Amerika Serikat Perkuat Keamanan Jelang Piala Dunia 2026 dengan Anggaran Fantastis
Amerika Serikat telah mengonfirmasi sejumlah langkah keamanan ketat yang akan diberlakukan untuk Piala Dunia 2026, menyusul potensi ancaman yang mungkin muncul selama turnamen akbar tersebut.
AS menjadi tuan rumah bersama dengan negara tetangga di Amerika Utara, Meksiko dan Kanada. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 78 laga akan digelar di Amerika Serikat. Lebih dari 5 juta orang diperkirakan akan mengunjungi AS untuk ajang sepak bola terbesar ini, yang akan dimulai pada 11 Juni dan puncaknya dengan final pada 19 Juli di MetLife Stadium, New Jersey.
Meski euforia menyambut gelaran ini tinggi, sejumlah kekhawatiran juga menyelimuti. Kebijakan pemerintahan Donald Trump yang memberlakukan larangan visa untuk 75 negara, serta upaya agresif dari ICE (Immigration and Customs Enforcement) untuk menahan dan mendeportasi individu yang dianggap tinggal di AS secara ilegal, menjadi sorotan.
Sebanyak 11 kota di AS akan menjadi arena pertandingan Piala Dunia 2026. Laporan terbaru dari The Independent memberikan gambaran mendalam tentang berbagai metode yang akan diterapkan untuk menjamin keamanan dan keselamatan selama turnamen.
Langkah-Langkah Keamanan yang Diterapkan
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah mengumumkan alokasi dana sebesar 115 juta dolar AS untuk “teknologi anti-drone” yang dianggap sebagai ujung tombak keunggulan udara Amerika. Selain itu, FEMA juga mengucurkan dana sebesar 350 juta dolar AS kepada 11 kota tuan rumah untuk pengadaan teknologi dan peralatan anti-drone. Ini untuk memastikan mekanisme pertahanan siap menghadapi potensi serangan drone.
Ancaman Siber dan Respons Canggih
Pelajaran berharga diambil dari Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana analis mendeteksi potensi kebocoran keamanan siber setelah sebuah router berhasil disusupi. Insiden tersebut berpotensi mengganggu komunikasi utama, khususnya layanan streaming pertandingan.
Ancaman siber bukanlah hal baru dalam event besar. Selama Olimpiade Paris 2024, tercatat lebih dari 140 serangan siber. Namun, berkat persiapan matang, tidak ada masalah besar yang dilaporkan, seperti dikutip dari Dark Reading. Untuk Piala Dunia 2026, risiko upaya peretasan diperkirakan meningkat. Chris Grove, direktur strategi keamanan siber untuk Nozomi Networks, meyakini bahwa “lanskap politik dan sosial yang berbeda” dapat mendorong kelompok tertentu untuk mencoba membuat pernyataan melalui serangan siber.
Oleh karena itu, satuan tugas dari Komite DPR menjadikan keamanan siber sebagai fokus utama, tidak hanya untuk Piala Dunia tetapi juga untuk perayaan ulang tahun ke-250 kemerdekaan AS pada 4 Juli.
Investasi Besar dan Infrastruktur Fisik
Untuk memastikan keamanan turnamen, dana sebesar 625 juta dolar AS telah dialokasikan melalui Program Hibah Piala Dunia FIFA. Selain itu, pemerintah federal AS juga menambah dana, sehingga total biaya keamanan melampaui satu miliar dolar AS. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat penegakan hukum, keamanan siber, dan respons darurat.
Andrew Giuliani, yang memimpin Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, menyebut komitmen ini sebagai “salah satu komitmen sumber daya keamanan terbesar yang pernah dibuat untuk satu acara.”
Selain teknologi canggih, pengamanan fisik juga ditingkatkan. Penghalang logam telah dipasang di sejumlah kota untuk melindungi pejalan kaki, menyusul insiden yang menjadi perhatian terkait keamanan pejalan kaki di perkotaan. Beberapa penghalang ini bahkan mampu menghentikan kendaraan seberat 1102 kg yang melaju dengan kecepatan 30 mil per jam.
Konteks Imigrasi dan Kekhawatiran Pengunjung
Dalam beberapa tahun terakhir, dengan kebijakan anti-imigrasi yang ketat, hampir 3 juta orang telah dideportasi dari AS. Ribuan orang juga ditangkap oleh agen ICE bertopeng, menciptakan suasana kekhawatiran menjelang event sebesar ini.
Larangan visa dari total 21 negara, termasuk beberapa negara peserta Piala Dunia seperti Iran, Brasil, Kolombia, dan Mesir, juga masih berlaku. Situasi ini menambah kompleksitas dalam persiapan keamanan dan kenyamanan bagi para suporter yang ingin datang.
Dengan investasi keamanan yang masif dan persiapan yang komprehensif, Amerika Serikat berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2026 yang aman dan sukses bagi jutaan penggemar sepak bola dari seluruh dunia, meskipun tantangan dan kekhawatiran tetap ada.
(WC/GN)
sumber : www.sportbible.com
Leave a comment