Menelusuri Hattrick di Piala Dunia: Dari Stabile hingga Mbappe
Sejak Piala Dunia FIFA pertama kali diadakan pada tahun 1930, hattrick selalu membawa sensasi tersendiri. Dari edisi perdana hingga edisi terakhir di Lusail Stadium pada tahun 2022, cerita tentang hattrick di Piala Dunia mencakup berbagai momen bersejarah dan penuh makna. Beberapa mencerminkan dominasi tim di panggung dunia, sementara yang lainnya menyimpan kenangan yang menyedihkan.
Jumlah Hattrick di Piala Dunia
Selama 22 edisi Piala Dunia, tercatat 54 hattrick telah tercipta. Hari Minggu dikenal sebagai hari yang paling banyak menyaksikan hattrick, dengan 23 hattrick terjadi pada hari itu, sedangkan Sabtu menyusul dengan 11 hattrick. Meski hattrick terjadi hampir setiap hari, Senin menjadi satu-satunya hari dengan hanya satu hattrick, yang dilakukan oleh Pauleta dari Portugal pada fase grup Piala Dunia 2002 melawan Polandia.
Pencetak Hattrick Pertama
Pada awalnya, banyak yang percaya bahwa Guillermo Stabile dari Argentina adalah pencetak hattrick pertama di Piala Dunia, terjadi pada 19 Juli 1930 melawan Meksiko. Namun, sebenarnya pencetak hattrick pertama adalah Bert Patenaude dari Amerika Serikat, yang mencetak tiga gol pada 17 Juli 1930 melawan Paraguay. Selama bertahun-tahun, ada kebingungan dalam catatan resmi FIFA, yang kemudian mengakui Patenaude sebagai pencetak hattrick pertama pada 10 November 2006 setelah penelitian menyeluruh.
Piala Dunia dengan Hattrick Terbanyak
Piala Dunia 1954 di Swiss menjadi yang terbanyak dengan delapan hattrick, jumlah tertinggi dalam satu turnamen. Dari 54 hattrick dalam sejarah Piala Dunia, 26 tercipta di delapan edisi pertamanya. Meskipun jumlah pertandingan meningkat secara signifikan di edisi-edisi selanjutnya, hanya 28 hattrick yang terjadi. Ini menunjukkan bahwa tahun-tahun awal turnamen lebih menyukai permainan menyerang dibandingkan era modern yang lebih menekankan taktik pertahanan. Uniknya, Piala Dunia 2006 di Jerman adalah satu-satunya edisi yang tidak menghasilkan satu pun hattrick.
Pencetak Hattrick Termuda dan Tertua
Pele dari Brasil memegang rekor sebagai pencetak hattrick termuda di Piala Dunia pada usia 17 tahun 244 hari melawan Prancis di semifinal 1958. Hanya satu remaja lainnya yang mencetak hattrick di Piala Dunia, yaitu Edmund Conen yang mencetak tiga gol melawan Belgia di edisi 1934 pada usia 19 tahun 198 hari. Di sisi lain, pencetak hattrick tertua adalah Cristiano Ronaldo dari Portugal, yang mencetak gol melawan Spanyol di fase grup Piala Dunia 2018 saat berusia 33 tahun 130 hari.
Pemain dengan Hattrick Ganda
Hanya empat pemain dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak dua hattrick:
- Sandor Kocsis (Hungaria, 1954 melawan Korea Selatan dan Jerman Barat)
- Just Fontaine (Prancis, 1958 melawan Paraguay dan Jerman Barat)
- Gerd Mueller (Jerman Barat, 1970 melawan Bulgaria dan Peru)
- Gabriel Batistuta (Argentina, 1994 melawan Yunani dan 1998 melawan Jamaika)
Hattrick Tercepat dan di Final
Hattrick tercepat di Piala Dunia dicetak oleh Laszlo Kiss dari Hungaria pada tahun 1982, hanya dalam 7 menit 42 detik. Sementara itu, dua pemain telah mencetak hattrick di final Piala Dunia: Geoff Hurst (Inggris, 1966 melawan Jerman Barat) dan Kylian Mbappe (Prancis, 2022 melawan Argentina). Hurst mencetak gol di menit ke-18, sementara dua gol lainnya di waktu tambahan, sedangkan Mbappe mencetak dua gol dalam waktu singkat sebelum menambah satu gol lagi di waktu tambahan.
Rekor Gol dalam Pertandingan
Rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia dipegang oleh Oleg Salenko dari Rusia yang mencetak lima gol melawan Kamerun pada Piala Dunia 1994. Enam pemain lain juga mencetak empat gol dalam satu pertandingan, termasuk pemain seperti Eusebio dan Miroslav Klose.
Fakta Menarik tentang Hattrick di Piala Dunia
Jerman (termasuk Jerman Barat) adalah tim dengan hattrick terbanyak, yakni tujuh. Namun, mereka juga berbagi rekor tidak menyenangkan dengan Korea Selatan, yaitu kebobolan hattrick terbanyak, masing-masing empat. Hanya dua pemain yang mencetak hattrick sepenuhnya dengan sundulan, yaitu Tomas Skuhravy dan Miroslav Klose. Selain itu, Ernst Wilimowski menjadi satu-satunya pemain yang mencetak empat gol meski timnya kalah, ketika Polandia kalah 6-5 dari Brasil di ronde 16 Piala Dunia 1938.
(WC/GN)
sumber : www.thedailystar.net
Leave a comment