Manchester United Terpaksa Berbagi Poin dengan Wolves
Jalannya Pertandingan
Manchester United menghadapi laga melawan Wolverhampton Wanderers tanpa delapan pemain utama mereka. Wolves, yang datang sebagai tim juru kunci dengan hanya dua poin, menjadi lawan yang terlihat ideal. Namun, tim tamu yang dilatih Ruben Amorim tampil sangat buruk. Walau Bruno Fernandes, Bryan Mbeumo, dan Harry Maguire absen, performa United memunculkan pertanyaan tentang kekompakan tim.
Di fase akhir pertandingan, United hanya menunjukkan ketajaman secara sporadis. Gol pembuka di babak pertama datang melalui Joshua Zirkzee yang memanfaatkan defleksi dari Ladislav Krejci. Menjelang akhir babak pertama, gol penyama dari Krejci membuat Wolves hampir meraih kemenangan pertamanya musim ini.
Setelah Jhon Arias hampir mencetak gol lewat sepakan yang berhasil ditepis Senne Lammens, Wolves kembali mengancam. Patrick Dorgu hampir mencetak gol kemenangan di menit ke-89, tetapi dianulir karena posisi offside.
Reaksi Pemain dan Pelatih
Hasil imbang ini lebih menguntungkan bagi Wolves, terutama karena tim yang memiliki ambisi untuk lolos ke Champions League harus mendapatkan poin penuh di hadapan tim yang diprediksi akan terdegradasi. Suara boo dari pendukung United di akhir laga mencerminkan ketidakpuasan terhadap penampilan tim.
Amorim mengatakan, “Ini adalah pertandingan aneh. Kami kesulitan menciptakan peluang. Meskipun kami memiliki beberapa kesempatan, serangan kami tidak mengalir dengan baik. Ketika kami memainkan Casemiro dan Manuel Ugarte di tengah, jelas berbeda dengan kehadiran Bruno atau Kobbie [Mainoo]. Kami mengalami kesulitan dan kualitas permainan menurun, ditambah kami kebobolan dari tendangan sudut. Kami tidak menggunakan alasan [pemain yang absen] saat melawan Newcastle sebelumnya, jadi kami tidak akan melakukannya hari ini.”
Di sisi positif, Amorim yakin bahwa setelah semua pemain pulih, timnya akan kembali kuat.
Performa Tim dan Penggantian Pemain
Mason Mount adalah pemain terbaru yang tidak bisa bermain karena cedera, sehingga Zirkzee menggantikan posisinya di No 10. Wolves lebih menguasai di babak pertama, membuat penggemar mereka senang namun membuat Amorim frustrasi. Ketika United mengambil alih bola, Luke Shaw menemukan Benjamin Sesko, tetapi usaha pendeknya belum membuahkan hasil.
Wolves kembali mengambil alih permainan. Yerson Mosquera dengan mudah menyisir sisi kanan dan mengirimkan umpan kepada Tolu Arokodare, yang gagal memanfaatkan kesempatan tersebut.
Inisiatif akhirnya diambil oleh Ayden Heaven yang berhasil merebut bola dari Hwang, lalu mengoper kepada Zirkzee yang berhasil mencetak gol meski melalui tendangan defleksi.
Tapi, ketidakstabilan United kembali terlihat ketika Heaven kehilangan jejak Arokodare di kotak penalti, yang berujung pada peluang bagus untuk Wolves. Tendangan Hugo Bueno berhasil diselamatkan oleh Lammens.
Wolves akhirnya mendapatkan apa yang layak mereka dapatkan melalui gol dari Krejci, yang berhasil menanduk bola dari tendangan sudut setelah Zirkzee tanpa sengaja menyentuhnya.
Pembaruan Strategi dan Kesempatan Terakhir
Di babak kedua, Amorim mengganti Zirkzee dengan Jack Fletcher dengan harapan bisa mengubah jalannya pertandingan. United harus meningkatkan tempo, dengan kesempatan yang didapat dari Dorgu yang mengirimkan bola ke kanan, tetapi Matheus Cunha gagal menjaringkan bola. Kesempatan untuk kembali memperkecil ketertinggalan datang ketika umpan Casemiro kepada Sesko berhasil, meskipun ia berada dalam posisi offside.
Meski United mencoba menekan, mereka juga terlihat ceroboh, seperti saat Shaw melakukan pelanggaran terhadap Mateus Mané. Tendangan bebas yang diambil oleh Hwang kembali membuat peluang untuk Wolves, tetapi tembakan Krejci masih bisa diamankan oleh Lammens.
Pelatih Wolves, Edwards, mencatat bahwa timnya sudah berjuang keras dan penting untuk mendapatkan hasil positif agar dukungan dari fans kembali pulih.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment