Berikut adalah artikel yang telah ditulis ulang untuk garisfinish.com:
Mohamed Salah Ukir Sejarah, Lampaui Rekor Messi dan Ronaldo dalam Capaian Penting di Timnas Mesir
Piala Afrika selalu menjadi panggung di mana warisan pemain diuji, dibentuk ulang, dan terkadang didefinisikan kembali. Saat turnamen ini mendekati fase penentuan, sorotan kembali tertuju pada Mohamed Salah, yang pengaruhnya melampaui sekadar taktik dan formasi. Dengan Piala Dunia 2026 yang membayangi, kapten Mesir ini berada di persimpangan antara ambisi tim dan sejarah pribadinya—secara tak terhindarkan memicu perbandingan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dua tolok ukur kehebatan internasional di era modern.
Di level klub, Salah tetap menjadi sosok sentral bagi Liverpool, namun Piala Afrika adalah ajang di mana warisannya bersama Mesir masih menanti momen puncaknya. Dan seiring dengan majunya para Firaun ke babak semi-final, sebuah pencapaian statistik luar biasa secara senyap menempatkan Salah di posisi terdepan dibandingkan nama-nama paling ikonik dalam sepak bola—setidaknya dalam satu ukuran krusial.
Piala Afrika 2025 kini telah menyempit menjadi empat tim raksasa: Mesir, Senegal, Maroko, dan Nigeria. Setiap negara tiba dengan identitas yang khas, rencana taktis yang jelas, dan daftar pemain yang mampu menentukan pertandingan dengan margin terkecil.
Keempat tim ini sudah disorot sebelum kick-off sebagai kandidat terkuat, dan kehadiran mereka di semi-final hanya memperkuat penilaian tersebut. Pertarungan—antara Mesir melawan Senegal, dan Maroko menghadapi Nigeria—menjanjikan bukan hanya tontonan, tetapi juga pertarungan filosofi yang dibentuk oleh pengalaman bertahun-tahun di level benua.
Bagi Mesir, tahapan ini terasa akrab namun belum usai. Para Firaun adalah negara paling sukses di Afrika, tetapi kemenangan terakhir mereka di benua ini terjadi pada tahun 2010—sebelum Salah bahkan melakukan debut internasional seniornya.
Sejarah Baru Mohamed Salah yang Tak Terlihat
Di tengah pertempuran taktis dan proyeksi gelar, sebuah tonggak sejarah pribadi yang luar biasa kini menjadi sorotan—yang membingkai ulang karier internasional Salah secara keseluruhan. Mohamed Salah kini telah mencapai 100 kontribusi gol internasional untuk Mesir, gabungan gol dan assist—lebih cepat dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Penyerang Liverpool itu mencapai pencapaian ini selama Piala Afrika, mencetak gol dalam kemenangan dramatis di perempat final atas Pantai Gading. Rekor internasionalnya kini adalah 65 gol dan 35 assist dalam 111 penampilan, sebuah tingkat produktivitas yang hanya dilampaui dalam jumlah pertandingan yang lebih sedikit oleh Pelé dan Neymar.
Sebagai konteks, Messi membutuhkan 122 pertandingan, sementara Ronaldo memerlukan 136 penampilan untuk mencapai tolok ukur yang sama. Ini bukan sekadar keunikan statistik. Ini adalah cerminan pengaruh yang berkelanjutan selama lebih dari satu dekade sepak bola internasional, seringkali dalam turnamen yang ditentukan oleh intensitas fisik dan pragmatisme taktis.
(WC/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment