
Tim Nasional Iran memutuskan untuk memboikot acara undian grup Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan akan digelar pekan depan di Washington D.C. Keputusan ini diambil setelah Amerika Serikat menolak permohonan visa sejumlah anggota delegasi mereka.
Konteks Boikot dan Isu Visa
Kantor berita negara Iran, IRNA, pada Jumat melaporkan bahwa Iran memilih untuk tidak menghadiri acara penting tersebut. Juru bicara Federasi Sepak Bola Iran, Amir-Mahdi Alavi, mengatakan bahwa para pejabat menghadapi hambatan visa yang melampaui pertimbangan olahraga semata. Alavi menambahkan bahwa federasi telah menghubungi FIFA dan berharap badan sepak bola dunia itu dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Delegasi Iran seharusnya dipimpin oleh Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, salah satu pejabat senior di sepak bola Asia dan anggota dua komite FIFA yang mengawasi Piala Dunia. Taj adalah wakil presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan anggota panel FIFA yang bertanggung jawab atas kompetisi badan tersebut, serta sepak bola tim nasional putra secara umum.
Pemain Iran merayakan setelah pertandingan sepak bola grup A kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025, di Teheran. (AFP via Getty Images)
Latar Belakang Larangan Perjalanan AS
Administrasi Presiden Donald Trump pada Juni lalu mengumumkan larangan perjalanan bagi warga negara dari 12 negara, termasuk Iran. Daftar tersebut juga mencakup Haiti, yang pekan lalu berhasil lolos ke Piala Dunia.
Namun, pengecualian telah dijanjikan untuk “setiap atlet atau anggota tim atletik, termasuk pelatih, orang yang melakukan peran pendukung yang diperlukan, dan kerabat langsung, yang bepergian untuk Piala Dunia, Olimpiade, atau acara olahraga besar lainnya yang ditentukan oleh Menteri Luar Negeri.”
Tidak jelas apakah pengecualian tersebut juga berlaku untuk acara undian Piala Dunia, yang akan berlangsung Jumat pekan depan di Kennedy Center, Washington D.C. Pihak Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar mengenai masalah ini.
Detail Piala Dunia 2026 dan Kontroversi Trump
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah, dengan rekor 48 tim berpartisipasi. Turnamen ini akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi tuan rumah bersama. Enam tim peserta akan ditentukan pada Maret mendatang.
Pertandingan final dijadwalkan akan digelar di MetLife Stadium, kandang bagi tim NFL New York Giants dan Jets, di East Rutherford, New Jersey. Sementara itu, pertandingan pembuka akan dimainkan di Estadio Azteca di Mexico City.
Selain isu visa, kontroversi lain muncul dari Presiden Trump yang mengancam akan memindahkan pertandingan dari Foxborough, Massachusetts (area Boston) jika “ada kondisi yang tidak aman.” Trump melontarkan saran ini saat menjawab pertanyaan media dalam pertemuan dengan Presiden Argentina Javier Milei di Gedung Putih.
Ia mengancam akan menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk memindahkan pertandingan ke kota-kota yang kooperatif, dengan alasan kekhawatiran keselamatan.
“Kita bisa memindahkannya. Saya cinta warga Boston, dan saya tahu tiket pertandingan sudah terjual habis, tetapi walikotanya tidak bagus. Ada yang lebih buruk darinya. Setidaknya dia cerdas. Anda tahu, beberapa sangat rendah IQ. Itu lebih mengganggu saya. Dia cerdas, tetapi dia radikal kiri,” kata Trump.
“Jawabannya adalah ya, jika seseorang melakukan pekerjaan yang buruk, dan jika saya merasa ada kondisi yang tidak aman, saya akan menelepon Gianni, kepala FIFA, yang fenomenal, dan saya akan berkata, ‘Mari kita pindahkan ke lokasi lain,’ dan dia akan melakukannya. Dia tidak akan suka melakukannya, tetapi dia akan melakukannya, sangat mudah dia akan melakukannya. Dan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukannya.”
Boston saat ini dijadwalkan akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan saat Piala Dunia tiba di Amerika Utara musim panas mendatang. Jadwal tersebut mencakup lima pertandingan fase grup, satu pertandingan babak 32 besar, dan perempat final pertama pada 9 Juli.
Dampak dan Konteks Lebih Lanjut
Boikot Iran dan ancaman Trump menyoroti bagaimana politik dan masalah non-olahraga dapat memengaruhi gelaran acara sepak bola terbesar dunia. Masalah visa dan larangan perjalanan telah menjadi titik gesekan dalam hubungan internasional, bahkan ketika menyentuh ranah olahraga yang seharusnya menyatukan bangsa. Upaya Federasi Sepak Bola Iran untuk melibatkan FIFA menunjukkan harapan bahwa diplomasi olahraga dapat menemukan solusi di tengah ketegangan politik. Sementara itu, komentar Trump menambah lapisan ketidakpastian pada persiapan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang ambisius.
(WC/GN)
sumber : www.fox5atlanta.com
Leave a comment