Kembali ke Panggung Dunia: Aymen Hussein dan Gol Penentu Kemenangan Iraq
Aymen Hussein mencetak gol kemenangan melawan Bolivia di Monterrey, lebih dari sekadar mengantarkan Iraq ke Piala Dunia 2026. Gol tersebut memicu perayaan di seluruh negeri yang telah melewati banyak tantangan, termasuk peperangan, pengungsian, dan perpecahan politik selama dua dekade terakhir.
Kebangkitan Iraq di Panggung Internasional
Pada pagi tanggal 1 April, ketika para penggemar berbondong-bondong ke jalan, makna momen itu menjadi jelas: Iraq kembali ke panggung dunia untuk pertama kalinya sejak 1986. Pemain yang membawa kembali momen ini adalah seorang penyerang yang hidupnya mencerminkan banyak gejolak yang dialami negaranya.
Aymen Hussein, yang memiliki nama lengkap Aymen Hussein Ghadhban Al Mafraje, lahir pada 1996 di Al Safra, sebuah desa di distrik Hawija, Kirkuk. Sejak jatuhnya Saddam Hussein, daerah tersebut tidak pernah benar-benar damai. Teror bom dan serangan IED menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ayahnya, seorang perwira di angkatan bersenjata Iraq, menerima ancaman dari Al Qaeda dan menolak untuk meninggalkan tugasnya. Pada tahun 2008, kelompok teroris tersebut membunuhnya.
“Kami menelepon ayah untuk meminta sesuatu untuk rumah. Namun, seseorang menjawab dan memberi tahu kami bahwa ia berada di rumah sakit. Saya awalnya tidak percaya dan mengatakan kepada saudara saya bahwa dia berbohong. Kemudian ibu kami berbicara dengan seseorang dan mengetahui bahwa itu benar,” kenang Hussein.
Setelah ayahnya meninggal, saudara laki-lakinya mengambil tanggung jawab keluarga dan mengikuti jejak ayahnya di angkatan bersenjata. Namun, ISIS datang dan menculiknya, dan sejak saat itu keluarga Hussein tidak pernah mendengar kabar tentangnya. Tak lama setelah itu, rumah mereka dihancurkan.
Perjalanan Menuju Kesuksesan
Keluarga Hussein terpaksa pindah ke pusat kota Kirkuk. Meskipun dihantui kesedihan, Hussein menemukan pelarian dalam sepak bola. Ia bergabung dengan Al Alam Sports Club pada tahun 2009, memulai perjalanan kariernya yang tidak glamor. Akhirnya, ia pindah ke Baghdad, bermain untuk beberapa klub Iraq, dan menonjol ketika mencetak 12 gol dalam 10 pertandingan di musim 2016/17 sebelum mengalami cedera.
Setelah beberapa waktu di Tunisia, ia kembali ke Iraq dan meraih gelar liga serta piala dengan Al Quwa Al Jawiya pada tahun 2020. Performa gemilang di Gulf Cup 2023 membuatnya bergabung dengan klub Abu Dhabi, Al Jazira. Namun, setelah enam bulan, ia pindah ke Raja Casablanca di Maroko, yang juga tidak berjalan mulus.
Setelah kembali ke Al Quwa Al Jawiya dan mencetak 27 gol di musim 2023/24, pada tahun 2025 ia pindah ke Al Karma dengan nilai transfer lebih dari 1,25 miliar dinar Iraq, menandai prestasi luar biasa dalam kariernya.
Keberhasilan di Tim Nasional
Aymen dikenal sebagai striker yang paling efektif di area penalti dan sangat agresif dalam duel dengan bek lawan. Meskipun beberapa kritik menerpa, terutama menjelang Piala Asia 2024, di mana banyak yang meragukan kemampuannya, ia berhasil menjawab tantangan itu dengan performa mengesankan.
Di turnamen tersebut, ia menjadi pemain pertama Iraq yang mencetak enam gol dalam satu edisi Piala Asia, hanya kalah dari pencetak gol terbanyak kedua, Afif Akram dari Qatar. Salah satu momen terkenalnya terjadi saat mencetak dua gol melawan Jepang, menandai kemenangan pertama Iraq atas tim tersebut sejak 1982.
Setelah pertandingan, Aymen terdengar emosional, mengungkapkan tekanan yang telah dialaminya sepanjang karier. Keberhasilan tersebut membuatnya menjadi simbol harapan bagi banyak orang di Iraq.
Dampak Gol Penentu di Mexico
Ketika golnya tercipta di Monterrey, Iraq, sebuah bangsa yang telah lama terpecah oleh konflik, bersatu sebagai satu. Pemerintah mengumumkan hari libur untuk merayakan pencapaian ini. Setelah pertandingan, ibunya menghubunginya dan mengungkapkan kebanggaannya dan doa-doanya yang terkabul.
Gol Aymen bukan hanya sekadar angka; itu adalah lambang perjuangan dan harapan bagi semua orang yang pernah merasakan kehilangan, dan kini menggambarkan perjalanan luar biasa dari seorang pria yang tidak hanya mengandalkan sepak bola sebagai karier, tetapi sebagai jalur penyembuhan dari traumas hidupnya.
(WC/GN)
sumber : www.thenationalnews.com
Leave a comment