Guardiola: Inggris Punya Peluang Besar Juara Piala Dunia 2026
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, percaya bahwa timnas Inggris memiliki peluang besar untuk menjuarai Piala Dunia mendatang di Amerika Utara. Pernyataan ini muncul di tengah kegembiraan menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diperluas formatnya, sekaligus saat para pemain Inggris di skuad City sedang dalam periode perkembangan individu yang signifikan.
Konteks Pemain Manchester City dan Timnas Inggris
Beberapa nama seperti Phil Foden, Rico Lewis, John Stones, James Trafford, dan Nico O’Reilly berpotensi besar masuk dalam rencana Gareth Southgate untuk turnamen musim panas mendatang. Hal ini menciptakan pengaruh kuat dari Stadion Etihad dalam skuad nasional Inggris, yang kini sedang membangun performa konsisten di turnamen-turnamen besar di bawah asuhan Gareth Southgate dan memasuki babak taktis baru.
Dukungan Guardiola juga hadir di saat transisi di Manchester City, di mana perencanaan skuad jangka panjang menjadi perbincangan hangat dalam beberapa bulan terakhir. Klub terus memantau bagaimana pemain mereka akan tampil di Piala Dunia. Jadwal pertandingan Inggris di grup yang kompetitif – termasuk pertemuan berat dengan Josko Gvardiol dan Mateo Kovacic dari Kroasia – menambah intrik tersendiri dari sudut pandang City.
Di luar narasi tentang bakat Inggris yang jelas, komentar Guardiola menyoroti hambatan psikologis yang seringkali sulit diatasi oleh generasi sebelumnya. Pelatih asal Catalan ini, yang telah hampir satu dekade mengamati budaya sepak bola Inggris dari dalam, yakin bahwa Inggris semakin mendekati “momen keyakinan” yang krusial, yang seringkali mendahului kesuksesan di turnamen besar.
Kutipan Pep Guardiola tentang Peluang Inggris
Berbicara dalam konferensi pers baru-baru ini, setelah sebelumnya menyatakan dukungannya untuk The Three Lions, Pep Guardiola ditanya tentang seberapa besar peluang yang ia rasakan bagi Gareth Southgate dan skuad Inggris untuk keluar sebagai pemenang.
“Sangat besar. Jika Anda melihat kualitas manajernya, sangat besar. Jika Anda melihat kualitas pemain yang mereka miliki, pemain yang mungkin tidak akan terpilih – top,” tegas Guardiola.
“Saat mereka percaya, mereka bisa melakukannya. Saya pikir Thomas [Tuchel] akan meyakinkan mereka bahwa mereka bisa melakukannya. Di semua lini, mereka sangat bagus, sangat, sangat bagus,” lanjutnya.
“Dengan Gareth [Southgate] yang mencapai final, semi-final, final, semi-final, final – mereka sudah dekat. Ingat sedikit seperti Spanyol, mereka selalu ada di sana. Dan saat mereka memecahkannya dan mereka memenangkannya, mereka mampu melakukannya.”
Dampak Bagi Manchester City
Pujian Pep Guardiola secara alami akan memicu diskusi tentang bagaimana bintang-bintang Inggris Manchester City masuk ke dalam gambaran yang lebih besar. Phil Foden secara luas diharapkan menjadi salah satu pilar kreatif utama Southgate, sementara kebugaran jangka panjang John Stones akan terus dipantau. Bakat-bakat muda seperti Nico O’Reilly bisa saja memaksa masuk ke dalam skuad dengan performa klub yang konsisten.
Kesuksesan Inggris juga secara tidak langsung dapat membentuk strategi transfer musim panas dan musim dingin City. Perjalanan jauh di turnamen kemungkinan akan meningkatkan nilai dan visibilitas figur kunci tim utama, sementara pemain yang berada di pinggir skuad Southgate mungkin melihat bulan-bulan menjelang Piala Dunia sebagai momen penting untuk mengamankan lebih banyak menit bermain di level klub.
Pada akhirnya, keyakinan Pep Guardiola bukan sekadar optimisme, melainkan pengakuan bahwa Inggris kini memiliki identitas taktis, kepemimpinan, dan kedalaman yang diperlukan untuk memenangkan hadiah terbesar sepak bola untuk pertama kalinya sejak tahun 1966.
(WC/GN)
sumber : cityxtra.co.uk
Leave a comment