Pejabat Sepak Bola Jerman Serukan Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, terutama terkait kebijakan luar negeri AS, telah memicu reaksi di dunia olahraga. Seorang pejabat tinggi sepak bola Jerman kini menyuarakan gagasan untuk memboikot gelaran Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di tiga negara Amerika Utara, yakni AS, Kanada, dan Meksiko.
Seruan Boikot dari DFB
Oke Gottlich, wakil presiden Deutscher Fussball Bund (DFB) atau Asosiasi Sepak Bola Jerman, telah melontarkan ide agar Uni Eropa memboikot Piala Dunia 2026. Gagasan ini disampaikan Gottlich kepada Hamburger Morgenpost, seperti yang juga dilansir oleh BBC Sport.
"Saya benar-benar bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk memikirkan dan membicarakan hal ini [boikot] secara konkret," ujarnya kepada surat kabar tersebut.
Seperti diketahui, Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah utama dari tiga negara penyelenggara Piala Dunia 2026. Sebanyak 78 dari 104 pertandingan dalam kompetisi akbar itu direncanakan akan dimainkan di AS.
Gottlich, yang juga menjabat sebagai presiden klub sepak bola Jerman FC St. Pauli, berargumen bahwa AS pernah menerapkan boikot serupa pada Olimpiade 1980 menyusul invasi Uni Soviet ke Afghanistan.
Perbandingan dengan Olimpiade 1980
"Apa saja pembenaran untuk boikot Olimpiade pada tahun 1980-an?" katanya. "Menurut perhitungan saya, potensi ancaman sekarang lebih besar daripada saat itu. Kita perlu memiliki diskusi ini."
Potensi boikot dari negara-negara yang berafiliasi dengan Uni Eropa bisa berdampak besar bagi Piala Dunia. Eropa sendiri masih menjadi kekuatan utama di dunia sepak bola, rumah bagi tim-tim favorit turnamen seperti Prancis, Jerman, Spanyol, dan Portugal. Kehadiran mereka sangat krusial untuk kesuksesan dan daya tarik kompetisi.
Namun, belum pasti setiap negara akan setuju dengan ide boikot Piala Dunia ini. BBC Sport melaporkan bahwa Prancis tidak mendukung gagasan boikot, sementara Denmark, yang memiliki otonomi atas Greenland, menyatakan akan terus memantau situasi dengan cermat.
Jika boikot ini benar-benar terjadi, dampaknya terhadap Piala Dunia 2026, baik dari segi partisipasi tim maupun pendapatan, tentu akan sangat signifikan dan berpotensi mengubah dinamika sepak bola global.
(WC/GN)
sumber : www.ndtvprofit.com
Leave a comment