Calvert-Lewin Sumbang Gol, Leeds Kalahkan Crystal Palace
Dominic Calvert-Lewin mencetak gol perdana dalam lima pertandingan Premier League berturut-turut, menjadikannya sebagai striker Leeds pertama yang melakukannya dalam 22 tahun. Gol tersebut membantu Leeds meraih kemenangan atas Crystal Palace yang tampak lesu, dan membuka selisih enam poin dari zona degradasi. Sebelumnya, Mark Viduka juga memiliki prestasi yang sama pada tahun 2003, dan Calvert-Lewin bertekad untuk mengulangi pencapaian tersebut.
Performanya Penuh Kejutan
Calvert-Lewin, yang sebelumnya tanpa klub selama sebagian besar musim panas, tidak pernah membayangkan hampir 40.000 orang akan menyanyi namanya saat Natal. Leeds United meyakinkan mantan striker Everton ini untuk bergabung, dan keputusan tersebut kini terbayar, berkat dukungan dari Ethan Ampadu yang memberikan umpan panjang untuk gol-gol tim.
Reaksi Pelatih
“Angka-angka tidak berbohong, dia sedang dalam performa terbaiknya saat ini,” kata Daniel Farke tentang Calvert-Lewin. “Dia salah satu striker Inggris terbaik di liga ini. Ketika dia fit, kualitasnya selalu terlihat. Saat ini, dia sedang dalam jalur untuk menjadi pemain kelas atas bagi Leeds United.”
Jalannya Pertandingan
Pala di awal pertandingan berusaha mengontrol tempo, membantu mereka dalam menjalani sembilan laga dalam 26 hari. Namun, mereka tidak mampu bersaing secara fisik, terlebih dalam menghadapi set-piece Leeds. Terdapat sebelas perubahan pada lineup tim dari hasil imbang melawan KuPS, dan kekhawatiran mungkin timbul ketika Marc Guéhi dan Calvert-Lewin berbenturan, namun kedua pemain dapat melanjutkan permainan.
Strategi Leeds terlihat jelas sejak awal; mereka mencoba membombardir kotak penalti Palace dengan set-piece. Sebuah lemparan jauh hampir saja diubah menjadi gol oleh Joe Rodon, tetapi tembakannya terdefleksi. Palace tampaknya tidak belajar dari kesalahan mereka dan akhirnya harus membayar mahal dengan kebobolan empat gol.
Protes pendukung tuan rumah meningkat saat Tyrick Mitchell melakukan pelanggaran terhadap Brenden Aaronson. Mereka semakin kesal ketika wasit Thomas Bramall dan VAR menilai bahwa Mitchell hanya menyentuh bola sedikit sebelum membersihkan keadaan.
Namun, kegembiraan segera hadir saat tendangan Ampadu menjumpai Calvert-Lewin yang berada di belakang gawang. Meskipun sempat ditahan Henderson pada percobaan pertama, Calvert-Lewin berhasil menjebol gawang pada percobaan keduanya. Keluhan dari penjaga gawang Palace tentang buruknya pengawalan semakin membawa kebahagiaan di Yorkshire.
Kebangkitan Atmosfer
Gema nyanyian “England’s number nine” memenuhi stadion untuk striker yang sebelumnya mencetak lima gol dalam 40 penampilan. Suasana boisterous mendukung Leeds, sementara pendukung Palace tampak kecewa setelah perjalanan panjang mereka.
Calvert-Lewin kembali menambah gol dengan sebuah sundulan tanpa menunggu lama, membuat banyak penonton bersorak. Dia memulai karirnya di Leeds dengan satu gol dalam 13 penampilan sebelum mencetak enam gol dalam lima pertandingan terakhir. Leeds pun merasakan manfaat dari penampilannya yang semakin tajam dan percaya diri, terutama dengan kekurangan striker nomor sembilan Inggris yang berkualitas.
Statistik dan Penutup
Ampadu juga mencetak gol ketika Palace gagal mengamankan bola dari set-piece. Kali ini, Aaronson menyundul bola kembali ke area bahaya dan menciptakan peluang bagi kapten Leeds untuk mencetak gol. Pelatih Palace, Oliver Glasner, menyatakan, “Kami kalah dalam setiap set play, seharusnya kami bisa kebobolan lebih dari dua atau tiga gol.”
Leeds keluar sebagai pemenang dengan ketenangan 4-1, dan mereka kini dua kemenangan unggul dari West Ham yang menempati posisi 18. Palace akan segera menghadapi Arsenal di Carabao Cup, berharap dapat menemukan kembali energi mereka yang hilang saat menghadapi Leeds.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment