Everton Siapkan Langkah Hukum Terhadap Premier League Terkait Sanksi Chelsea
Everton tengah mempertimbangkan untuk melayangkan tantangan hukum terhadap Premier League mengenai penanganan sanksi pembayaran tidak terungkap yang dijatuhkan kepada Chelsea. Klub asal Merseyside ini dilaporkan bersiap untuk mengirim surat resmi kepada Premier League meminta penjelasan formal tentang ketidakjujuran sanksi yang diterima Chelsea, serta mengeksplorasi opsi hukum yang ada.
Keputusan Sanksi Chelsea yang Dipertanyakan
Chelsea baru-baru ini dikenakan denda sebesar £10,75 juta dan mendapatkan larangan transfer bersyarat setelah terungkapnya £47,5 juta dalam pembayaran rahasia kepada agen dan pemain selama tujuh tahun terakhir. Sanksi ini dianggap terlalu ringan oleh klub-klub lain di Premier League.
Beberapa eksekutif klub lain telah menghubungi CEO Premier League, Richard Masters, dan ketua Alison Brittain, meminta klarifikasi tentang perjanjian yang dicapai dengan Chelsea, sementara Everton mempertimbangkan langkah selanjutnya.
Everton Menghadapi Sanksi Sendiri
Everton merasa dirugikan, mengingat mereka telah kehilangan delapan poin di musim 2023-24 akibat pelanggaran aturan profit dan sustainability. Sementara itu, sanksi terhadap Chelsea tidak mencerminkan tindakan serupa dari Premier League.
Klub ini juga berpotensi menerima sanksi tambahan akibat pelanggaran PSR, terutama setelah Burnley mengajukan klaim kompensasi sebesar £50 juta di hadapan pengadilan terkait relegasi dari Premier League di musim 2021-22, ketika Everton terlibat pelanggaran PSR.
Perkoordinasian dengan Nottingham Forest
Nottingham Forest juga merasa tidak puas dengan sanksi yang diterima Chelsea, terutama setelah mereka kehilangan empat poin di musim 2023-24 akibat pelanggaran PSR. Pihak Forest dilaporkan telah mengadakan pertemuan dengan Everton untuk membahas potensi tantangan bersama terhadap Premier League, meskipun belum ada keputusan final yang diambil.
Sebagai langkah awal, kedua klub berencana untuk mengirim surat kepada Premier League yang meminta penjelasan mengenai sanksi Chelsea dan proses yang menyertainya, langkah yang didukung oleh klub lainnya.
Ketidakpastian di Liga Utama
Keputusan sanksi Chelsea menuai kekhawatiran di kalangan klub-klub top bahwa hal ini bisa jadi preseden menjelang putusan terkait 115 tuduhan pelanggaran Financial Fair Play yang dihadapi Manchester City. City membantah semua tuduhan tersebut.
Beberapa klub, termasuk Arsenal, Tottenham, Manchester United, dan Liverpool, telah menginstruksikan pengacara untuk siap menyusul jika City dinyatakan bersalah dalam kasus yang sedang ditangani oleh pengadilan independen, berbeda dengan kasus Chelsea yang langsung ditangani oleh Premier League.
Penyelidikan dan Keterlibatan Chelsea
Premier League menjelaskan bahwa sanksi terhadap Chelsea diberikan karena mereka yakin tidak bisa mengamankan vonis tanpa kerja sama dari klub tersebut. Pemilik Chelsea saat ini, Clearlake Capital dan Todd Boehly, mengungkapkan bahwa terdapat 36 pembayaran tidak terungkap antara 2011 dan 2018 yang membantu mereka dalam merekrut pemain seperti Eden Hazard dan Willian, yang terdeteksi saat proses negosiasi pembelian klub dari Roman Abramovich empat tahun lalu.
Sebagai hasilnya, pemilik baru mendapatkan diskon sebesar £150 juta dari harga kesepakatan yang disetujui untuk menutup liabilitas terkait di masa depan, dan Premier League akan dibayar dari dana tersebut.
Legalitas dan Pendekatan Hukum
Everton dan Forest sedang mendapatkan nasihat hukum, dan kemungkinan tantangan ini didasarkan pada klaim bahwa Premier League tidak konsisten dalam menerapkan regulasi mereka sendiri.
Tidak ada pembahasan mengenai “keunggulan sportif” dalam keputusan Chelsea, meskipun klub tersebut berhasil meraih delapan trofi, termasuk dua gelar Premier League, selama periode pembayaran tersebut. Sebaliknya, keputusan PSR terhadap Everton dan Forest menekankan keuntungan sportif dari pengeluaran berlebihan mereka.
Hingga saat ini, Everton dan Forest memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment