Leicester City Siap Hadapi Sidang Baru dengan Premier League
Leicester City kembali menghadapi persidangan dengan Premier League, dengan sidang baru dijadwalkan mulai minggu depan. Klub yang saat ini bermain di Championship ini bersiap untuk melawan tiga tuduhan baru, yang bisa menyebabkan potensi pengurangan poin di saat mereka berusaha keras untuk mendapatkan promosi kembali ke Premier League.
Kasus Pelanggaran Aturan Keuangan
Leicester telah dituduh melanggar Aturan Profit and Sustainability (PSR) Premier League selama musim 2023/24, yang mencakup tahun terakhir mereka sebelum terdegradasi ke Championship. Premier League mengumumkan tuduhan tersebut pada bulan Mei, menuduh klub tidak hanya melakukan overspending tetapi juga gagal menyerahkan laporan tahunan tepat waktu.
Selain itu, Leicester juga mendapat tuduhan ketiga karena tidak sepenuhnya berkooperasi selama proses penyelidikan.
Potensi Sanksi yang Mengancam
Jika panel disiplin independen memutuskan mendukung Premier League, Leicester bisa menghadapi berbagai sanksi. Dalam skenario terbaik, mereka bisa dikenakan denda atau larangan transfer. Namun, dalam kondisi terburuk, mereka bisa kehilangan beberapa poin, yang akan sangat menyakitkan bagi klub yang berjuang untuk bangkit dari situasi sulit ini.
Panggilan Sidang Sebelumnya dan Strategi Klub
Pada September lalu, Leicester berhasil mengajukan banding atas tuduhan pertama pelanggaran PSR dan memenangkan kasus tersebut, setelah panel memutuskan Premier League tidak memiliki wewenang untuk menghukum mereka saat itu. Klub sudah terdegradasi ke Championship pada akhir tahun pembukuan yang menjadi sorotan.
Pada sidang kali ini, Leicester kembali mengandalkan bantuan pengacara olahraga, Nick De Marco, yang sebelumnya membantu mereka meraih kemenangan dalam kasus sebelumnya.
Kondisi Keuangan Leicester
Kondisi keuangan Leicester akan menjadi faktor penting dalam penyelesaian kasus ini. Klub melaporkan kerugian melebihi £200 juta selama periode tiga tahun yang berakhir pada Juni 2024. Angka ini jauh di atas batas yang diizinkan sebesar £81 juta menurut aturan PSR (meski setelah pengurangan yang diizinkan).
Kerugian rekor sebesar £92,5 juta dilaporkan pada tahun sebelum Mei 2022, diikuti dengan kerugian sebesar £89,5 juta pada tahun berikutnya. Terdegradasinya mereka dari Premier League, biaya pemecatan Brendan Rodgers, serta penurunan posisi liga turut berkontribusi terhadap pertempuran finansial yang sedang dihadapi Leicester.
(PL/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment