Newcastle Bangkit dari Keterpurukan dengan Kemenangan atas Manchester City
Newcastle United mengalami tren buruk yang membuat mereka terperosok di posisi ke-15 Premier League saat kick-off, namun setelah laga yang selalu menarik perhatian itu, mereka berhasil merangsek naik ke posisi yang lebih baik.
Kualitas Eddie Howe sebagai Pelatih
Sangat sulit untuk membantah bahwa Eddie Howe merupakan pelatih elit. Namun, sebelum kemenangan krusial ini, catatan pertemuannya melawan Pep Guardiola cukup memprihatinkan. Dari 18 pertandingan di Premier League melawan Manchester City, yang mana ia melatih Bournemouth dan Newcastle, Howe mencatat 16 kekalahan dan 2 imbang.
Detik-detik Awal Pertandingan
Dalam situasi tertekan, pelatih Newcastle pasti merasa lega ketika Erling Haaland melewatkan peluang emas di awal laga. Saat itu, St James’ Park menantikan gol dari Haaland, namun ia gagal menyelesaikan peluang dengan baik ketika berhadapan dengan Nick Pope.
Tak lama setelahnya, suasana tegang di antara pendukung tuan rumah hampir berubah menjadi kegembiraan ketika Nick Woltemade melompat untuk menyambut umpan dari Tino Livramento, tetapi upayanya digagalkan oleh penyelamatan gemilang Gianluigi Donnarumma.
Guardiola merasa timnya seharusnya mendapatkan penalti setelah Fabian Schär, yang kembali masuk ke XI utama, melanggar Phil Foden. Namun, setelah tinjauan VAR, keputusan tidak menguntungkan bagi City dan kedudukan tetap imbang.
Babak Pertama yang Menarik
Selama babak pertama, VAR menilai bahwa Malick Thiaw tidak melakukan handball pada tembakan Jérémy Doku. Donnarumma juga berhasil menepis tembakan dari Woltemade. Meskipun begitu, Newcastle menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Howe membanggakan kemampuannya untuk berinovasi, terlihat dari pergerakan midfiled yang dilakukan Sandro Tonali dan Bruno Guimarães yang saling bertukar posisi. Guimarães lebih sering berada di posisi No 6, sementara Tonali berada di posisi No 8. Pengaturan ini membuat permainan Newcastle lebih dinamis, dengan Livramento dan Lewis Hall yang kembali di posisi bek memberikan dampak positif.
Memasuki Babak Kedua
Di awal babak kedua, City mencoba menguasai pertandingan. Namun, Thiaw melakukan tekel tepat waktu yang mencegah Haaland melakukan tembakan berbahaya setelah umpan cemerlang dari Doku.
Justru Newcastle yang berhasil membuka keunggulan. Harvey Barnes, yang kemungkinan besar tidak akan bermain jika Anthony Gordon fit, melakukan kerjasama satu-dua dengan Guimarães sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu ditepis Donnarumma.
Balasan Manchester City
Tak lama setelah Newcastle unggul, mereka gagal mengantisipasi tendangan sudut yang berujung pada gol Rúben Dias setelah bola mengalir melalui kaki Schär dan tak terlihat oleh Pope.
Sebentar kemudian, Newcastle hampir menggandakan keunggulan saat sundulan Guimarães membentur tiang, dan Barnes dengan cepat merespons untuk mencetak gol kedua setelah VAR menilai tidak ada offside sebelumnya.
Konteks Kemenangan Ini
Kemenangan ini penting bagi Newcastle, yang terus mengejar performa terbaik di liga. Dengan permainan yang lebih terorganisir dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para pemain, mereka kini berharap untuk terus melanjutkan tren positif ini ke pertandingan selanjutnya.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment