Enam bulan lagi. Hanya segitu waktu tersisa sebelum Piala Dunia FIFA 2026, ajang olahraga terbesar tahun ini, resmi bergulir. Kegembiraan untuk ekstravaganza sepak bola sebulan penuh ini terasa semakin nyata dari hari ke hari.
Piala Dunia FIFA — ajang olahraga tunggal terbesar dan paling bergengsi di dunia — kembali ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam 32 tahun. Terakhir kali, Brasil berhasil mengalahkan Italia pada tahun 1994 untuk meraih gelar keempat dari lima trofi mereka.
Jika pada edisi sebelumnya AS menjadi tuan rumah tunggal, kali ini tetangga mereka, Meksiko dan Kanada, akan berbagi sebagian tugas sebagai penyelenggara. Meski demikian, Amerika Serikat tetap mengemban sebagian besar pertandingan di wilayahnya, termasuk laga final.
Ini juga menjadi kali kedua dalam dua tahun terakhir AS menjadi tuan rumah turnamen sepak bola bergengsi, atau ‘soccer’ seperti yang biasa disebut orang Amerika. FIFA sebelumnya telah menyelenggarakan Piala Dunia Antarklub 32 tim yang diperluas di negara ini musim panas lalu, di mana Chelsea mengalahkan Paris Saint-Germain di final yang berlangsung di Metlife Stadium, East Rutherford, New Jersey.
Piala Dunia edisi kali ini juga akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dengan total 48 tim yang akan berlaga — meningkat dari 32 tim yang berlaku dari tahun 1998 hingga 2022 — mulai 11 Juni hingga 19 Juli. Namun, bagaimana sebenarnya persiapan turnamen ini sejauh ini, termasuk penjualan tiket? Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui:
Trump Masih Jadi Sorotan Utama Persiapan Piala Dunia
Presiden Donald Trump bisa dibilang menjadi wajah dari Piala Dunia FIFA 2026, meskipun Amerika Serikat bukanlah satu-satunya tuan rumah turnamen ini. FIFA telah melakukan gebrakan terbesar ke pasar Amerika dengan menyelenggarakan dua acara besar secara berturut-turut, yang kebetulan terjadi selama masa jabatan kedua Trump sebagai presiden.
Terlepas dari dukungan atau penolakan terhadap Trump dan Partai Republik, tidak dapat dipungkiri bahwa ia adalah sosok yang sangat mempolarisasi. Berkat pengaruhnya, para penggemar sepak bola kini melihat Piala Dunia melalui prisma kebijakan pemerintahannya.
Pembicaraan terbesar terkait Trump dan Piala Dunia mendatang adalah larangan perjalanan yang diberlakukan AS terhadap berbagai negara, beberapa di antaranya akan ikut serta dalam turnamen. Trump juga telah meluncurkan penumpasan imigran ilegal secara nasional melalui US Immigration and Customs Enforcement (ICE), dan sempat berbicara tentang relokasi pertandingan dari ‘Blue Cities’ — kota-kota di mana pemilih mayoritas mendukung Partai Demokrat.
Namun, masih harus dilihat apakah FIFA, yang presidennya Gianni Infantino telah berusaha keras untuk menjaga hubungan baik dengan Trump — bahkan sampai menjadikannya penerima perdana ‘FIFA Peace Prize’ — akan memenuhi permintaan tersebut. Penangkapan presiden Venezuela Nicolas Maduro baru-baru ini oleh Trump, serta rencananya untuk menganeksasi Denmark dari Greenland, semakin menciptakan ketegangan menjelang turnamen, di mana yang terakhir mempererat hubungan AS dengan beberapa negara Eropa.
Kekhawatiran Terkait Visa dan Perjalanan
Kebijakan Trump secara alami menimbulkan kekhawatiran untuk Piala Dunia mendatang, terutama apakah para penggemar di negara-negara yang terkena pembatasan perjalanan akan dapat datang ke Amerika Serikat untuk mendukung tim mereka. Selain itu, ada masalah dua lapis bagi para pendukung yang bepergian: mereka tidak hanya harus khawatir tentang mendapatkan visa, tetapi juga merencanakan perjalanan dari satu kota ke kota lain di ketiga negara tuan rumah, serta akomodasi, adalah hal-hal lain yang perlu diperhitungkan.
Kanada dan Meksiko jauh lebih liberal dibandingkan AS dan diperkirakan akan tetap demikian pada Juni, ketika para penggemar diharapkan berdatangan dalam jumlah besar dari seluruh dunia. Namun, perjalanan ke AS dari negara-negara tersebut tetap akan menjadi tantangan. Dan karena AS menjadi tuan rumah semua pertandingan mulai dari perempat final, para penggemar pasti akan menghadapi situasi seperti itu jika tim mereka berhasil melangkah jauh.
Harga Tiket Dinamis Memecah Belah Penggemar
Bukan hanya perjalanan yang menjadi tantangan bagi mereka yang datang dari seluruh dunia untuk turnamen ini. Mendapatkan visa dan masuk ke ‘States’ adalah satu hal. Memasuki AS dan mendirikan tempat tinggal di salah satu kota adalah satu hal. Namun, membeli tiket adalah tantangan yang sama sekali berbeda bagi para penggemar — apakah itu ketersediaannya atau keterjangkauannya.
FIFA, setelah semua pertimbangan, telah memperkenalkan model harga dinamis untuk tiket di turnamen mendatang, di mana harga disesuaikan berdasarkan permintaan. Ini berarti harga bisa naik atau turun drastis tergantung pada seberapa besar minat terhadap pertandingan tertentu, membuat perencanaan biaya menjadi lebih sulit bagi banyak suporter.
(WC/GN)
sumber : www.firstpost.com
- 2026 FIFA World Cup
- 2026 World Cup
- Donald Trump
- FIFA
- fifa usa
- FIFA World Cup
- FIFA World Cup 2026
- Football
- football news
- football world cup
- Gianni Infantino
- Kualifikasi Piala Dunia
- perempat final
- Piala Dunia
- Piala Dunia 2026
- president trump
- United States of America
- us president donald trump
- World Cup 2026
- World Cup Qualifiers
Leave a comment