Peluang Iraq Menuju Piala Dunia Terhambat oleh Konflik di Iran
Pelatih timnas Iraq, Graham Arnold, meminta agar playoff inter-konfederasi Piala Dunia di Meksiko yang dijadwalkan bulan ini ditunda. Permohonan ini disampaikan karena situasi perjalanan yang kacau akibat konflik yang terjadi di negara tetangga, Iran.
Tim Iraq khawatir mereka tidak dapat mengirimkan pemain dan staf ke Meksiko untuk bertanding melawan Bolivia atau Suriname di Monterrey pada 31 Maret. Penutupan akses perjalanan di Timur Tengah menjadi kendala utama.
Tim Terbaik untuk Kesempatan Terakhir
Arnold menuturkan bahwa jika hanya mengandalkan pemain yang berada di luar Iraq, peluang mereka untuk lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986 menjadi semakin kecil.
“Tim yang kami bawa bukanlah tim terbaik, dan kami membutuhkan tim terbaik untuk pertandingan terbesar dalam 40 tahun terakhir,” ungkap Arnold kepada Australian Associated Press dari tempat tinggalnya di Uni Emirat Arab.
Arnold juga menambahkan, “Masyarakat Irak sangat mencintai sepak bola. Kurangnya kualifikasi selama 40 tahun menjadi alasan utama saya menerima pekerjaan ini. Namun, saat ini, dengan bandara yang ditutup, kami berusaha mencari solusi alternatif.”
Situasi Terkini di Iraq
Ruang udara Iraq telah ditutup sejak 28 Februari, setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang langsung direspons dengan peluncuran rudal oleh Iran ke Israel dan negara-negara Teluk lainnya.
Bolivia dan Suriname dijadwalkan bertemu di semifinal playoff inter-konfederasi di Monterrey pada 26 Maret untuk menentukan siapa yang akan berhadapan dengan Iraq dalam final yang dijadwalkan lima hari kemudian.
Usulan Penundaan Pertandingan
“Jika FIFA menunda pertandingan, itu akan memberi kami waktu untuk mempersiapkan dengan lebih baik,” kata Arnold. “Biarkan Bolivia dan Suriname bertanding bulan ini, dan seminggu sebelum Piala Dunia, kami akan menghadapi pemenangnya di AS. Pemenang laga itu akan melanjutkan, sedangkan yang kalah akan pulang,” tambah Arnold.
Presiden federasi sepak bola Iraq, Adnan Dirjal, terus bekerja keras merencanakan dan mempersiapkan usaha untuk mewujudkan impian seluruh rakyat Iraq, sehingga keputusan mengenai penundaan ini diharapkan segera dibuat.
Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dari 11 Juni hingga 19 Juli. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari FIFA mengenai usulan Arnold tersebut.
Di sisi lain, New Caledonia, Jamaika, dan Republik Demokratik Kongo juga dipersiapkan untuk bertanding di Guadalajara dalam playoff tiga tim untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia.
Kondisi ini menjadi semakin penting untuk ditangani, mengingat peluang Iraq untuk kembali tampil di pentas dunia sangat bergantung pada situasi politik serta akses perjalanan saat ini.
(WC/GN)
sumber : sportstar.thehindu.com
Leave a comment