Kekacauan di Everton sebelum Pertandingan Melawan Bournemouth
Pemandangan di markas Everton menjelang perjalanan ke Bournemouth pada hari Selasa menunjukkan keadaan yang sangat mendesak. Dengan Idrissa Gueye terkena skorsing dan Michael Keane menjadi korban cedera terbaru, pelatih David Moyes hanya memiliki 15 pemain senior di lini depan untuk pertandingan Liga Primer tersebut. Dari jumlah itu, termasuk Adam Aznou, bek kiri berusia 19 tahun yang baru bergabung dari Bayern Munich dan belum pernah tampil di Liga Primer, serta Nathan Patterson yang baru pulih dari cedera.
Kehilangan Keane
Kehadiran Patterson dalam skuad mencerminkan masalah yang dihadapi Everton. Dia belum bermain di musim ini dan baru kembali berlatih penuh minggu lalu setelah menjalani operasi hernia. Dalam keadaan normal, Patterson seharusnya tidak dibawa ke laga.
Absennya Keane menjadi pukulan telak bagi tim, yang mengharuskan adanya penyesuaian besar. Jake O’Brien dipindahkan ke bek tengah, sementara James Garner yang serba bisa mengisi posisi bek kanan. Kiernan Dewsbury-Hall turun ke peran gelandang tengah yang lebih dalam dan Carlos Alcaraz kembali ditempatkan di posisi No 10.
Masalah di Everton ternyata lebih dalam dari sekadar susunan pemain. Berganti-ganti pemain hanya akan mengalihkan masalah, sama seperti menggerakkan selimut yang hanya membuat bagian lain menjadi dingin.
Performa Pertahanan yang Dipertanyakan
Jika Everton tidak berada di ambang kehancuran, mereka sangat mendekatinya. Namun, absennya Keane bisa saja menjadi berkah terselubung.
Sejak awal musim ini, telah muncul rasa kurang pas dalam keseimbangan tim Everton. Mereka kehilangan kecepatan Jarrad Branthwaite yang masih dalam pemulihan dari cedera hamstring panjang. Dari sisi taktik, Moyes sering kali tertangkap antara dua pendekatan. Newcastle United memanfaatkan setup agresif Everton saat meraih kemenangan 4-1 di Hill Dickinson Stadium, di mana striker Nick Woltemade menarik keluar Keane atau pasangan bek tengahnya, James Tarkowski, sementara winger Antony Elanga dan Harvey Barnes mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan.
Di lain waktu, Everton terlalu dalam dalam pertahanan, dengan gol-gol dari Leeds United, Manchester City, Sunderland, dan Newcastle terjadi dengan Tarkowski berdiri tepat di depan kiper Jordan Pickford, yang menghalangi pandangannya.
Everton memiliki salah satu catatan pertahanan terbaik di Liga Primer dalam beberapa musim terakhir, namun mereka juga mencatatkan xGA (expected goals against) tertinggi keenam musim ini dengan angka 19.2, menurut FBRef. Kemungkinan pasangan Keane dan Tarkowski tidak cukup kompatibel meski masing-masing tampil baik.
Statistik dan Data
Sejak awal musim 2023-24, mereka telah 26 kali bermain bersama di liga dan rata-rata kebobolan hampir 1.6 gol per pertandingan. Di 64 laga di mana salah satu dari mereka tidak bermain, rasio kebobolan Everton menurun menjadi 1.1.
Moyes dan stafnya tentu memiliki akses ke data tersebut, namun sulit membayangkan mereka akan beralih dari pasangan ini tanpa terpaksa. Moyes telah memuji penampilan Keane musim ini dan menganggap Tarkowski sebagai pilar penting, sehingga tetap sulit untuk memisahkan keduanya.
Performa O’Brien dan Garner
Dalam ketidakhadiran Branthwaite, Moyes lebih memilih menggunakan tinggi dan kecepatan O’Brien sebagai opsi di bek kanan. Dia tampil baik di posisi itu, bahkan dianggap sebagai barometer untuk pemain lain. Terlebih lagi, O’Brien mencatatkan delapan klarifikasi, terbanyak di tim Everton dalam laga tersebut.
Setelah tampil solid, O’Brien dinyatakan sebagai pemain terbaik pertandingan oleh Liga Primer.
“Jake memiliki semua atribut untuk menjadi bek tengah yang hebat,” ujar Dewsbury-Hall. “Dia cepat, kuat, dan agresif.”
Di sisi kanan, Garner mendapat pujian dari Moyes setelah berhasil mengatasi ancaman dari Antoine Semenyo. Bournemouth mengincar sisi ini dengan mengirim 47 persen serangan mereka dan Garner mampu menampilkan performa solid.
Keberadaan Garner di bek kanan juga memberikan tambahan ketenangan bagi Everton saat menguasai bola, mencatatkan sentuhan dan penguasaan terbanyak di antara pemain Everton lainnya, sekaligus memberi kontribusi dalam menciptakan peluang ke area penalti.
Analisis Akhir
Kendati seluruh perubahan Moyes membuahkan hasil positif, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Iroegbunam yang mendapatkan kartu kuning di babak pertama akan absen pada pertandingan kandang melawan Nottingham Forest, yang memaksa Moyes untuk mencari solusi baru.
Pertandingan melawan Nottingham Forest dijadwalkan pada hari Sabtu, dan Moyes harus cepat mengambil keputusan mengenai susunan pemain dengan mempertimbangkan kondisi Keane yang diharapkan bisa segera kembali.
Pertandingan melawan Bournemouth menjadi pelajaran berharga bagi Everton, mengingat mereka sepertinya menemukan formula yang mampu memberikan hasil positif meski dalam keterbatasan.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment