Home Sepakbola FIFA world cup 2026 Piala Dunia 2026: Bayang-bayang Kartel Mengintai?
FIFA world cup 2026

Piala Dunia 2026: Bayang-bayang Kartel Mengintai?

Share
Piala Dunia 2026: Bayang-bayang Kartel Mengintai?
Share

Kekerasan yang merebak di Meksiko akibat reaksi kartel terhadap pembunuhan salah satu pemimpin Kartel Jalisco, telah menyebabkan pembatalan sejumlah acara olahraga di kota-kota terdampak. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar sepak bola, yang bertanya-tanya apakah Piala Dunia FIFA 2026 juga bisa ikut terimbas.

Video-video yang beredar dari Puerto Vallarta dan Guadalajara menunjukkan jalan-jalan diblokir oleh individu bersenjata, mobil dan bisnis dibakar, serta warga dan turis terpaksa mencari perlindungan di tengah kerusuhan. Kejadian ini menyusul tewasnya Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, yang ditembak oleh militer Meksiko. Cervantes, yang merupakan buronan Amerika Serikat dan dianggap sebagai salah satu pemimpin kartel paling kuat di Meksiko, adalah kepala Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG).

Situasi Terkini dan Klaim Resmi

Meskipun terjadi kekerasan pasca kematian Cervantes pada Minggu, pejabat AS mengatakan “situasi telah kembali normal” di beberapa kota Meksiko. Namun, beberapa blokade jalan dilaporkan masih ada di Guadalajara, Puerto Vallarta, dan Ciudad Guzman.

Di sisi lain, Konsulat Jenderal Meksiko di LA pada Senin, 23 Februari 2026, menyatakan bahwa operasional bandara berjalan normal dan tidak ada lagi blokade jalan. Pernyataan ini disiarkan selama NBC4 News pada pukul 15.00 waktu setempat.

Piala Dunia 2026 di Tengah Ancaman

Dengan Piala Dunia yang akan dimulai pada Juni 2026, Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah tiga belas pertandingan dan fan fest di tiga kota, termasuk Guadalajara. Tim seperti Meksiko, Korea Selatan, dan Afrika Selatan telah dijadwalkan untuk bermain di fase grup di situs-situs Meksiko, dengan satu tim lagi masih akan ditentukan. Para penggemar dari negara-negara ini tentu berharap kunjungan yang aman saat mereka datang untuk mendukung timnya.

Baca juga:  Iraq terbang dengan pesawat pribadi ke Meksiko untuk playoff Piala Dunia!

Sergio de la Peña, pakar keamanan dan mantan Wakil Asisten Sekretaris Pertahanan AS, menyuarakan keprihatinannya. “Situasi ini tidak akan hilang,” ujar de la Peña. Ia menambahkan bahwa penumpasan Cervantes harus diikuti dengan upaya berkelanjutan dari pemerintah Meksiko dan FIFA.

“Hal itu juga memaksa pemerintah untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna mengurangi tingkat kekerasan karena kita tahu acara ini akan datang, kita tahu kemungkinan itu ada,” kata de la Peña.

De la Peña membandingkan situasi ini dengan Olimpiade 1968 ketika kerusuhan Tlatelolco pecah dan menewaskan banyak orang. “Ini memiliki potensi menjadi peristiwa semacam itu. Jadi, mengetahui hal itu, kita perlu mencegahnya.” Ia menekankan bahwa kolaborasi berkelanjutan antara AS dan Meksiko akan menjadi kunci bagi keamanan.

Tanggapan FIFA

Hingga saat ini, FIFA belum memberikan komentar mengenai kekerasan yang terjadi di kota-kota terdampak di Meksiko. Organisasi sepak bola dunia itu juga tidak menanggapi permintaan komentar dari NBC Los Angeles.

(WC/GN)
sumber : www.nbclosangeles.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Ancelotti: Neymar di jalur yang tepat untuk Piala Dunia 2026!

Ancelotti menegaskan bahwa Neymar sedang menunjukkan performa terbaiknya, membuktikan bahwa ia berada...

Sporting KC luncurkan seri nonton bareng “‘Soccer Capital Summer”!

Sporting KC menghadirkan pengalaman seru dengan seri nonton bareng "Soccer Capital Summer,"...

Wasit Piala Dunia di Jepang luar biasa, tapi Korea seolah menghilang!

Wasit Piala Dunia di Jepang menunjukkan kinerja luar biasa, namun tim Korea...

Bagaimana Piala Dunia 2026 Akan Mempengaruhi Wisata Eropa?

Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, dan Kanada diperkirakan akan menarik lebih...