Mimpi Fans Meksiko dan Kanada ke Piala Dunia 2026 di AS Dibayangi Risiko Perbatasan dan Keamanan
29 Januari 2026

Menjelang FIFA World Cup 2026, antusiasme penggemar sepak bola dari Meksiko dan Kanada untuk menyaksikan langsung pertandingan di Amerika Serikat (AS) sangat tinggi. Daya tarik stadion-stadion ikonik di sana menjadi magnet utama. Namun, ketegangan politik yang meningkat dan kebijakan imigrasi yang tidak terduga kini membayangi rencana perjalanan mereka.
Laporan tentang kekhawatiran keamanan dan tantangan masuk di perbatasan AS membuat banyak fans ragu, bahkan mempertimbangkan kembali keputusan untuk bepergian ke sana. Prospek menyaksikan laga Piala Dunia di AS yang tadinya begitu menggembirakan kini diselimuti ketakutan akan penolakan di perbatasan atau pengalaman yang tidak menyenangkan dengan petugas imigrasi. Seiring turnamen yang kian dekat, banyak suporter mulai mencari alternatif yang lebih aman di Meksiko atau Kanada, mempertanyakan apakah risikonya sepadan.
Meningkatnya Ketegangan dan Kekhawatiran
Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan muncul terkait kebijakan AS terhadap pengunjung internasional. Retorika negatif yang menargetkan warga Eropa, ditambah laporan mengenai masalah masuk yang dihadapi warga negara Jerman, membuat beberapa calon penonton mempertanyakan keputusan mereka untuk bepergian.
Selain itu, insiden yang melibatkan otoritas imigrasi AS, termasuk beberapa insiden fatal, telah memicu kekhawatiran tentang seberapa ramah AS terhadap tamu dari luar negeri. Situasi ini telah mendorong sejumlah tokoh terkemuka untuk menyarankan agar tidak bepergian ke AS.
Peringatan dari Tokoh Penting
Peringatan dari tokoh-tokoh penting ini menyebar di komunitas sepak bola global, saat para penggemar menimbang antara kecintaan mereka pada turnamen dan potensi risiko yang ada. Waktu munculnya kekhawatiran ini sangat signifikan, mengingat Piala Dunia tinggal beberapa bulan lagi, momen di mana tim dan fans diharapkan melintasi perbatasan dalam jumlah besar.
Salah satu tokoh terkemuka, seorang mantan petinggi FIFA, secara terbuka menyarankan suporter untuk menghindari bepergian ke AS. Melalui unggahan di media sosial, ia mendesak para penggemar untuk tidak mengunjungi negara tersebut, menambahkan bahwa ia memiliki pandangan serupa dengan para ahli tata kelola yang mempertanyakan legitimasi Piala Dunia mengingat isu-isu ini. Komentarnya menyoroti kegelisahan yang berkembang dalam komunitas sepak bola global mengenai keamanan dan kemudahan perjalanan ke AS selama turnamen.
Kekhawatiran serupa juga digaungkan oleh seorang pakar tata kelola, yang dalam sebuah wawancara, memperingatkan bahwa para penggemar mungkin menghadapi kesulitan serius setibanya di AS, termasuk kemungkinan dipulangkan jika mereka gagal memenuhi ekspektasi petugas imigrasi. Nasihat ini menarik perhatian mereka yang sudah merasa cemas akan sifat prosedur imigrasi AS yang tidak dapat diprediksi.
Tantangan Citra dan Pilihan Alternatif
Selain laporan masalah masuk, peran AS sebagai salah satu negara tuan rumah Piala Dunia kini menghadapi masalah persepsi yang berkembang. Bagi banyak penggemar sepak bola internasional, kegembiraan untuk menghadiri turnamen dan merasakan langsung venue-venue ikonik di kota-kota besar AS, tertutup oleh ketakutan akan keamanan pribadi dan masalah masuk ke negara tersebut. Dengan kekhawatiran ditolak di perbatasan, banyak suporter mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka.
Ketidakpastian ini telah mendorong beberapa penggemar untuk mencari pilihan alternatif, seperti menghadiri pertandingan di Meksiko atau Kanada, di mana prosedur masuk mungkin terlihat lebih mudah dan lebih ramah. Operator tur dan maskapai penerbangan terus memantau situasi, mengantisipasi bahwa permintaan untuk penerbangan dan akomodasi akan menjadi lebih jelas seiring mendekatnya ajang tersebut. Namun, suasana saat ini seputar perjalanan ke AS menggambarkan pasar yang terguncang oleh pengaruh retorika politik dan kekhawatiran keamanan.
Seiring meningkatnya antusiasme untuk FIFA World Cup 2026, para penggemar dari Meksiko dan Kanada menghadapi kenyataan pahit bahwa impian mereka untuk menghadiri pertandingan di AS dibayangi oleh meningkatnya risiko perbatasan dan keamanan, mendorong banyak pihak untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka.
Pada akhirnya, pertanyaan besar adalah apakah daya tarik salah satu acara olahraga paling bergengsi di dunia ini akan lebih besar daripada kekhawatiran yang kini menyelimuti perjalanan internasional ke AS. Saat tanggal kick off Piala Dunia semakin dekat, masih harus dilihat bagaimana kekhawatiran ini akan memengaruhi arus penggemar dan apakah mereka yang ragu untuk bepergian ke AS akan memutuskan untuk mengambil risiko tersebut.
(WC/GN)
sumber : www.travelandtourworld.com
Leave a comment