Home Sepakbola FIFA world cup 2026 Kami datang, siap bikin gebrakan!
FIFA world cup 2026

Kami datang, siap bikin gebrakan!

Share
Kami datang, siap bikin gebrakan!
Share

Arab Saudi Masuk Grup Sulit di Piala Dunia 2026: Herve Renard Tak Gentar, Fokus Pembuktian Darah Muda

Tim nasional Arab Saudi tidak akan masuk ke Piala Dunia FIFA 2026 dengan rasa takut. Tim asuhan Herve Renard, yang diperkuat bintang-bintang Roshn Saudi League (RSL) yang sedang bersinar, membuktikan di edisi sebelumnya bahwa mereka bisa menjadi lawan yang tangguh bagi siapa pun.

"Ini adalah Piala Dunia; saya bisa katakan kami selalu berada di grup sulit," ujar pelatih Green Falcons itu setelah undian di Washington DC pada Jumat lalu. Undian tersebut menempatkan Arab Saudi di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan tim debutan Cape Verde.

Grup Neraka dan Pernyataan Pelatih

"Empat tahun lalu, kami bertemu Argentina, Meksiko. Hari ini, ada Spanyol, tim peringkat pertama FIFA, jadi bisa dibilang tim terbaik di dunia. Ada juga Uruguay, tim yang sangat kuat dengan pelatih yang sangat bagus, Marcelo Bielsa," jelas Renard.

Ia juga menambahkan tentang lawan lainnya, "Dan Cape Verde: mereka ingin menunjukkan kepada dunia di partisipasi pertama mereka bahwa mereka bisa bermain sangat baik. Jadi, ini adalah level Piala Dunia."

Renard memang pantas untuk tidak gentar. Dalam masa jabatan keduanya bersama Arab Saudi, pelatih asal Prancis ini mengakui perubahan yang telah dilalui tim nasional. Banyak darah segar yang signifikan telah ditambahkan, terutama dari sejumlah talenta RSL yang menarik dan sedang berkembang.

Munculnya Bintang-Bintang Muda RSL

Contohnya, playmaker Al Qadsiah, Musab Al Juwayr, adalah peraih penghargaan Young Player of the Year liga kasta tertinggi. Sementara rekan setimnya, Jehad Thikri, telah mengasah kemampuannya selama lebih dari satu musim penuh bersama bek kawakan Real Madrid, Nacho.

Baca juga:  Gol Petar Musa! Kroasia Resmi Lolos Piala Dunia 2026.

Pemain lain termasuk Saleh Abu Al Shamat yang berkembang pesat, salah satu penyerang utama Al Ahli yang sudah bersinar untuk Arab Saudi. Sementara itu, bek sayap Nawaf Boushal, tampil cemerlang di pemuncak klasemen Al Nassr.

Begitu pula di klub masing-masing, ada bek Waleed Al Ahmed di Al Taawoun yang sedang menanjak, dan gelandang Murad Al Hawsawi bersama tim kuda hitam Al Khaleej.

Pada Jumat malam lalu, saat undian sedang berlangsung di ibu kota Amerika Serikat, tim asuhan Renard berada ribuan kilometer jauhnya di Qatar, mengalahkan Komoro 3-1 di fase grup Piala Arab FIFA untuk mengamankan tempat di babak gugur.

Salem Al Dawsari, Pemain Terbaik Asia saat ini, menampilkan performa Man of the Match, dilengkapi dengan gol solo yang luar biasa. Gelandang Mohammed Kanno mencetak dua gol lainnya. Kedua pemain Al Hilal ini adalah sebagian kecil dari skuad yang menjadi jembatan antara Piala Dunia 2022 dan ajang akbar musim panas mendatang.

"Kami memiliki tim yang berbeda sekarang; hanya empat pemain dari generasi sebelumnya," kata Renard. "Jadi, beberapa dari mereka akan bermain untuk pertama kalinya di Piala Dunia. Mereka membutuhkan pengalaman. Namun, ini adalah kesempatan yang fantastis, juga pertandingan yang sulit melawan Spanyol."

Belajar dari Pengalaman Lalu, Fokus ke Babak Gugur

Di Qatar, hampir tepat tiga tahun lalu, Arab Saudi membuka partisipasi keenam mereka di Piala Dunia FIFA dengan salah satu hasil terbaik dalam sejarah final global. Saat itu, mereka bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Argentina 2-1, berkat gol-gol dari Saleh Al Shehri dan Al Dawsari. Itu menjadi satu-satunya kekalahan bagi sang juara bertahan yang kemudian bangkit untuk meraih gelar Piala Dunia ketiga mereka.

Baca juga:  Gilardino Kecewa: Pisa Layak Lebih, tapi Juve Beda Level!

Ditanya apakah Arab Saudi bisa melakukan hal yang sama tahun depan melawan Spanyol yang juga merupakan kandidat juara, Renard berkelakar: "Jika mereka semua setuju kami bisa mengalahkan mereka dan mereka bisa menjadi juara dunia, kami akan langsung tanda tangan."

Namun, itu tidak berarti Renard akan puas hanya dengan hasil tersebut. "Kami datang ke Piala Dunia untuk melakukan sesuatu dan ketika kami mampu melakukan sesuatu yang hebat, itu lebih baik," katanya. "Terakhir kali kami mengalahkan Argentina, tapi kami tidak mencapai babak kedua. Jadi, langkah pertama sudah sangat baik, tapi pencapaiannya belum cukup. Kami harus datang ke [turnamen di] AS, Meksiko, dan Kanada dengan tujuan untuk lolos ke babak berikutnya."

(WC/GN)
sumber : www.spl.com.sa

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Piala Dunia 2026: Bayang-bayang Kartel Mengintai?

Piala Dunia 2026: Mungkinkah bayang-bayang kartel benar-benar mengintai? Kekhawatiran ancaman kejahatan terorganisir...

Gimana India Bisa Lolos Semifinal T20 WC 2026? Cek Skenarionya!

Peluang India lolos semifinal T20 WC 2026 masih terbuka. Namun, ada skenario...

Geger! Piala Dunia Meksiko Pindah Gara-gara Kartel? Ini Faktanya.

Geger! Rumor Piala Dunia Meksiko pindah gara-gara kartel menyebar cepat. Benarkah? Jangan...

Neymar: ‘Jalanin Aja Dulu’, Pensiun 2026?

Neymar memilih 'jalanin aja dulu' soal karir. Pensiun 2026 masih tanda tanya,...