Rumah di New Jersey Dibanjiri Penyewa Jelang Piala Dunia 2026
Lebih dari satu juta penggemar sepak bola diperkirakan akan mengunjungi daerah Tri-State musim panas ini untuk Piala Dunia 2026. Banyak pemilik rumah di New Jersey memanfaatkan kesempatan ini dengan mendaftarkan properti mereka di situs rental seperti Airbnb.
Sementara itu, penduduk New York City kemungkinan tidak akan merasakan manfaat ekonomi instan. Para pemimpin Dewan Kota dan Wali Kota Zohran Mamdani menolak untuk melonggarkan pembatasan pada rental jangka pendek selama turnamen, demi menjaga stabilitas perumahan. Hal ini dinilai oleh para ahli sebagai peluang yang terlewatkan untuk ekonomi lokal.
Peluang Ekonomi untuk Airbnb
Piala Dunia FIFA tahun ini diharapkan dapat mendatangkan lebih dari satu juta penggemar sepak bola ke New Jersey dan New York City. Ini merupakan peluang besar dalam sektor pariwisata, dan juga kesempatan untuk melonggarkan aturan bagi Airbnb agar pemilik rumah di New York City bisa mendapatkan keuntungan.
“Rekomendasi kami adalah melonggarkan pembatasan pada rental jangka pendek selama satu bulan, sehingga orang dapat menghasilkan uang dengan menggunakan rumah mereka, dan kota juga dapat menambah pendapatan pajak,” kata CEO Partnership for New York City, Steven Fulop.
Dampak Peraturan Terhadap Pasar Sewa
Kelompok advokasi bisnis Fulop merupakan bagian dari koalisi yang meminta New York City untuk mengizinkan Airbnb kembali ke pasar setelah adanya undang-undang pada 2023 yang dikenal sebagai Local Law 18, yang banyak menghambat pasar sewa rumah di kelima borough dengan regulasi ketat untuk rental di bawah 30 hari.
“Saya setuju bahwa undang-undang rental jangka pendek awalnya diterapkan untuk melindungi keterjangkauan perumahan. Namun, dalam konteks satu bulan ini, saya rasa Dewan Kota seharusnya memiliki kebijakan yang memberi kesempatan untuk melonggarkan aturan,” tuturnya.
Usulan terbaru untuk membatalkan regulasi akan memperbolehkan rumah pribadi disewakan tanpa kehadiran pemilik, dan meningkatkan batas tamu dari dua menjadi empat orang.
Akan tetapi, Dewan Kota dengan cepat menolak permintaan tersebut, karena khawatir akan merusak stabilitas perumahan, dan Wali Kota Mamdani sepakat dengan keputusan ini.
“Saya tetap pada posisi yang sama, yaitu memastikan bahwa rumah di New York City tetap menjadi tempat tinggal dan bukan beralih fungsi menjadi hotel, dan kita memiliki hotel untuk tujuan tersebut,” ungkap Mamdani.
Konflik dengan Industri Perhotelan
Tidak hanya itu, ada juga ancaman pemogokan pekerja hotel, dengan kontrak serikat mereka yang akan berakhir bersamaan dengan berlangsungnya Piala Dunia.
“Saya rasa ada pengaruh yang besar dari kelompok advokasi hotel, yang saya pahami dan mereka melakukan pekerjaan yang baik. Namun, dalam situasi ini, hotel-hotel akan beroperasi pada kapasitas penuh. Jadi, mereka tidak akan kehilangan bisnis, dan kami bukan bicara tentang koreksi jangka panjang untuk pasar rental jangka pendek, melainkan koreksi jangka pendek,” jelas Fulop.
Perwakilan dari Airbnb menyatakan bahwa perusahaan tidak secara langsung mendukung undang-undang baru tersebut. Di sisi lain, akan ada lebih banyak pilihan rental Airbnb yang fleksibel di seberang Sungai Hudson di New Jersey.
(WC/GN)
sumber : www.yahoo.com
Leave a comment