Home Sepakbola Inggris Premier League Burnley: Seperti menjalani rutinitas membosankan di Premier League.
Premier League

Burnley: Seperti menjalani rutinitas membosankan di Premier League.

Share
Burnley: Seperti menjalani rutinitas membosankan di Premier League.
Share

Situasi Pelatih Burnley Makin Memprihatinkan

Suasana di Turf Moor sudah terasa suram dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun Burnley berhasil mempertahankan hasil imbang 0-0 melawan Bournemouth dan memperkecil jarak dengan zona aman menjadi delapan poin dengan delapan laga tersisa, kemungkinan untuk meloloskan diri dari ancaman degradasi kini terlihat semakin jauh.

Catatan Buruk Burnley

Scott Parker, pelatih Burnley, mencatatkan hasil buruk dengan hanya satu kemenangan dalam 21 laga terakhir di Premier League. Hasil melawan Bournemouth ini juga mencatatkan rekor klub dengan 11 laga tanpa kemenangan di kandang. Namun, tidak ada tanda-tanda keputusasaan di atas lapangan.

Meski ini adalah laga yang seharusnya dimenangkan, tampaknya itu tidak terasa demikian. Para pendukung berusaha mendukung timnya di saat-saat krusial, tetapi atmosfer di stadion terasa datar. Parker menggambarkan sepuluh menit pertama sebagai “tenang” setelah pertandingan berakhir. Burnley tidak menunjukkan usaha besar di akhir pertandingan untuk mencari kemenangan, malah mengganti pemain dengan tipe yang sama, bukan menambah penyerang.

Keraguan di Kalangan Pendukung

Para pendukung kini bertanya-tanya: “Apa manfaat semua ini?” Sebagian dari mereka lebih memilih suasana hiruk-pikuk Championship dan kebahagiaan saat menang dibandingkan dengan realita pahit di Premier League.

ALK Capital, yang dipimpin oleh chairman Alan Pace, menginginkan sesuatu yang lebih baik saat mengambil alih klub yang sedang berlaga di Premier League sejak Desember 2020. Begitu juga dengan investor minoritas JJ Watt dan Kealia, yang bergabung setelah tim meraih juara Championship pada akhir musim 2022-23 di bawah asuhan Vincent Kompany.

Faktanya, ini adalah musim ketiga di Premier League yang mereka jalani, dan arah perjalanan klub tampaknya menuju degradasi seperti dua musim sebelumnya.

Baca juga:  Saksikan Kontestan Goal of the Month Guinness Maret!

Perubahan di Pelatih dan Gaya Bermain

Mereka merasa harus berpisah dengan Sean Dyche pada musim 2021-22 dan beralih ke Vincent Kompany untuk perubahan gaya yang radikal. Setelah menguasai Championship, kampanye mereka di Premier League 2023-24 sebenarnya masih berada di jalur hingga laga terakhir berkat pengurangan poin di tim lain. Namun, kepergian Kompany ke Bayern Munich memunculkan perubahan gaya lagi dengan kedatangan Scott Parker.

Parker kini berfokus untuk membangun budaya baru di klub, berharap ketahanan dan semangat bertarung para pemain dapat membantu mereka belajar dari pengalaman ini, meskipun itu mungkin membuatnya menjadi “korban.” Ia mengakui tanggung jawab atas hasil buruk yang diterima timnya musim ini dan mengindikasikan bahwa klub memang membutuhkan performa yang lebih baik.

Taktik yang Kurang Efektif

Musim ini, Parker menjadi sorotan karena taktiknya yang dinilai tidak efektif, terlihat dari Burnley yang sering kebobolan gol pertama dalam 23 dari 30 laga di Premier League. Sering kali, tim ini baru bangkit setelah menghadapi kesulitan di dalam pertandingan.

Rekrutmen pemain juga menjadi perhatian. Dalam dua musim berturut-turut, Burnley menghabiskan sekitar £100 juta untuk memperkuat skuad, namun dampak dan kualitasnya terbatas. Bench mereka saat melawan Bournemouth berisikan striker Armando Broja beserta beberapa pemain lainnya, dengan total pengeluaran transfer sekitar £90 juta, termasuk fee permanen untuk Florentino Luis.

Tantangan di Depan

Berhadapan dengan tantangan untuk bertahan di Premier League, Burnley harus memperbaiki situasi mereka. Jika mereka terdegradasi dan Parker tetap sebagai pelatih, hasil buruk di awal musim depan dapat memicu tekanan kembali. Tiga kali degradasi berturut-turut menjadi kenyataan yang sulit diterima, dan klub tidak bisa hanya diam di tempat seperti sekarang.

Baca juga:  Bolehkah Kamu Memakai Free Hit di Gameweek 13?

Panggilan dari pendukung agar Parker dipecat semakin menguat. Namun, manajemen Burnley masih percaya pada pelatihnya, berusaha menjaga kontinuitas di tengah perubahan skuad yang terus berlangsung. Hal ini mungkin penting agar klub tidak kembali memulai dari awal.

Ke depan, Burnley harus dapat menemukan cara untuk mengubah narasi negatif ini. Musim di satu divisi tertinggi harus menjadi pengalaman yang positif, bukan hanya sekadar rutinitas yang melelahkan.

(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

“Relegasi Tottenham: Tinjauan dari Anggaran Transfer, Stadion, dan Trofi”

Relegasi Tottenham mengungkap tantangan besar, dengan fokus pada anggaran transfer yang terbatas,...

Chelsea vs Port Vale: Statistik Penting Jelang Pertandingan FA Cup

Chelsea siap menghadapi Port Vale di FA Cup dengan data statistik menarik....

Littler bertukar kata dengan van Veen dalam kekalahan di perempat final

Dalam perempat final yang menegangkan, Littler dan van Veen terlibat dalam pertukaran...

Jadwal pertandingan baru akibat semi-final Piala FA telah diumumkan!

Jadwal pertandingan baru akibat semi-final Piala FA telah diumumkan! Para penggemar sepak...