Pencapaian Archie Gray dan Kemenangan Tottenham
Eighteen months bisa terasa sangat lama di dunia sepak bola, terutama bagi seorang remaja. Setelah awal yang campur aduk di London utara, Archie Gray berhasil mencatatkan gol pertamanya untuk Tottenham sejak bergabung dari Leeds pada musim panas 2024, tepat di penampilan ke-60-nya. Gol sundulan yang terjadi di babak pertama ini memberikan kemenangan yang penting bagi Spurs setelah hanya meraih satu kemenangan dari delapan pertandingan Premier League sebelumnya. Kemenangan ini membawa Tottenham mendekati Crystal Palace di klasemen dengan hanya terpaut satu poin.
Jalannya Pertandingan
Gray, yang kini berusia 19 tahun, meninggalkan lapangan dengan ovasi meriah dari pendukung dan pelukan hangat dari manajer Thomas Frank. Ia menjadi pemain Inggris termuda yang mencetak gol untuk Tottenham di Premier League sejak Dele Alli pada Januari 2016.
“Saya melihat perkembangan Archie,” ujar Frank yang senang dengan penampilan timnya. “Dia menunjukkan ketahanan setelah kesalahan di pertandingan melawan Nottingham, lalu bermain bagus saat melawan Liverpool. Golnya menunjukkan kewaspadaan yang bagus.”
Kemenangan ini bisa saja lebih meyakinkan jika dua gol yang dicetak Richarlison tidak dianulir karena offside. Namun, Crystal Palace tidak mampu menghentikan Spurs untuk meraih kemenangan tandang pertama mereka sejak mengalahkan Leeds di awal November.
Analisis Pertandingan
Dengan CEO Spurs, Vinai Venkatesham, menyaksikan langsung dari tribun, Frank menghadapi tantangan besar setelah awal terburuk Tottenham di liga sejak 2008-09. Meski tanpa kapten Cristian Romero dan playmaker Xavi Simons karena kartu merah di pertandingan sebelumnya, pertahanan yang dipimpin oleh Micky van den Ven tetap tangguh menjaga serangan Palace.
Palace memiliki beberapa peluang, termasuk usaha Jean-Phillippe Mateta dan Justin Devenny, tetapi gagal memanfaatkan momen untuk menyamakan kedudukan. Dari 20 gol yang tercipta melawan Oliver Glasner’s Palace musim ini, 12 diantaranya terjadi akibat situasi set-piece. Tim asuhan Patrick Vieira ini saat ini menjalani lima pertandingan tanpa kemenangan.
Peluang dan Keputusan Penting
Di awal pertandingan, Tottenham sempat diuntungkan ketika Kevin Danso hanya mendapatkan kartu kuning setelah melakukan pelanggaran di luar kotak penalti. Kemudian, Richarlison hampir membawa Spurs unggul lebih cepat, tetapi golnya dianulir karena offside setelah verifikasi VAR.
Palace baru mendapatkan peluang nyata di pertengahan babak pertama ketika Mateta hampir mencetak gol, tetapi usaha tersebut melebar dari gawang. Kesempatan lain terlewat ketika Lacroix gagal mengonversi heading dari umpan Wharton.
Gol Spurs akhirnya tercipta di menit-menit akhir babak pertama melalui sundulan Gray, yang beruntung melewati pertahanan Palace yang lemah dalam situasi set-piece. Perayaan yang meriah tampak jelas dari tim Spurs dan pendukung yang hadir.
Di babak kedua, Palace seharusnya menyamakan kedudukan, namun Devenny gagal memanfaatkan umpan Pino, melambung di atas mistar gawang. Spurs kembali mengancam ketika Richarlison diklaim mencetak gol kedua, namun kembali dianulir VAR.
Reaksi Pelatih
“Jika Anda menyaksikan permainan kami hari ini, sangat jelas apa yang kami butuhkan,” ujar Patrick Vieira, pelatih Palace. Ia menekankan bahwa timnya membutuhkan penyerang yang dapat menyelesaikan peluang dengan lebih baik setelah melakoni 30 pertandingan di musim ini.
Konteks dan Dampak
Kemenangan ini menjadi dorongan penting bagi Tottenham yang tengah berupaya memperbaiki posisinya di klasemen. Dengan penampilan Gray yang semakin baik, Spurs diharapkan dapat melanjutkan momentum positif ini ke laga berikutnya. Bagi Palace, performa menurun ini jelas menjadi perhatian, dan mereka perlu segera mencari solusi sebelum jeda transfer untuk meningkatkan kekuatan skuad.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment