Politikus Inggris Desak FIFA Usir AS dari Piala Dunia 2026
Sekelompok politikus dari berbagai partai di Inggris secara tegas menuntut FIFA untuk mencabut status Amerika Serikat sebagai tuan rumah dan peserta Piala Dunia 2026. Desakan ini muncul hanya beberapa bulan menjelang dimulainya turnamen akbar tersebut di Amerika Utara.
Dari 104 pertandingan yang dijadwalkan dalam Piala Dunia 2026, 78 di antaranya akan diselenggarakan di AS, termasuk semua laga fase gugur. Sementara itu, Kanada dan Meksiko masing-masing akan menjadi tuan rumah untuk 13 pertandingan. Namun, peran AS dalam kompetisi ini menjadi sorotan tajam belakangan ini, terutama mengingat kondisi politik terkini dan tindakan Presiden Donald Trump.
Konteks Politik dan Pelanggaran Hukum Internasional
Kritik terhadap AS memuncak setelah insiden penyitaan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan AS dalam sebuah serangan di Caracas awal bulan ini. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai penghormatan Trump terhadap hukum internasional.
Situasi ini semakin rumit mengingat FIFA sebelumnya secara kontroversial menganugerahkan “Peace Prize” kepada Trump pada upacara undian Piala Dunia 2026 di Washington. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas upayanya dalam mengurangi konflik di seluruh dunia.
Namun, tindakan terbaru Trump tidak luput dari perhatian. Sebanyak 23 politikus dari Partai Buruh, Lib Dems, Green Party, dan Plaid Cymru telah menandatangani mosi di parlemen Inggris. Mosi tersebut menyerukan agar badan olahraga internasional utama seperti FIFA menangguhkan AS.
Para politikus ini berargumen bahwa acara olahraga besar “seharusnya tidak digunakan untuk melegitimasi atau menormalisasi pelanggaran hukum internasional oleh negara-negara kuat.” Mosi tersebut secara spesifik menyoroti “eskalasi tindakan AS terhadap Venezuela,” termasuk “penculikan Presiden Nicolas Maduro,” sebagai contoh tindakan yang dinilai sudah keterlaluan.
Sejak penyitaan Maduro, Trump dan beberapa tokoh politik kunci di AS juga telah melontarkan serangkaian komentar mengenai invasi negara lain. Presiden Trump baru-baru ini bahkan kembali menyatakan keinginannya untuk ‘mengakuisisi’ Greenland. Mosi tersebut menambahkan bahwa komentar-komentar semacam itu merupakan “ancaman terselubung dan terang-terangan yang berulang kali dilontarkan oleh pejabat senior AS” terhadap Denmark, Kolombia, dan Kuba.
Dampak Potensial Terhadap Piala Dunia dan Olimpiade
Jika FIFA mengindahkan mosi ini dan menangguhkan AS karena perilaku politiknya baru-baru ini, hal tersebut dapat memicu kekacauan besar dalam persiapan Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung bulan sebelum kick off.
Meskipun demikian, hubungan dekat antara Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino membuat kemungkinan badan sepak bola dunia mengambil tindakan drastis semacam itu menjadi sangat kecil. Namun, tidak menutup kemungkinan badan olahraga internasional utama lainnya dapat bereaksi terhadap lanskap politik saat ini dan menjatuhkan sanksi kepada AS atas tindakan Trump, yang mungkin akan menimbulkan pertanyaan tentang status Los Angeles sebagai tuan rumah Olimpiade 2028.
(WC/GN)
sumber : guardian.ng
Leave a comment