Argentina Siap Hadapi Pertahanan Juara di Piala Dunia 2026
Argentina akan menghadapi tantangan untuk mempertahankan gelar juara yang mereka raih di Piala Dunia Qatar 2022. Namun, di tengah perjalanan persiapan menuju Piala Dunia 2026, mereka akan melalui serangkaian pertandingan melawan lawan-lawan yang dianggap lebih lemah, menimbulkan pertanyaan mengenai daya saing mereka saat ini.
Minggu ini, Argentina telah mengonfirmasi lawan-lawan yang akan mereka hadapi selama jeda internasional pada bulan Maret. Dua pertandingan persahabatan akan digelar di stadion Boca Juniors di Buenos Aires, dengan pertandingan pertama melawan Mauritania pada hari Jumat, 27 Maret, diikuti oleh pertandingan melawan Zambia empat hari kemudian.
Pemilihan lawan bukan didasari oleh keinginan untuk menghadapi kompetisi yang kuat, melainkan terkait dengan kesulitan mencari tim yang tersedia setelah dibatalkannya Finalissima melawan Spanyol serta ketidakmampuan untuk menjadwalkan pertandingan melawan Honduras dan Guatemala akibat regulasi FIFA.
Argentina Cenderung Hadapi Lawan Kelas Rendah
Sejak final Piala Dunia 2022 melawan Prancis, Argentina hanya berhadapan dengan satu tim peringkat 10 besar FIFA, yaitu Brasil. Mereka telah bertemu dua kali di kualifikasi Amerika Selatan, dan berhasil meraih kemenangan di kedua laga tersebut (1-0 di kandang lawan dan 4-1 di Buenos Aires).
Dalam periode yang sama, Argentina hanya melawan dua tim lain dari peringkat 20 besar dunia, yaitu Kolombia dan Uruguay. Pertandingan lainnya sebagian besar melibatkan tim-tim dengan peringkat di luar kategori tersebut.
Tren ini semakin terlihat jelas pada pertandingan persahabatan. Antara tahun 2023 dan 2026, daftar lawan Argentina termasuk Curaçao (peringkat 81 FIFA), Indonesia (peringkat 122), El Salvador (peringkat 99), Guatemala (peringkat 94), Puerto Rico (peringkat 156), dan Angola (peringkat 89). Kini, Mauritania dan Zambia juga tercatat dalam daftar tersebut.
Bisakah Argentina Mengulang Kesuksesan 2022?
Argentina saat ini merupakan juara bertahan di semua kompetisi senior utama yang mereka ikuti, termasuk Piala Dunia, Copa America, dan Finalissima. Hal ini menempatkan mereka sebagai salah satu favorit dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Utara pada musim panas ini.
Namun, dengan bertambahnya usia beberapa pemain kunci, seperti Lionel Messi yang akan berusia 39 tahun saat Piala Dunia berlangsung, serta penurunan performa beberapa pemain lain, menimbulkan keraguan tentang peluang mereka untuk mengulangi prestasi di Qatar 2022. Kurangnya ujian nyata melawan lawan berkualitas tinggi semakin menambah kekhawatiran tersebut.
(WC/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment