Portugal Hadapi Armenia Tanpa Cristiano Ronaldo di Laga Kualifikasi Krusial
Portugal akan memainkan pertandingan terakhir mereka di kalender tahun ini dengan menjamu Armenia dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 pada Minggu ini. Namun, mereka harus menghadapi tim yang secara peringkat lebih rendah ini tanpa bantuan kapten mereka yang sedang diskors.
Cristiano Ronaldo dipastikan absen dalam laga yang akan menentukan nasib Portugal. Kemenangan akan menjamin tempat mereka di turnamen musim panas mendatang, sementara hasil imbang atau kekalahan di kandang melawan negara peringkat ke-104 FIFA itu akan menimbulkan masalah besar, mengingat Hungaria membayangi ketat di belakang mereka.
Secara kertas, Portugal seharusnya bisa meraih kemenangan mudah di Estádio do Dragão, bahkan tanpa pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional. Namun, absennya Ronaldo tetap menjadi gangguan yang tidak diinginkan menjelang laga sepenting ini.
Mengapa Ronaldo Absen?
Ronaldo hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri atas absennya melawan Armenia. Pemain berusia 39 tahun itu menerima kartu merah internasional pertamanya dalam penampilan ke-226 nya di pertandingan sebelumnya. Ia membiarkan frustrasinya mengambil alih saat Portugal secara mengejutkan kalah 2-0 dari Republik Irlandia.
Dua gol Troy Parrott sebelum jeda menempatkan Portugal dalam posisi berbahaya. Insiden siku tidak perlu Ronaldo terhadap Dara O’Shea sesaat sebelum satu jam permainan membuat tugas mereka semakin berat. Awalnya, Ronaldo hanya diganjar kartu kuning, namun wasit Glenn Nyberg mengubah hukumannya menjadi kartu merah setelah dipanggil oleh VAR untuk meninjau tayangan di monitor.
Pelatih Portugal, Roberto Martínez, telah mendesak FIFA agar tidak menjatuhkan larangan bermain yang panjang kepada Ronaldo atas tindakan tidak disiplinnya tersebut, di mana ancaman sanksi tiga pertandingan bisa saja terjadi. Namun, untuk saat ini, penyerang Al Nassr itu hanya akan menjalani larangan satu pertandingan, yang berlaku untuk laga melawan Armenia.
Implikasi Sanksi Lebih Lanjut
Jika insiden siku Ronaldo dianggap sebagai tindakan kekerasan setelah ditinjau oleh komite disipliner FIFA, larangan bermainnya bisa diperpanjang hingga tiga pertandingan. Mengingat hanya pertandingan kompetitif yang dihitung untuk skorsing, sang veteran bisa saja tidak tersedia untuk dua pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 setelah melewatkan duel melawan Armenia.
Ronaldo tentu akan tersedia untuk pertandingan persahabatan pra-turnamen apa pun, tetapi ia akan absen pada pertandingan pembuka Piala Dunia itu sendiri.
Saat ini, Portugal belum mengetahui lawan-lawan mereka di babak penyisihan grup. Mereka baru akan mengetahuinya setelah undian bulan depan pada Jumat, 5 Desember—tentu saja, dengan asumsi mereka lolos.
Portugal tentu berharap skorsing Ronaldo tidak diperpanjang, terutama karena turnamen ini kemungkinan besar akan menjadi Piala Dunia terakhir bagi sang megabintang.
(WC/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment