Crystal Palace Hadapi Dilema Jelang Pertandingan Konferensi Eropa
Oliver Glasner, pelatih Crystal Palace, dihadapkan pada pilihan sulit saat timnya melawan klub Finlandia, KuPS, di kandang pada pertandingan fase liga keenam UEFA Conference League. Ini adalah laga pertama dari tiga pertandingan dalam enam hari, dengan pertandingan kedua dimulai kurang dari 48 jam setelah laga melawan KuPS.
Prioritas Antara Liga Eropa dan Liga Domestik
Glasner harus memilih apakah akan menurunkan skuad inti demi memaksimalkan peluang meraih posisi delapan besar (Palace saat ini berada di peringkat sembilan dalam tabel 36 klub), yang akan memungkinkan mereka lolos langsung ke babak 16 besar pada Maret mendatang, atau memilih dua line-up berbeda untuk memprioritaskan perjalanan Liga Premier ke Leeds United Sabtu malam dan perempat final Carabao Cup di Arsenal pada Selasa.
Kondisi Tim yang Terkendala Cedera
Keputusan ini semakin sulit mengingat skuad Palace yang tipis semakin tergerus dengan cedera yang dialami oleh Daichi Kamada dan Daniel Munoz, serta kepergian Ismaila Sarr untuk membela Senegal di Piala Afrika yang dimulai akhir pekan ini. Beberapa pemain muda, Caleb Kporha dan Rio Cardines, yang biasanya menjadi cadangan Munoz, juga sedang absen.
Permasalahan Dalam Rotasi Pemain
Maxence Lacroix dan Marc Guehi, dua dari tiga bek tengah utama Palace, telah mencatat lebih banyak menit bermain di semua kompetisi dibandingkan pemain lain di lima liga teratas Eropa. Dari 16 pemain di liga-liga tersebut dengan waktu bermain paling banyak, lima di antaranya adalah pemain Palace—Lacroix, Guehi, Munoz, kiper Dean Henderson, dan penyerang Jean-Philippe Mateta. Hanya Henderson dan Lacroix yang terhindar dari cedera selama lima bulan pertama musim ini.
Pemain Muda yang Siap Memanfaatkan Kesempatan
Diperkirakan Glasner akan melakukan rotasi dalam skuadnya. Hal ini dapat memaksa dia untuk mengandalkan banyak pemain muda dalam pertandingan penutup fase grup Conference League. Mofe Jemide, bek kiri berusia 19 tahun, menjadi salah satu pemain yang berpotensi tampil. Ia telah tampil dalam pertandingan pramusim melawan klub Bundesliga, Mainz, dan menjadi pemain reguler di tim U-21 Palace sejak musim lalu. Jemide juga pernah bermain untuk Inggris di Piala Eropa U-17 2023.
George King, 18 tahun, juga berpotensi terlibat. King dikenal cakap dalam penguasaan bola dan mampu bermain di posisi gelandang. Dia pernah membela Republik Irlandia di level U-19 setelah sebelumnya bermain untuk Inggris.
Kaden Rodney, 21 tahun, adalah pemain lain yang berpengalaman. Ia melakukan debut di tim utama sebagai bek kiri dalam kemenangan Carabao Cup atas Oxford United pada Agustus 2022 dan dikenal sebagai gelandang yang memiliki etos kerja baik.
Justin Devenny, yang bermain sebagai inverted right wing-back dalam pertandingan sebelumnya melawan Shelbourne, juga bisa menjadi pilihan jika ia kembali diturunkan. Ini akan membuka kesempatan bagi 17 tahun Benji Casey yang baru-baru ini melakukan debut profesionalnya. Glasner mengungkapkan bahwa Casey memiliki profil pemain yang menjanjikan dengan kemampuan mencetak gol yang baik.
Pemain muda lain yang menarik, Joel Drakes-Thomas, meski lebih sedikit peluangnya untuk tampil, bisa menjadi yang ketiga termuda dalam sejarah klub jika mendapat kesempatan. Di usia 16 tahun, dia sudah sering bermain untuk Palace U-21.
Dean Benamar, 17 tahun, calon wing-back lainnya, baru saja pulih dari cedera dan hanya memainkan sedikit pertandingan di tim U-21. Dia juga berpeluang tampil meskipun posisinya terisi oleh Borna Sosa, pemain internasional Kroasia yang sudah sering bermain di kompetisi Eropa.
Pentingnya Pemulihan Pemain
Glasner menekankan pentingnya menjaga kebugaran pemain, terutama mengingat jadwal yang padat. Palace sudah bermain 26 kali di empat kompetisi musim ini. Memilih untuk lebih mengutamakan kesejahteraan pemain demi menghindari risiko cedera cukup menjadi pertimbangan penting.
Beberapa pemain senior mungkin tetap harus diturunkan di pertandingan melawan KuPS, meskipun menit bermain mereka akan dibatasi. Hal ini akan tergantung pada keputusan Glasner untuk mengorbankan kemungkinan kemenangan melawan KuPS demi fokus pada kompetisi domestik.
Dampak Keputusan Terhadap Tim
Crystal Palace berharap para pemain muda dapat memastikan kelolosan ke babak 16 besar. Namun, Glasner tampaknya lebih mementingkan perlindungan terhadap pemain regulernya daripada harus menjalani dua laga tambahan di Eropa yang berpotensi membahayakan kesehatan dan performa mereka.
Keputusan-keputusan sulit ini sangat krusial, dan situasi ini memberikan tantangan yang unik bagi Glasner dalam mengelola timnya di tengah jadwal kompetisi yang padat.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment