Pride Match di Seattle Panen Kritik, Federasi Sepak Bola Iran Angkat Bicara
Rencana penyelenggaraan ‘Pride Match’ yang melibatkan pertandingan antara Mesir dan Iran di Seattle pada bulan Juni mendatang telah memicu gelombang kritik, terutama dari media Iran. Pertandingan ini direncanakan sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas LGBTQAI+.
Kritik dari Iran
Mehdi Taj, Kepala Federasi Sepak Bola Iran, dikutip oleh kantor berita lokal ISNA menyatakan bahwa Teheran dan Kairo sama-sama telah mengajukan “keberatan terhadap masalah ini.” Taj lebih lanjut menyebut Pride Match sebagai “langkah irasional yang mendukung kelompok tertentu.”
Meski demikian, garisfinish.com memahami bahwa laporan yang menyebut Iran telah mengajukan banding resmi ke FIFA mengenai Pride Match adalah tidak benar.
Sikap Penyelenggara dan Dukungan
Komite Penasihat Pride Match Seattle (PMAC), yang dibentuk oleh penyelenggara untuk membantu acara tersebut, sebelumnya telah menyatakan bahwa pertandingan akan tetap berjalan sesuai rencana.
Menyusul hasil undian, Eric Wahl, seorang anggota PMAC, mengungkapkan pandangannya positif terkait terpilihnya kedua negara ini untuk bermain dalam pertandingan tersebut.
“Pertandingan Mesir melawan Iran di Seattle pada bulan Juni kebetulan adalah Pride Match, dan menurut saya itu adalah hal yang baik,” tulisnya di media sosial. “Ada orang-orang LGBTQAI+ di mana-mana. Semua disambut untuk menjadi diri sendiri di Seattle.”
Konteks Kontroversi LGBTQ+ di Sepak Bola
Ini bukan kali pertama upaya dukungan terhadap komunitas LGBTQ+ di ajang sepak bola internasional menemui kendala. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, sebuah negara yang juga memiliki undang-undang menentang hubungan sesama jenis, FIFA sempat menyatakan bahwa pemain yang mengenakan ban kapten OneLove sebagai bentuk dukungan terhadap LGBTQ+ akan menerima kartu kuning.
Sebelum turnamen tersebut, Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, James Cleverly, menyarankan penggemar sepak bola LGBT yang menghadiri turnamen Qatar untuk menunjukkan “sedikit kelenturan dan kompromi” demi menghormati hukum negara tersebut. Pernyataan ini menuai kritik pedas dan disebut “tidak peka.”
Hingga saat ini, BBC Sport telah menghubungi FIFA dan komite penyelenggara Seattle untuk meminta komentar, namun belum ada respons resmi. Pertandingan Mesir melawan Iran yang direncanakan sebagai Pride Match pada Juni mendatang di Seattle akan menjadi sorotan utama, mengingat kontroversi yang menyertainya dan penegasan dari penyelenggara untuk tetap melanjutkannya.
(WC/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment