Pindah ke Meksiko, Iran Bahas Pertandingan Piala Dunia dengan FIFA
Federasi Sepak Bola Iran sedang dalam pembicaraan dengan FIFA mengenai kemungkinan memindahkan pertandingan Piala Dunia mereka dari Amerika Serikat ke Meksiko. Hal ini disampaikan oleh Presiden Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, pada hari Senin. Kekhawatiran akan keamanan pemain menjadi alasan utama di balik keputusan ini.
Partisipasi Iran dalam ajang bergengsi ini terancam setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan udara bersama Israel terhadap negara tersebut. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan pekan lalu bahwa Iran diperbolehkan untuk berpartisipasi, tetapi mengisyaratkan bahwa mungkin tidak tepat bagi mereka untuk bermain di AS “demi keselamatan hidup mereka.”
“Ketika Trump secara eksplisit menyatakan bahwa dia tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, kami tentu tidak akan pergi ke Amerika,” ujar Taj dalam sebuah unggahan di akun X Kedutaan Besar Iran di Meksiko.
“Kami sedang bernegosiasi dengan FIFA untuk menggelar pertandingan Piala Dunia Iran di Meksiko.”
Respons FIFA dan Meksiko
Pihak FIFA belum memberikan rincian spesifik terkait permohonan ini. “FIFA secara rutin berkomunikasi dengan semua asosiasi anggota yang berpartisipasi, termasuk Iran, untuk membahas persiapan Piala Dunia 2026. FIFA berharap semua tim yang berpartisipasi dapat berlaga sesuai jadwal pertandingan yang diumumkan pada 6 Desember 2025,” ungkap juru bicara FIFA kepada Reuters.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan dalam konferensi pers harian bahwa negaranya tidak akan keberatan untuk menjadi tuan rumah pertandingan Iran, jika FIFA menyetujuinya.
Perubahan Logistik Besar
Iran berhasil lolos ke Piala Dunia keempat secara berturut-turut setelah menduduki peringkat teratas grup dalam putaran kualifikasi Asia. Turnamen ini dijadwalkan dimulai pada 11 Juni di AS, Kanada, dan Meksiko, dengan Iran dijadwalkan bermain dua pertandingan grup di Los Angeles dan satu di Seattle. Iran akan menghadapi Belgia, Mesir, dan Selandia Baru di Grup G.
Komite penyelenggara untuk pertandingan di Los Angeles dan Seattle belum memberikan tanggapan tentang isu ini hingga saat normal bisnis AS selesai.
Pindahnya pertandingan Iran ke Meksiko akan menjadi perubahan logistik besar untuk turnamen, meskipun pemindahan pertandingan demi alasan keamanan atau politik bukanlah hal yang baru. Pada September tahun lalu, Skotlandia mengalahkan Belarus 2-0 dalam kualifikasi Piala Dunia di Zalaegerszeg, setelah UEFA memutuskan terkait peran Belarus dalam invasi Rusia ke Ukraina.
Keputusan Federasi yang Menentukan
Jika FIFA menolak permintaan pemindahan venue ke Meksiko, tampaknya sulit bagi Iran untuk berpartisipasi di AS di tengah konflik dengan salah satu co-host. Menteri Olahraga Iran menyatakan pekan lalu bahwa tidak mungkin bagi pemain Iran untuk ikut serta setelah serangan udara dilakukan oleh AS bersama Israel, yang mengakibatkan kematian pemimpin tertinggi di Republik Islam tersebut.
Penarikan resmi Iran akan menjadi yang pertama di era modern dan akan menyebabkan FIFA harus segera mencari pengganti. Asian Football Confederation (AFC) mengatakan belum menerima notifikasi apapun mengenai kemungkinan penarikan Iran dari acara tersebut. “Pada akhirnya, federasi yang harus memutuskan apakah akan bermain, dan hingga saat ini, federasi telah memberi tahu kami bahwa mereka akan hadir di Piala Dunia,” kata Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John, kepada wartawan di Kuala Lumpur.
Situasi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh Iran dan FIFA dalam mengelola isu-isu geopolitik yang dapat mempengaruhi partisipasi tim dalam kompetisi internasional.
(WC/GN)
sumber : gvwire.com
Leave a comment