Berikut adalah penulisan ulang artikel dengan gaya garisfinish.com:
FIFA Evaluasi Aturan Baru Cegah Buang Waktu, Bisakah Diterapkan Sebelum Piala Dunia 2026?
Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola telah mengalami perubahan aturan signifikan yang belum pernah terlihat dalam dekade sebelumnya. Pengenalan VAR menjadi perkembangan paling mencolok, namun penyesuaian lain juga mengubah alur permainan. Kini, FIFA sedang menganalisis potensi perubahan lain yang bisa diterapkan sebelum Piala Dunia 2026.
Beberapa hari lalu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di World Sports Summit di Dubai. Ia membahas beberapa kemungkinan variasi aturan sepak bola yang bisa diterapkan dalam waktu dekat, termasuk implementasi proposal Arsene Wenger untuk memodifikasi hukum offside.
Selain itu, Infantino juga menyoroti isu yang mendapatkan perhatian khusus. Ia menyatakan, “Kami juga mengevaluasi langkah-langkah untuk mencegah pemborosan waktu. Penting bagi permainan untuk mengalir dengan baik, jadi interupsi harus diminimalisir.”
Langkah Tegas Lawan Buang Waktu
Dengan tujuan tersebut, FIFA kini dilaporkan sedang mempertimbangkan sebuah keputusan penting. Ide ini akan mengharuskan pemain yang menerima perawatan medis di lapangan untuk tetap berada di luar lapangan setidaknya selama dua menit, sebelum mendapatkan izin dari wasit untuk kembali bermain. Tujuannya adalah untuk membatasi interupsi yang disebabkan oleh masalah fisik yang memerlukan staf medis masuk ke lapangan, mengkhususkan mereka untuk situasi yang benar-benar membutuhkan perhatian, dan mencegah penggunaannya sebagai taktik untuk membuang waktu.
Aturan Penanganan Medis Saat Ini
Berdasarkan aturan saat ini, pemain harus meninggalkan lapangan sementara setelah menerima perawatan medis, dan wasit kemudian memberi sinyal kapan mereka diizinkan untuk masuk kembali. Ini biasanya hanya membutuhkan beberapa detik, seringkali saat permainan dihentikan atau bola jauh dari area di mana pemain menunggu untuk kembali.
Namun, ada pengecualian. Jika pemain yang cedera dilanggar dan pelanggaran tersebut menghasilkan kartu kuning atau kartu merah, pemain tidak perlu meninggalkan lapangan setelah perawatan, asalkan pemulihan tidak memakan waktu yang berlebihan. Pengecualian lain berlaku untuk penjaga gawang, karena sebuah tim tidak bisa bermain tanpanya, bahkan untuk sementara.
Uji Coba Positif di Piala Arab
Pada bulan Desember, Piala Arab FIFA 2025 diselenggarakan di Qatar, di mana modifikasi aturan ini diuji dalam upaya mengurangi penundaan. Menurut laporan, hasilnya positif, karena rata-rata waktu bermain efektif selama pertandingan lebih tinggi dari biasanya.
Menuju Piala Dunia 2026
Hasil uji coba ini dapat membantu menentukan langkah FIFA selanjutnya dalam waktu dekat. Pada bulan Januari, International Football Association Board (IFAB) — badan yang bertanggung jawab untuk membahas perubahan aturan dalam sepak bola — akan mengadakan pertemuan tahunannya. Jika proposal tersebut disetujui, perubahan aturan dapat mulai diterapkan paling cepat musim panas mendatang, bertepatan dengan Piala Dunia 2026. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pertandingan yang lebih adil dan menarik bagi para penonton di seluruh dunia, dengan meminimalkan jeda yang tidak perlu dan memaksimalkan waktu bermain yang sebenarnya.
(WC/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment